Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
TPST Sumpiuh Optimalkan Pengangkutan RDF, Target Hanggar Bersih dalam 2 Bulan
Maulid Nabi di SKB Banjarnegara, Wabup Ajak Pelajar Teladani Akhlak Rasulullah

Maulid Nabi di SKB Banjarnegara, Wabup Ajak Pelajar Teladani Akhlak Rasulullah

Wabup: Jadikan Akhlak Rasulullah PedomanWabup: Jadikan Akhlak Rasulullah Pedoman
INTERAKSI: Peringati maulid nabi, Wabup Banjarnegara ajak pelajar teladani akhlak Rosulullah

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Banjarnegara menjadi momentum untuk mengajak peserta didik memahami sekaligus menerapkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak seharusnya berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Menurut Wakhid, sosok Nabi Muhammad SAW memiliki keteladanan yang tetap relevan untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat hingga saat ini.

Nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah dapat menjadi pedoman bagi generasi muda dalam membangun hubungan dengan sesama maupun dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan Wakhid ketika menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SKB Banjarnegara, Kamis (27/8/2026).

“Rasulullah adalah teladan sempurna dalam segala aspek kehidupan. Kepribadian beliau yang mulia tidak hanya menjadi contoh bagi umat Islam, tetapi juga relevan bagi seluruh umat manusia dalam hubungan sosial, ekonomi, kepemimpinan, hingga hubungan dengan Allah,” tuturnya.

Wakhid menilai, memahami keteladanan Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya dengan mengetahui sejarah kehidupan Rasulullah atau memperingati hari kelahirannya.

Nilai-nilai tersebut perlu diwujudkan melalui sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Terlebih bagi peserta didik, penerapan akhlak Rasulullah dapat menjadi bagian penting dalam membentuk karakter sejak usia muda.

Sikap jujur, sabar, ikhlas, peduli terhadap sesama, serta mampu menjaga hubungan baik dengan orang lain merupakan nilai yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Wakhid juga mengingatkan peserta didik agar tetap istiqamah dalam melakukan kebaikan.

Menurutnya, seseorang yang berbuat baik tidak selalu mendapatkan balasan positif secara langsung.

Karena itu, diperlukan kesabaran dan keikhlasan untuk tetap mempertahankan perilaku baik.

“Saat kita menebarkan kebaikan, meski kadang menerima perlakuan yang zalim, kita harus tetap ikhlas dan bersabar dalam menegakkan kebaikan tersebut. Marilah kita mencontoh Nabi Muhammad dan berusaha menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama,” imbuhnya.

Dalam kegiatan Maulid Nabi tersebut, Wakhid tidak hanya menyampaikan pesan kepada peserta didik.

Ia juga mengajak para siswa berinteraksi secara langsung melalui sejumlah pertanyaan mengenai sejarah Nabi Muhammad SAW.

Para peserta didik terlihat antusias memberikan respons terhadap pertanyaan yang disampaikan.

Interaksi tersebut menjadi salah satu cara untuk membuat kegiatan peringatan Maulid Nabi berlangsung lebih komunikatif.

Namun, Wakhid kembali mengingatkan bahwa kemampuan menjawab pertanyaan mengenai sejarah Rasulullah bukanlah tujuan akhir.

Pengetahuan tersebut harus diikuti dengan upaya menerapkan nilai-nilai keteladanan Nabi dalam kehidupan nyata.

Menurutnya, pemahaman tentang kehidupan Rasulullah seharusnya terlihat dari bagaimana seseorang bersikap dan berinteraksi dengan orang lain.

Dengan demikian, pembelajaran mengenai sejarah Nabi tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter peserta didik.

Pesan mengenai akhlak menjadi salah satu bagian penting dalam peringatan Maulid Nabi di SKB Banjarnegara.

Wakhid berharap momentum tersebut dapat mendorong para peserta didik untuk terus melakukan introspeksi dan memperbaiki perilaku.

Generasi muda dinilai memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, pendidikan karakter dan pembentukan akhlak perlu berjalan beriringan dengan pendidikan akademik.

Peringatan Maulid Nabi dapat menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kemampuan seseorang memperoleh pengetahuan, tetapi juga dari bagaimana pengetahuan tersebut digunakan untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

Wakhid berharap peserta didik SKB Banjarnegara dapat menjadikan akhlak Rasulullah sebagai inspirasi dalam menjalani berbagai tantangan kehidupan.

Mereka juga diharapkan mampu membiasakan diri melakukan kebaikan meskipun menghadapi situasi yang tidak selalu mudah.

“Semoga kita senantiasa bisa meneladani akhlak mulia beliau dan termasuk golongan orang yang dirindukan masuk surga bersama Rasulullah Muhammad,” pungkasnya.

Dengan demikian, Maulid Nabi Muhammad SAW di SKB Banjarnegara tidak hanya menjadi agenda peringatan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana penguatan pendidikan karakter.

Pesan yang disampaikan Wakhid Jumali menekankan pentingnya menjadikan keteladanan Rasulullah sebagai bagian dari perilaku sehari-hari, terutama bagi generasi muda. (jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Hanggar Ditarget Bersih Dalam Dua Bulan

TPST Sumpiuh Optimalkan Pengangkutan RDF, Target Hanggar Bersih dalam 2 Bulan