Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Menkeu Purbaya Berikan Sinyal IHSG Tembus 10.000 pada 2026, Investor Diminta Bersiap

IHSG Diproyeksi Sentuh 10 RibuIHSG Diproyeksi Sentuh 10 Ribu
DOORSTOP: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Jumat (2/1)

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan proyeksi optimis mengenai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diperkirakan akan mencapai level 10 ribu pada tahun 2026.

Salah satu faktor pendorong utama dari pencapaian ini adalah pertumbuhan ekonomi yang diprediksi akan membaik pada tahun kuda api ini.

“Tahun ini Rp 10 ribu itu bukan angka yang mustahil dicapai. Dari pertumbuhan ekonomi yang baik, lebih baik daripada tahun lalu,” ungkap Purbaya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Jumat (2/1).

Optimisme ini tidak muncul tanpa alasan. Sepanjang tahun 2026, Purbaya berperan aktif dalam mengawasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi selama empat kuartal penuh.

Sebelumnya, pada tahun 2025, kendali ekonomi selama sembilan bulan berada di tangan Menteri Keuangan sebelumnya, Sri Mulyani Indrawati.

Dengan adanya transisi kepemimpinan ini, Purbaya yakin bahwa kebijakan yang selaras antara pemerintah dan Bank Sentral Indonesia akan membawa pertumbuhan ekonomi ke arah yang lebih positif.

Purbaya menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan sebagai fondasi untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Kan sekarang satu tahun penuh ini saya udah pegang ekonominya lah, sama Gubernur BI dan lain-lain. Kalau kemarin kan kita masih separuh-separuh, cuma seperempat malah,” jelasnya.

Menurut Purbaya, pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil akan menjadi landasan kuat bagi perusahaan-perusahaan dalam mencapai keuntungan maksimal.

Faktor inilah yang dianggapnya sebagai peluang besar bagi para investor untuk tidak melewatkan momentum tersebut.

“Itu akan melandasi pertumbuhan keuntungan perusahaan juga. Jadi kalau investor-investor yang jeli, jangan sampai ketinggalan,” pungkasnya.

Proyeksi IHSG ke level 10 ribu bukan hanya sekadar angka ambisius tetapi sebuah refleksi dari keyakinan terhadap kekuatan fundamental ekonomi Indonesia.

Selama ini Indonesia telah menunjukkan ketahanan dan kemampuan untuk bangkit dari berbagai tantangan ekonomi global dan domestik.

Dengan latar belakang ini, Purbaya menggarisbawahi peran penting dari kolaborasi antara berbagai pemangku kebijakan dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Pemerintah bersama Bank Sentral terus berupaya untuk menciptakan lingkungan investasi yang kondusif serta melakukan reformasi struktural guna meningkatkan daya saing perekonomian.

Lebih lanjut, Menteri Keuangan menegaskan bahwa sinergi antara sektor publik dan swasta menjadi kunci penting dalam menggerakkan roda perekonomian nasional menuju target-target ambisius tersebut.

Dengan dukungan kebijakan fiskal yang tepat serta stabilitas moneter yang terjaga, diharapkan iklim investasi dapat semakin berkembang pesat.

Para pelaku pasar diharapkan untuk tetap optimis dan memanfaatkan setiap peluang investasi dengan bijak.

Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia serta inovasi teknologi sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global.

Di tengah dinamika perekonomian dunia saat ini, Indonesia perlu terus memperkokoh fondasi ekonominya agar dapat bersaing secara efektif di pasar internasional.

Kebijakan proaktif dalam mendukung pertumbuhan sektor-sektor strategis seperti industri manufaktur dan pariwisata menjadi salah satu langkah konkret untuk mewujudkan visi tersebut.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menutup pernyataannya dengan harapan agar masyarakat luas mendukung upaya-upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi serta turut berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan nasional. (*/dda)

Berita Sebelumnya
Akan Comeback pada Maret

Comeback Setelah Hiatus Panjang, BTS Siap Rilis Album Baru Maret 2026

Berita Selanjutnya
Bantuan PIP bagi siswa SD cair Rp450 ribu per tahun

PIP 2026 untuk TK hingga SMA Kapan Cair? Ini Perkiraan Jadwal Pencairannya