Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Garmin Cirqa Hadir di Indonesia, Gelang Pintar Tanpa Layar dan 80 Mode Olahraga
Bioskop di China Disulap Jadi Tempat Tidur Siang, Tarif 105 Ribu per Bulan

Bioskop di China Disulap Jadi Tempat Tidur Siang, Tarif 105 Ribu per Bulan

Bioskop Jadi Tempat Tidur Siang PekerjaBioskop Jadi Tempat Tidur Siang Pekerja
ISTIRAHAT: Pekerja kantoran tidur siang di ruang bioskop yang sepi

BANYUMASEKSPRES.ID, CHINA – Sebuah bioskop di Xi’an, Provinsi Shaanxi, China, menghadirkan layanan yang cukup unik dengan mengubah ruang pemutaran yang sepi pada siang hari kerja menjadi tempat tidur siang bagi pekerja kantoran.

Alih-alih membiarkan studio kosong ketika jumlah penonton rendah, Bioskop Lumiere memanfaatkan ruangan tersebut sebagai tempat bagi masyarakat untuk beristirahat.

Konsep ini ditujukan terutama bagi pekerja yang membutuhkan waktu tidur siang di sela aktivitas mereka.

Menurut laporan South China Morning Post, layanan tersebut telah tersedia sejak April 2025 dengan nama “Rencana Berbaring”.

Nama layanan itu disebut sebagai bentuk sindiran terhadap budaya “tangping” yang berkembang di kalangan anak muda China.

Melalui program tersebut, pelanggan dapat menggunakan studio bioskop untuk beristirahat pada hari kerja. Layanan tersedia mulai pukul 12.00 hingga 14.30 waktu setempat.

Pengunjung tidak datang untuk menyaksikan film, melainkan menggunakan fasilitas studio sebagai ruang istirahat. Dua studio disiapkan khusus untuk layanan tersebut dengan total 76 kursi.

Kursi yang tersedia dapat direbahkan hingga posisi tidur sehingga pengguna bisa beristirahat dengan lebih nyaman.

Kondisi ruangan yang gelap juga menjadi salah satu faktor yang membuat studio bioskop dianggap cocok untuk tidur siang.

Untuk menikmati layanan tersebut, pelanggan dapat berlangganan dengan biaya 39,9 yuan atau sekitar Rp105 ribu per bulan untuk satu orang. Sementara itu, keanggotaan untuk dua orang dikenakan biaya 59,9 yuan.

Pihak Bioskop Lumiere tidak hanya menyediakan kursi yang dapat direbahkan.

Pengguna juga memperoleh sejumlah fasilitas tambahan selama berada di studio.

Selimut, kopi, dan berbagai minuman lainnya diberikan secara gratis. Sementara itu, pengunjung yang membutuhkan perlengkapan tambahan dapat menggunakan masker tidur dan penyumbat telinga dengan biaya tambahan.

Sejumlah aturan juga diberlakukan demi menjaga suasana tetap nyaman bagi semua pengguna.

Pengunjung wajib mengatur telepon seluler dalam mode senyap. Jika harus menerima telepon, mereka diminta meninggalkan ruangan terlebih dahulu.

Selain itu, pengguna juga dilarang melepas sepatu selama berada di dalam studio.

Aturan tersebut bertujuan agar pengguna lain tetap dapat beristirahat tanpa terganggu suara telepon maupun aktivitas pengunjung lainnya.

Menariknya, pihak bioskop juga memiliki cara untuk mengatasi persoalan dengkuran.

Pengunjung yang mendengkur cukup keras terkadang diarahkan ke studio yang dilengkapi kursi pijat dan memiliki suasana lebih sepi.

Langkah tersebut dilakukan agar suara dengkuran tidak mengganggu pengguna lain yang sedang tidur.

Kebijakan itu menunjukkan bahwa layanan tidur siang tersebut memang dirancang untuk memberikan suasana istirahat yang relatif tenang, bukan sekadar memanfaatkan kursi kosong di bioskop.

Dengan adanya pengaturan ruang dan sejumlah aturan, pengguna bisa mendapatkan pengalaman tidur siang yang lebih nyaman tanpa harus kembali ke meja kantor.

Bagi Bioskop Lumiere, layanan tersebut memiliki tujuan bisnis yang cukup jelas. Pihak bioskop menyebut “Rencana Berbaring” dibuat untuk menambah pendapatan dengan memanfaatkan studio yang biasanya sepi pada siang hari kerja.

Pada jam tersebut, ruang pemutaran film tidak selalu terisi banyak penonton. Daripada dibiarkan kosong, studio kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan lain yang memiliki pasar tersendiri.

Respons masyarakat terhadap layanan ini juga disebut cukup positif. Pada sebagian besar hari kerja, lebih dari separuh kursi yang tersedia dilaporkan terisi.

Layanan tersebut bahkan mendapatkan respons positif di media sosial lokal. Kehadiran tempat tidur siang alternatif dianggap menarik bagi pekerja kantoran yang membutuhkan tempat beristirahat di tengah jadwal kerja.

Pekerja Kantoran Pilih Tidur di Bioskop

Salah satu pengguna layanan “Rencana Berbaring” adalah Guo, pekerja kantoran berusia 33 tahun.

Ia telah menggunakan layanan tersebut selama sekitar empat bulan. Sebelumnya, Guo terbiasa tidur siang di meja kantornya.

Namun, kini ia memilih datang ke Bioskop Lumiere untuk mendapatkan waktu istirahat pada hari kerja.

“Sekarang saya datang ke sini setiap hari kerja untuk beristirahat,” kata Guo.

Menurut Guo, suasana studio yang gelap dan bersih membuatnya lebih mudah untuk tidur.

Ruangan juga dinilai memiliki ruang yang cukup untuk berbaring dengan nyaman.

Kondisi tersebut membuat pengalaman tidur siangnya berbeda dibandingkan ketika ia beristirahat di meja kantor.

Bagi pekerja seperti Guo, layanan tersebut memberikan pilihan baru untuk memanfaatkan waktu istirahat.

Mereka tidak harus mencari tempat khusus di luar kantor atau tidur dengan posisi terbatas di meja kerja.

Fenomena bioskop yang menyediakan layanan tidur siang ini juga berkaitan dengan kebiasaan tidur siang masyarakat China.

Tidur siang cukup umum dilakukan di China, termasuk oleh pekerja yang memanfaatkan waktu istirahat pada siang hari untuk memulihkan tenaga sebelum kembali beraktivitas.

Survei Chinese Sleep Research Society yang dirilis pada Maret lalu menunjukkan lebih dari 70 persen masyarakat China mengaku tidur siang setidaknya 30 menit pada sore hari.

Data tersebut menggambarkan bahwa kebutuhan terhadap waktu tidur atau istirahat pada siang hari cukup besar.

Kondisi itu kemudian dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk menghadirkan layanan yang sesuai dengan kebiasaan masyarakat.

Bioskop Lumiere menjadi salah satu contoh bagaimana ruang yang sebelumnya kurang produktif pada jam tertentu dapat diubah menjadi fasilitas alternatif.

Kehadiran “Rencana Berbaring” memperlihatkan bagaimana sebuah bioskop mencoba beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mencari sumber pendapatan tambahan.

Studio yang biasanya digunakan untuk menonton film kini dapat berfungsi sebagai ruang istirahat selama beberapa jam pada hari kerja.

Dengan kursi yang bisa direbahkan, suasana gelap, selimut, serta minuman gratis, fasilitas tersebut menawarkan pengalaman tidur siang yang berbeda.

Bagi pengguna, layanan itu menjadi alternatif praktis untuk beristirahat. Sementara bagi pengelola bioskop, ruang yang biasanya sepi tetap dapat memberikan pemasukan.

Respons positif dari pengguna dan media sosial lokal juga menunjukkan bahwa konsep tersebut memiliki daya tarik tersendiri. Terlebih, tidur siang sudah menjadi kebiasaan yang cukup umum di China.

Fenomena ini menjadi contoh unik pemanfaatan ruang bioskop di luar fungsi utamanya.

Ketika studio sepi pada siang hari, ruangan tersebut justru dapat berubah menjadi tempat bagi pekerja kantoran untuk melepas lelah sebelum kembali menjalani aktivitas. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Garmin Cirqa

Garmin Cirqa Hadir di Indonesia, Gelang Pintar Tanpa Layar dan 80 Mode Olahraga