BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah memberikan penjelasan mengenai pengadaan puluhan ribu motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berhasil lolos.
Menurutnya, anggaran untuk pengadaan tersebut sudah diajukan sebelum ia menjabat sebagai menteri.
Dalam penjelasannya, Purbaya menyatakan bahwa ia seingatnya telah menolak pengajuan untuk pengadaan motor listrik ini.
Namun, setelah ditelusuri, ternyata sebagian dari pengadaan tersebut sudah sempat disetujui, mungkin karena anggaran itu diajukan sebelum ia menjadi menteri.
“Tahun lalu itu ada miskomunikasi kali dari anak buah saya ke saya. Seingat saya, saya tanya sudah ditolak, tetapi ternyata sebagian sudah sempat lolos. Mungkin juga sudah diajukan sebelum saya jadi menteri, jadi saya tidak tahu,” ungkap Purbaya di kantornya yang terletak di Jakarta Pusat pada Kamis (9/4/2026).
Meskipun ada pengadaan motor listrik yang sudah berjalan, Purbaya menegaskan bahwa tidak akan ada lagi pengadaan untuk program MBG pada tahun ini.
Hal ini juga telah disampaikan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.
“Saya tanya semalam, tahun ini ada nggak? Jawabannya tidak ada. Jadi tahun ini tidak ada lagi pembelian,” tegas Purbaya.
Sebelumnya, Dadan Hindayana memberikan keterangan mengenai alasan pengadaan puluhan ribu motor listrik tersebut.
Menurutnya, motor listrik itu dibutuhkan untuk menunjang operasional program MBG di daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh kendaraan konvensional.
“Ini kan untuk menjangkau daerah-daerah yang sangat sulit, jangkau desa-desa. Ini untuk mendukung operasional,” kata Dadan di Kompleks Istana Kepresidenan pada Rabu (8/4/2026).
Dadan melanjutkan dengan menjelaskan bahwa realisasi pengadaan motor listrik mencapai sekitar 21.600 unit dari target 24.400 unit yang telah ditentukan sebelumnya.
Anggaran untuk pengadaan ini berasal dari alokasi tahun 2025. Harga pasaran untuk satu unit motor listrik tersebut diklaim mencapai Rp 52 juta, namun BGN berhasil membeli dengan harga sekitar Rp 40 jutaan per unit.
“Harga pasaran Rp 52 juta, tapi kita beli kalau tidak salah Rp 42 juta, di bawah harga pasaran,” tambah Dadan menjelaskan rincian biaya tersebut.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.
Dalam menjalankan program ini, keberadaan sarana transportasi yang memadai sangat penting agar distribusi makanan bergizi dapat dilakukan secara efektif dan efisien.
Dengan adanya motor listrik ini diharapkan proses distribusi makanan sehat dan bergizi bisa lebih cepat dan tepat sasaran, terutama di daerah terpencil dan pedesaan yang sering kali terabaikan dalam hal aksesibilitas layanan kesehatan dan gizi.
Namun demikian, meskipun pengadaan motor listrik sudah berjalan dengan sebagian unit telah diterima dan digunakan, ke depan Kementerian Keuangan akan lebih berhati-hati dalam menangani proses pengajuan anggaran dan pengadaan barang agar miskomunikasi serupa tidak terulang kembali.
Selanjutnya, Purbaya juga mengingatkan pentingnya transparansi dalam penggunaan anggaran terkait program MBG ini.
Setiap langkah pengadaan seharusnya dilakukan dengan pertimbangan yang matang agar tidak hanya efisien secara biaya tetapi juga efektif dalam mencapai tujuan utama program yaitu meningkatkan kesehatan masyarakat melalui penyediaan makanan bergizi. (*/stch/dda)
















