Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Modal Usaha Tanpa Agunan? Ini Cara Dapat Pinjaman Kelompok dari Amartha

Pinjaman kelompok amarthaPinjaman kelompok amartha
Pinjaman kelompok Amartha bantu perempuan di desa dapat modal tanpa agunan

BANYUMASEKSPRES.ID, Modal usaha tanpa agunan kini menjadi opsi nyata bagi pelaku usaha mikro, khususnya perempuan di pedesaan, berkat skema pembiayaan kelompok dari fintech peer-to-peer lending Amartha.

Melalui pendekatan berbasis komunitas, Amartha memberi solusi keuangan inklusif yang tidak hanya fokus pada dana pinjaman, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi berkelanjutan bagi para pelaku usaha mikro.

Pinjaman modal usaha yang ditawarkan Amartha tidak memerlukan agunan fisik seperti aset atau sertifikat tanah, sehingga dapat diakses oleh masyarakat yang belum terjangkau layanan keuangan formal.

Sistem pinjaman dilakukan secara kelompok dengan jumlah anggota sekitar 15 hingga 20 orang yang saling bertanggung jawab untuk memastikan kelancaran pengembalian dana pinjaman.

Pendekatan ini tidak hanya memperkuat rasa tanggung jawab bersama, tetapi juga membangun solidaritas dan dukungan moral antaranggota dalam kelompok tersebut secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Amartha percaya bahwa komunitas lokal memiliki potensi besar untuk saling menopang dalam proses pertumbuhan ekonomi mikro, asalkan diberikan akses dan pendampingan yang sesuai.

Aria Widyanto, Chief Risk and Sustainability Officer Amartha, menyebut bahwa skema ini dirancang untuk memberdayakan perempuan pengusaha mikro di desa yang belum memiliki akses perbankan.

“Amartha mengusung misi untuk menjangkau mereka yang belum tersentuh layanan keuangan formal. Kami percaya, dengan pendampingan yang tepat, mereka bisa naik kelas,” ujar Aria Widyanto.

Bagi Amartha, inklusi keuangan bukan hanya tentang memberi pinjaman, tetapi juga mendidik masyarakat agar memiliki literasi finansial yang cukup untuk mengelola dan mengembangkan usaha.

Tanpa mewajibkan BI Checking, Amartha menggunakan teknologi berbasis data dan survei lapangan untuk menilai kelayakan calon peminjam, termasuk wawancara langsung dan analisis berbasis AI.

Sistem ini memungkinkan mereka menjangkau segmen masyarakat yang tidak memiliki riwayat kredit formal, namun tetap berpotensi menjadi debitur yang baik dan produktif.

Proses pengajuan pun dibuat sederhana dan cepat, dengan syarat administrasi yang mudah dipahami oleh masyarakat di desa dan tidak memberatkan secara teknis maupun birokratis.

Tak sekadar memberikan modal usaha tanpa jaminan, Amartha juga membekali mitra dengan pelatihan mengenai pencatatan keuangan usaha serta pemisahan antara uang pribadi dan usaha.

“Banyak mitra kami yang sebelumnya belum terbiasa mencatat keuangan. Setelah ikut pelatihan, mereka mulai bisa membedakan mana kebutuhan pribadi dan mana kebutuhan usaha,” jelas Aria.

Melalui pertemuan mingguan, mitra binaan mendapat sesi edukasi keuangan, evaluasi perkembangan usaha, serta motivasi kewirausahaan yang membangun semangat dan kepercayaan diri.

Cara Mendapat Pinjaman Kelompok Tanpa Agunan dari Amartha

Bagi pelaku usaha mikro yang tertarik untuk mengakses pinjaman kelompok tanpa jaminan, berikut adalah langkah-langkah yang bisa diikuti secara sederhana dan praktis:

1. Bergabung dengan Kelompok Usaha

Bentuk atau gabung dengan kelompok usaha beranggotakan 15–20 orang perempuan pelaku usaha mikro di wilayah tempat tinggal Anda.

2. Ikuti Survei dan Wawancara Lapangan

Tim Amartha akan melakukan survei langsung dan wawancara untuk menilai kelayakan serta potensi usaha calon peminjam secara menyeluruh.

3. Ikuti Pelatihan Dasar Keuangan

Sebelum menerima pinjaman, mitra wajib mengikuti pelatihan mengenai pengelolaan keuangan usaha serta pemahaman dasar tanggung jawab peminjaman kelompok.

4. Pencairan Dana dan Pertemuan Rutin

Setelah lolos verifikasi, dana akan dicairkan dan mitra diwajibkan mengikuti pertemuan mingguan untuk evaluasi, pelaporan, dan sesi edukasi lanjutan.

5. Gunakan Dana Sesuai Tujuan Usaha

Dana pinjaman harus digunakan sesuai peruntukan usaha yang diajukan, bukan untuk kebutuhan pribadi agar keberlangsungan usaha tetap terjaga.

Hingga kini, jutaan perempuan pengusaha mikro telah merasakan manfaat dari program pembiayaan kelompok Amartha, terutama di sektor usaha rumahan dan kebutuhan harian masyarakat.

Jenis usaha yang didukung bervariasi mulai dari warung kelontong, pengolahan makanan, peternakan kecil, hingga produksi kerajinan tangan yang dilakukan dari rumah.

Dengan pendekatan komunitas dan edukasi berkelanjutan, Amartha membentuk ekosistem keuangan mikro yang mandiri, inklusif, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara nyata.

Model pembiayaan ini bukan hanya menawarkan solusi modal usaha tanpa agunan, tetapi juga menciptakan perubahan sosial di tingkat akar rumput melalui pemberdayaan perempuan.

Melalui model pinjaman kelompok tanpa jaminan, Amartha membuktikan bahwa inklusi keuangan bisa dicapai dengan pendekatan yang tepat, teknologi yang bijak, dan kepekaan sosial tinggi. (Okt)

Berita Sebelumnya
Bluaccount

Fitur dan Keunggulan bluAccount for Teens dari blu by BCA Digital

Berita Selanjutnya
Peluang beasiswa di kabupaten madiun 2025 telah dibuka

Peluang Beasiswa Kuliah 2025 Kabupaten Madiun, Pendaftaran Dibuka 16 September