BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Warga Desa Prigi, yang terletak di Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, belakangan ini mengalami keresahan akibat keberadaan seekor monyet peliharaan yang terlepas dan berkeliaran di area permukiman mereka.
Hewan primata ini dilaporkan sering mengejar warga, terutama perempuan, dan bahkan sempat masuk ke dalam rumah-rumah penduduk.
Peristiwa yang mengganggu ketenangan ini menjadi viral dan menarik perhatian publik setelah banyak dibahas di berbagai platform media sosial.
Kejadian yang menghebohkan ini berlangsung pada awal pekan lalu. Menyusul laporan dari masyarakat, petugas dari Pemadam Kebakaran (Damkar) Banjarnegara turun tangan untuk menangani situasi tersebut.
Menurut Nur Aziz, anggota Damkar Pos Banjarnegara, pihaknya menerima laporan dari kepala dusun setempat mengenai monyet yang lepas tersebut.
“Laporan masuk dari Kadus Prigi. Itu sebenarnya monyet peliharaan, tapi terlepas dan tidak bisa ditangkap kembali, sehingga warga meminta bantuan Damkar,” ungkapnya saat dihubungi pada Rabu (6/5/2026).
Monyet tersebut diketahui telah lepas sejak Sabtu (2/5/2026). Selama tiga hari berkeliaran, hewan ini menunjukkan perilaku agresif dengan mengejar warga yang melintas.
Situasi ini tentu menimbulkan rasa khawatir di kalangan masyarakat setempat, terutama bagi mereka yang memiliki anak kecil atau hewan peliharaan lainnya.
Tak heran jika masyarakat merasa perlu untuk segera mendapatkan bantuan agar situasi ini tidak semakin memburuk.
Menanggapi laporan tersebut, petugas Damkar segera menuju lokasi kejadian pada pukul 09.30 dengan melibatkan tiga personel untuk melakukan evakuasi.
Dalam proses penangkapan monyet tersebut, tim menghadapi sedikit perlawanan dari hewan itu.
“Kami pancing dengan makanan, lalu saat lengah langsung kami tangkap,” jelas Nur Aziz menjelaskan strategi yang digunakan oleh timnya untuk menangkap monyet yang sedang dalam keadaan liar itu.
Proses penangkapan berlangsung hingga pukul 11.00 tanpa adanya kendala berarti.
Beruntungnya, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini meskipun sebelumnya warga sempat merasakan ketakutan akibat keberadaan monyet tersebut.
Sebelum memanggil Damkar, pemilik monyet bersama warga setempat juga telah berusaha menangkap hewan itu namun belum berhasil.
Setelah berhasil ditangkap dan diamankan oleh petugas Damkar, monyet tersebut kini berada dalam pengawasan mereka sambil menunggu arahan lebih lanjut mengenai penanganan selanjutnya.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah melepaskan kembali hewan tersebut ke habitat aslinya yang jauh dari kawasan permukiman agar tidak menimbulkan masalah serupa di kemudian hari.
“Saat ini sudah kami amankan. Untuk penanganan selanjutnya kami masih menunggu arahan terkait kemungkinan nanti akan dilepasliarkan ke habitatnya yang jauh dari permukiman,” pungkas Nur Aziz dengan harapan bahwa tindakan tersebut dapat mengurangi kekhawatiran masyarakat.
Kejadian seperti ini bukanlah hal baru di Indonesia, di mana interaksi antara manusia dan satwa liar seringkali terjadi ketika hewan-hewan tersebut terlepas dari pemiliknya atau kehilangan habitat alaminya akibat pembangunan infrastruktur atau alih fungsi lahan.
Masyarakat perlu menyadari pentingnya menjaga jarak dan tidak mengganggu satwa liar demi keselamatan baik pihak manusia maupun hewan itu sendiri.
Dalam kasus monyet peliharaan ini, penting bagi pemilik untuk lebih memperhatikan keamanan hewan peliharaannya agar tidak terjadi insiden serupa di masa depan.
Selain itu, edukasi mengenai cara merawat dan menjaga satwa peliharaan juga sangat diperlukan agar hewan-hewan tersebut tetap aman dan tidak membahayakan orang lain.
Pihak berwenang juga disarankan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bagaimana seharusnya menangani situasi ketika bertemu dengan satwa liar atau hewan peliharaan yang terlepas seperti dalam kasus ini.
Dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya interaksi yang aman antara manusia dan satwa liar, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir. (jud/stch/dda)
















