Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Muhammadiyah Kenalkan Varietas Padi Mentari di Kebumen, Lebih Pulen dan Lebih Rendah Karbohidrat

Muhammadiyah kenalkan varietas padi mentariMuhammadiyah kenalkan varietas padi mentari
UNGGUL: Peluncuran varietas Padi Mentari saat Jambore Nasional Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) I, di Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO), Sabtu (20/9).

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Sebuah langkah signifikan dalam inovasi pertanian dilakukan dengan peluncuran varietas padi unggul bernama Padi Mentari oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Acara ini berlangsung di Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) pada Sabtu (20/9), bertepatan dengan Jambore Nasional Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) I.

Varietas padi yang diperkenalkan ini menjanjikan banyak keunggulan yang tidak hanya bermanfaat bagi sektor pertanian tetapi juga kesehatan masyarakat.

Padi Mentari memiliki tingkat protein yang mencapai hingga 13 persen, hampir dua kali lipat dibandingkan dengan varietas padi biasa.

Selain itu, kandungan amilosanya hanya sebesar 13,56 persen sehingga membuatnya lebih pulen dan lebih rendah karbohidrat.

Hal ini menjadikannya pilihan ideal bagi penderita diabetes dan mereka yang ingin mengurangi asupan karbohidrat tanpa mengorbankan kenikmatan makan nasi.

Pengembangan varietas padi ini merupakan hasil wakaf dari Prof Totok Agung dan telah melalui uji coba tanam di Demak sebelum akhirnya ditanam di lahan seluas 5.000 meter persegi sebagai bagian dari acara peluncuran tersebut.

Peluncuran ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting termasuk Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Sudaryono; Ketua MPM PP Muhammadiyah, Muhammad Yamien; Sekda Jawa Tengah, Sumarno; serta Bupati Kebumen, Lilis Nuryani.

Dalam sambutannya, Haedar Nashir menyatakan dukungan penuh terhadap para petani Muhammadiyah dalam upaya mereka mengembangkan pertanian berbasis kemandirian dan inovasi.

“Hari ini adalah hari yang penting bagi keluarga JATAM se-Indonesia untuk memulai menanam padi-padian yang unggul,” ungkapnya.

Nama Mentari sendiri dipilih untuk mencerminkan harapan bahwa masa depan pertanian Muhammadiyah akan semakin cerah, mandiri, dan penuh daya saing.

Haedar menambahkan bahwa sinar matahari merupakan sahabat bagi para petani dan berharap bahwa varietas Padi Mentari akan menjadi simbol dari kemajuan dan manfaat besar bagi masyarakat luas.

“Insya Allah, ke depan, padi-padi yang dihasilkan dari varietas Padi Mentari ini akan menjadi varietas unggul berkemajuan,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono memberikan apresiasi kepada Muhammadiyah atas kontribusinya dalam pembangunan sektor pertanian nasional.

Menurutnya, program pertanian pemerintah memerlukan kolaborasi dengan masyarakat agar dapat berjalan maksimal.

“Semua yang punya inisiatif kita dukung,” jelasnya sembari menegaskan bahwa kementerian siap membeli varietas unggul dan tersertifikasi berapa pun jumlahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua MPM PP Muhammadiyah Nurul Yamien menyampaikan tema acara yaitu “Daulat Pangan untuk Indonesia Berkemakmuran”.

Tema ini merupakan manifestasi dari semangat untuk meningkatkan kesejahteraan melalui sektor pangan dan mencerminkan tema Tanwir Muhammadiyah di Kupang sebelumnya.

“Kami berharap tema ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kemakmuran Indonesia melalui sektor pertanian,” ujarnya.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani juga menyambut baik hadirnya varietas baru dari Muhammadiyah ini dengan tegas mengatakan bahwa kedaulatan tidak hanya soal produksi tetapi juga tentang menguatkan posisi petani sebagai pilar kesejahteraan bangsa.

“Inovasi ini adalah bukti bahwa Muhammadiyah tidak berhenti pada wacana tetapi memberikan solusi nyata,” katanya.

Menambahkan pandangannya tentang pentingnya menjaga lahan pertanian, Sekda Jateng Sumarno menyampaikan bahwa meskipun Jawa Tengah termasuk provinsi penumbuh pangan penting namun adanya pengurangan lahan menjadi tantangan tersendiri.

Untuk itu telah disusun perda tata ruang guna menjaga lahan persawahan tetap lestari dengan komitmen semua pihak termasuk kabupaten dan kota agar dapat dipertahankan keberlangsungannya.

“Kita sudah menetapkan luasan lahan sawah yang dilindungi,” tegasnya.

Peluncuran Padi Mentari oleh PP Muhammadiyah bukan sekadar memperkenalkan varietas baru tetapi lebih jauh lagi merupakan langkah strategis menuju kedaulatan pangan nasional serta peningkatan kesejahteraan petani melalui inovasi pertanian berbasis penelitian dan teknologi modern yang ramah lingkungan serta berorientasi pada kesehatan konsumen. (mam/stch)

Berita Sebelumnya
Pkh tahap 3 2025

Cek Saldo Bansos PKH Tahap 3 September 2025 Langsung dari ATM Bank Himbara

Berita Selanjutnya
Atap gedung kpt brebes ambruk

Atap Gedung KPT Brebes Ambruk Timpa 2 Orang, Pemkab Telusuri Penyebabnya