Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pedagang Khawatir Cuaca tak Menentu, Potensi Hujan Mendadak di Hampir Seluruh Jawa Tengah

Pedagang khawatir cuaca tak menentuPedagang khawatir cuaca tak menentu
MENDUNG: Cuaca mendung di Alun-alun Purwokerto, Minggu (21/9).

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Sebagian besar wilayah Jawa Tengah diperkirakan mengalami cuaca berawan sepanjang hari Minggu, 21 September. Namun demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi hujan ringan hingga sedang yang dapat terjadi secara tiba-tiba di sejumlah daerah.

Prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang ini berlaku selama 12 jam mulai dari pukul 07.00 hingga 19.00 WIB.

Intensitas hujan diprediksi lebih sering terjadi di wilayah barat, kawasan pegunungan, serta dataran tinggi di Jawa Tengah.

Beberapa daerah yang diperkirakan akan diguyur hujan antara lain Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, dan Mungkid.

Selain itu, kemungkinan hujan ringan juga bisa terjadi di Boyolali, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Magelang, Salatiga, dan Semarang. Forecaster On Duty BMKG Arif N. menegaskan bahwa kondisi cuaca ini merupakan ciri khas musim peralihan atau pancaroba.

“Cuaca berawan hingga hujan ringan masih berpotensi terjadi hingga sore hari terutama di wilayah barat dan selatan Jawa Tengah,” ujar Arif N.

Menurut catatan BMKG suhu udara harian berkisar antara 18–34 derajat Celsius dengan kelembaban mencapai 40–95 persen.

Arah angin bertiup dari Timur ke Selatan dengan kecepatan 5–25 km/jam. Masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap potensi hujan yang bisa disertai dengan angin kencang.

Perubahan cuaca yang tidak menentu ini dirasakan langsung oleh warga setempat termasuk Siti seorang pedagang di kawasan Alun-alun Purwokerto. Dia mengaku khawatir jika hujan turun hingga malam hari karena dapat mengganggu aktivitas jualannya.

“Tadi pagi saya lihat cerah terus tiba-tiba ini mendung dan sepertinya bakalan hujan. Kalau hujan sampai malam ya saya pulang. Tapi semoga saja hujannya tidak sampai malam agar saya bisa tetap berjualan,” ungkap Siti kepada awak media.

Fenomena cuaca seperti ini memang sering terjadi pada masa peralihan musim atau pancaroba ketika perubahan suhu dan kelembaban udara bisa sangat dinamis dalam waktu singkat.

Kondisi ini tentu mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat terutama mereka yang bergantung pada aktivitas luar ruangan seperti pedagang pasar atau petani.

Dalam konteks pertanian misalnya hujan yang turun tiba-tiba bisa menjadi berkah sekaligus tantangan.

Di satu sisi curah hujan dapat membantu mengairi lahan pertanian namun di sisi lain jika intensitasnya terlalu tinggi atau disertai angin kencang maka bisa merusak tanaman atau menunda proses panen.

Masyarakat diharapkan untuk selalu memantau prakiraan cuaca dan informasi yang dikeluarkan oleh BMKG agar dapat mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan perubahan cuaca yang cepat dan tidak terduga.

Cuaca yang berubah-ubah seperti ini juga berdampak pada sektor transportasi terutama penerbangan dan pelayaran dimana kondisi atmosfer yang berubah drastis dapat mempengaruhi jadwal keberangkatan maupun kedatangan.

Di tengah ketidakpastian cuaca peran BMKG sangat vital dalam memberikan informasi akurat dan tepat waktu kepada masyarakat serta pihak-pihak terkait lainnya guna meminimalisir dampak negatif dari perubahan cuaca tersebut.

Bagi masyarakat terutama yang berada di daerah rawan bencana seperti tanah longsor atau banjir bandang kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem perlu ditingkatkan dengan selalu memperhatikan arahan dari instansi terkait.

Kehadiran teknologi modern dalam bidang meteorologi juga semakin membantu dalam meningkatkan akurasi prediksi cuaca sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi dengan cepat dan tepat untuk mengambil langkah antisipatif.

Selanjutnya pemanfaatan informasi cuaca secara efektif dapat membantu dalam pengambilan keputusan baik itu bagi para pelaku usaha pemerintah maupun individu dalam menjalankan aktivitas sehari-hari demi menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi semua pihak.

Penting bagi kita semua untuk selalu waspada terhadap perubahan iklim global yang turut berkontribusi terhadap fenomena cuaca ekstrem seperti saat ini. Dengan pemahaman dan kesiapsiagaan kita bersama semoga segala dampak buruk dari perubahan iklim dapat diminimalisir demi kesejahteraan kita bersama di masa depan. (jeb/stch)

Berita Sebelumnya
Warga kesugihan jadi korban longsor freeport

Warga Kesugihan Cilacap Jadi Korban Longsor Tambang Bawah Tanah Freeport

Berita Selanjutnya
Kpr bpjs tk

Skema BPJS TK untuk Relaksasi Bunga KPR, Segini Nominal yang Didapat