Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Nasib Pembangunan BUMN Tower Setinggi 778 Meter di IKN Tidak Jelas

Nasib bumn tower ikn tak jelasNasib bumn tower ikn tak jelas
Proses pembangungan menara BUMN di IKN

BANYUMASEKSPRES.ID, Nasib pembangunan BUMN Tower yang direncanakan akan menjulang setinggi 778 meter di Ibu Kota Nusantara (IKN) kini menjadi topik hangat yang diperbincangkan.

Hal ini terjadi setelah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dibubarkan dan perannya dialihkan menjadi Badan Pengawas BUMN (BP BUMN).

Transformasi ini menimbulkan pertanyaan tentang kelanjutan proyek ambisius tersebut.

Juru Bicara Otorita IKN (OIKN), Troy Pantouw, mengungkapkan bahwa proyek BUMN Tower awalnya merupakan inisiatif dari Kementerian BUMN.

Namun, hingga saat ini, OIKN belum menerima kabar terbaru mengenai eksekusi rencana tersebut.

“Proyek BUMN Tower adalah kebijakan inisiatif dari Kementerian BUMN pada masanya, dan sampai sekarang pihak kami belum mendengar adanya kelanjutan pembangunan,” ujar Troy pada Rabu (5/11).

Gagasan pembangunan Menara BUMN pertama kali muncul pada Juni 2024, ketika Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) masih berfungsi seperti biasa.

Dalam konteks itu, Ketua Satgas Infrastruktur IKN dari Kementerian PUPR, Danis Sumadilaga, menyatakan bahwa Menara BUMN sudah termasuk dalam rencana besar atau masterplan yang meliputi area bisnis, perkantoran dan perumahan di ibu kota baru tersebut.

Danis mengungkapkan bahwa diskusi mengenai pembangunan Menara BUMN telah dilakukan, tetapi saat itu hanya sebatas perencanaan.

Menurutnya, “Iya, ada diskusi untuk membangun namanya Menara BUMN, kemarin baru perencanaan saya kira.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun proyek tersebut sudah dipertimbangkan secara serius oleh pemerintah sebelumnya, realisasinya masih jauh dari pasti.

Namun demikian, Danis tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang lokasi spesifik untuk pembangunan BUMN Tower.

Ia hanya menegaskan bahwa proyek tersebut masih dalam tahap perencanaan oleh pemerintah.

Dengan status proyek yang masih dalam tahap awal seperti itu, bisa diasumsikan bahwa progres pembangunan menara ini kemungkinan besar akan memakan waktu yang cukup lama sebelum dapat terealisasi.

Perubahan status kelembagaan dari Kementerian menjadi badan pengawas tentu membawa dampak signifikan terhadap dinamika pelaksanaan proyek-proyek besar seperti ini.

Sebagai badan pengawas yang baru dibentuk, BP BUMN memiliki tantangan berat untuk memastikan bahwa berbagai inisiatif strategis yang sudah dirancang sebelumnya tetap berjalan sesuai rencana.

Sementara itu, pertanyaan tentang bagaimana nasib pembangunan Menara BUMN ke depan terus menjadi perhatian publik dan para pemangku kepentingan terkait.

Apakah perubahan ini akan mempercepat keputusan terkait kelanjutan proyek atau justru sebaliknya?

Dengan adanya berbagai tantangan tersebut, penting bagi BP BUMN untuk segera memberikan kejelasan mengenai langkah-langkah yang akan diambil ke depan guna memastikan bahwa proyek ini dapat dilaksanakan.

Di sisi lain, publik juga menantikan respons cepat dari pemerintah terkait penyelesaian isu-isu administratif yang mungkin menghambat kemajuan pembangunan infrastruktur strategis di IKN.

Keberhasilan pelaksanaan proyek-proyek besar seperti Menara BUMN tentunya tidak lepas dari koordinasi yang baik antara berbagai kementerian dan lembaga terkait.

Pengembangan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara memang menjadi salah satu prioritas nasional yang berdampak luas bagi perekonomian dan sosial masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu, keterlambatan atau ketidakpastian dalam pelaksanaan proyek dapat berdampak negatif pada persepsi publik terhadap komitmen pemerintah dalam mewujudkan visi ibu kota baru.

Selain itu, proyek ambisius seperti Menara BUMN juga memerlukan dukungan finansial yang kuat serta manajemen risiko yang efektif agar dapat terealisasi sesuai dengan harapan semua pihak.

Sebagai langkah awal menuju realisasi visi ibu kota baru dengan segala fasilitas modern dan ramah lingkungan, keberlanjutan proyek-proyek infrastruktur harus mendapatkan prioritas utama.

Dengan demikian, masa depan pembangunan di Ibu Kota Nusantara dapat terjamin keberhasilannya sekaligus membuka peluang investasi serta lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. (*/dda)

Berita Sebelumnya
Tulus siap meriahkan panggung konser capytal 2025 semarang pada 22 november 2025 mendatang

Tulus Siap Tampil di Capytal 2025 Semarang, Cek Jadwal dan Harga Tiketnya

Berita Selanjutnya
Saldo dana gratis hingga rp500 an ribu dari menyelesaikan misi di aplikasi whaff rewards

Klaim Saldo DANA hingga 500 Ribuan dari Aplikasi Whaff Rewards, Banyak Misi Harian