Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Net Sell Asing Tembus Rp53 Triliun, Saham BBCA hingga BRMS Paling Banyak Dilepas

Net sell asing di pasar saham indonesia menggila tembus rp53 triliunNet sell asing di pasar saham indonesia menggila tembus rp53 triliun
Net sell asing di pasar saham Indonesia menggila tembus Rp53 triliun.

BANYUMASEKSPRES.ID, Sejumlah saham unggulan di Bursa Efek Indonesia, termasuk PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) hingga PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), menjadi yang paling banyak dilepas oleh investor asing sepanjang paruh pertama 2025.

Pergerakan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai nasib aliran dana asing ke saham-saham tersebut pada paruh kedua tahun ini.

Sepanjang semester I/2025, nilai jual bersih atau net sell investor asing di pasar saham Indonesia mencapai Rp53,56 triliun.

Data tersebut dihimpun dari catatan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan mencerminkan akumulasi penjualan bersih sejak awal perdagangan 2025 hingga penutupan semester pertama.

Saham perbankan menjadi yang paling terdampak dalam distribusi dana keluar. Saham BBCA mencatatkan nilai net sell asing tertinggi yakni sebesar Rp12,7 triliun.

Disusul oleh saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan nilai net sell sebesar Rp9,56 triliun.

Tidak hanya itu, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) juga mencatatkan penjualan asing signifikan sebesar Rp4,39 triliun pada semester pertama tahun ini.

Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mengalami tekanan dengan net sell asing mencapai Rp4 triliun.

Saham perbankan lainnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), juga termasuk dalam jajaran saham yang banyak ditinggalkan investor asing, dengan nilai net sell sebesar Rp3,22 triliun hingga akhir Juni 2025.

Selain sektor perbankan, saham dari sektor energi dan sumber daya alam turut masuk dalam daftar saham dengan nilai jual asing tertinggi. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) mencatatkan net sell asing sebesar Rp2,23 triliun.

Sementara itu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) mencatatkan nilai jual asing sebesar Rp1,55 triliun, dan saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) sebesar Rp1,51 triliun.

Tingginya tekanan jual dari investor asing sejalan dengan performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang belum pulih sepenuhnya.

IHSG tercatat melemah 2,15 persen secara year to date (YtD), dari awal tahun hingga akhir semester I/2025. Pada penutupan perdagangan 30 Juni 2025 lalu, IHSG berada di level 6.927,67.

Menurut Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer, dominasi sektor perbankan dalam daftar saham yang paling banyak dijual asing menunjukkan adanya pergeseran preferensi global.

“Hal ini bisa jadi refleksi dari rotasi sektor secara global dan sentimen risk-off investor asing terhadap emerging market, seiring ekspektasi bahwa suku bunga global terutama dari The Fed masih akan cenderung bertahan lebih lama dari yang diperkirakan,” kata Miftahul, Senin, 7 Juli 2025.

Ia menambahkan bahwa fluktuasi aliran dana asing masih akan berlanjut pada semester II/2025. Pergerakan tersebut akan sangat bergantung pada perkembangan dinamika global maupun kondisi domestik.

“Kami masih melihat ada ruang pembalikan arus dana asing di paruh kedua tahun ini, terutama jika ada katalis positif seperti penurunan suku bunga global, stabilnya nilai tukar rupiah, serta rilis data ekonomi domestik yang solid, termasuk pertumbuhan PDB kuartal II/2025 dan kinerja fiskal,” ujar Miftah.

Miftahul menilai saham-saham perbankan besar seperti BBCA dan BMRI masih akan memegang peranan penting terhadap pergerakan dana asing ke depan.

Saham pt bank central asia tbk. atau bbca paling banyak dilepas investor asing di kuartal i 2025
Saham PT Bank Central Asia Tbk. atau BBCA paling banyak dilepas investor asing di kuartal I 2025.

Selain itu, sektor energi, termasuk emiten batu bara dan nikel, juga bisa menjadi daya tarik, terutama jika kondisi pasar membaik.

Menurutnya, sektor-sektor lain seperti telekomunikasi dan konsumen primer yang bersifat defensif juga berpotensi dilirik kembali oleh investor asing, terutama yang mengutamakan pertumbuhan stabil dan dividen menarik.

“Fokus investor asing kemungkinan akan beralih ke saham dengan pertumbuhan stabil, dividen menarik, dan eksposur yang minim terhadap risiko geopolitik atau tekanan eksternal lain,” tutur Miftahul.

Sementara itu, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta memproyeksikan bahwa sepanjang 2025 pasar saham Indonesia masih akan mencatatkan net sell asing secara keseluruhan.

Namun, peluang penyusutan tekanan jual dari asing cukup terbuka pada paruh kedua tahun ini.

Ia menyebut bahwa akumulasi oleh investor asing bisa terjadi pada saham-saham yang sudah berada dalam kondisi undervalued.

Saham-saham perbankan besar seperti BBCA, BMRI, dan BBNI dinilai masih menyimpan potensi menarik untuk kembali diakumulasi.

“Bank Indonesia berkomitmen turunkan suku bunga acuan, karena pertumbuhan ekonomi harus digenjot atau dioptimalkan,” ujar Nafan.

Kebijakan moneter yang lebih akomodatif dinilai menjadi katalis positif bagi pergerakan dana asing.

Meskipun demikian, ada tantangan tersendiri yang dapat menghambat arus masuk modal asing, yaitu perlambatan proyeksi pertumbuhan ekonomi. Salah satu perhatian pasar adalah penurunan outlook pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemerintah telah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi 2025 menjadi 5 persen, lebih rendah dari target awal dalam APBN 2025 yang sebesar 5,2 persen. Revisi ini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam strategi investor asing.

Dengan kondisi yang masih diliputi ketidakpastian, pelaku pasar dan investor perlu mencermati sentimen global dan domestik secara berkala.

Potensi rebound dana asing tetap ada, namun dibutuhkan sinyal yang kuat dari sisi kebijakan maupun fundamental emiten untuk mendorong pemulihan kepercayaan investor global terhadap pasar saham Indonesia.(fam)

Berita Sebelumnya
Pernah ditahan di imigrasi arab saudi

Gara-gara Penampilannya, Limbad Ditahan di Imigrasi Arab Saudi saat Umrah

Berita Selanjutnya
Rekrutmenbersamabumn2025

Rekrutmen Bersama BUMN 2025: Pengumuman Hasil Seleksi Final, Segera Cek Link Berikut!