Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Cara Mengambil Uang Tunai Rp 11 Triliun, Seandainya Anda Memilikinya!
Paguyuban Minta Pemkab Prioritaskan PKL Untuk Mengisi Kios di Pusat Kuliner Kapal Mendoan Kebumen
Toy Story 5 Hadirkan Tantangan Baru di Era Digital

Paguyuban Minta Pemkab Prioritaskan PKL Untuk Mengisi Kios di Pusat Kuliner Kapal Mendoan Kebumen

Paguyuban minta pemkab prioritaskan pklPaguyuban minta pemkab prioritaskan pkl

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Upaya pengisian kios kosong di pusat kuliner Kapal Mendoan mendapat dukungan penuh dari Ketua Paguyuban Pedagang Alun-alun, Muhajir. Ia menekankan pentingnya prioritas bagi para pedagang kaki lima (PKL) yang belum tertampung dalam upaya ini.

Muhajir mengungkapkan, banyak PKL saat ini masih berjualan secara lesehan di alun-alun, khususnya saat Car Free Day (CFD).

“Jumlahnya ratusan. Lebih dari cukup untuk mengisi kuota 36 kios yang masih kosong yang disiapkan Pemkab,” ujar Muhajir ketika ditemui di kiosnya, kemarin (17/6).

Menurut Muhajir, terdapat dua kategori PKL, mereka yang sudah menjadi anggota paguyuban dan terdaftar di Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Kebumen serta pedagang baru atau musiman yang belum terdaftar.

“PKL anggota paguyuban saya 135 PKL dan seluruhnya sudah tertampung semua di kapal mendoan,” tambah Muhajir.

Dengan demikian, memprioritaskan PKL adalah langkah logis agar tujuan awal pembangunan Kapal Mendoan terpenuhi—yakni menampung para PKL agar tidak lagi berjualan di alun-alun.

Harapannya jelas: “Jangan sampai yang menempati kios di kapal mendoan bukan PKL. PKL asli Kebumen harus diprioritaskan,” tegas Muhajir.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop UKM Kabupaten Kebumen, Haryono Wahyudi menyatakan keterbukaannya terhadap masukan tersebut. Mekanisme pengisian kios kosong tengah dikaji lebih lanjut.

Yang dapat ia pastikan adalah bahwa seluruh PKL yang sudah terdata telah mendapatkan tempat di Kapal Mendoan.

“Ini sedang kami kaji karena masukan dari pedagang ingin yang atas ramai. Kalau PKL alun-alun sesuai data semua sudah tertampung di Mendoan,” ungkap Haryono lewat sambungan telepon.

Haryono menjelaskan bahwa lantai 2 Kapal Mendoan menjadi fokus utama karena banyak kios kosong berada di situ dibandingkan dengan lantai 1. Hal ini memerlukan perhatian khusus agar area tersebut bisa lebih menarik bagi pengunjung.

Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Disperindagkop UKM berencana membuka pendaftaran untuk kios-kios tersebut pada Juli 2025. Haryono menyebut ada 36 kios kosong di bagian atas sebelah utara yang perlu segera diisi dengan formula tepat.

Pihaknya juga mempertimbangkan jenis produk apa saja yang boleh dijual agar tidak ada keluhan sepi pembeli nantinya. “Karena itu pula kita masih butuh kajian dan masukan dari berbagai pihak, agar Kapal Mendoan bisa menjadi magnet ekonomi bagi masyarakat yang berkunjung ke Alun-alun,” tutur Haryono kepada media.

Dengan strategi pengisian ini, harapan besar diletakkan pada keberhasilan penataan ulang pusat kuliner tersebut sehingga mampu meningkatkan daya tarik ekonomi daerah dan kesejahteraan para pedagang lokal. Proses selektif dalam menentukan pedagang mana saja yang dapat menempati kios akan dilakukan dengan cermat demi memastikan setiap keputusan membawa manfaat maksimal bagi semua pihak terkait.

Keberadaan Kapal Mendoan sebagai pusat kuliner tak hanya sekadar tempat berdagang tetapi juga simbol integrasi antara kebijakan pemerintah daerah dan aspirasi masyarakat terutama pelaku usaha kecil menengah seperti para PKL setempat. (cah/stch)

Berita Sebelumnya
Tumpukan uang 11.8 triliun

Cara Mengambil Uang Tunai Rp 11 Triliun, Seandainya Anda Memilikinya!

Berita Selanjutnya
Toy story 5

Toy Story 5 Hadirkan Tantangan Baru di Era Digital