Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Satgas KTR Banjarnegara Ditingkatkan, Fokus Lindungi Non-Perokok di Ruang Publik
APBN Indonesia Berpeluang Hemat Triliunan, Harga Minyak Dunia Turun Usai Kesepakatan AS–Iran

APBN Indonesia Berpeluang Hemat Triliunan, Harga Minyak Dunia Turun Usai Kesepakatan AS–Iran

Kesepakatan AS Iran Untungkan APBNKesepakatan AS Iran Untungkan APBN
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menilai bahwa kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran membawa dampak positif yang signifikan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dalam pernyataannya, Purbaya menjelaskan bahwa anggaran yang sebelumnya disiapkan untuk subsidi energi kini akan berkurang seiring dengan penurunan harga minyak dunia.

“Kan kemarin sebagian anggaran sudah kita sisihkan untuk subsidi, sehingga akan jauh berkurang, ada ruang untuk memberi pembiayaan program-program lain yang dianggap penting oleh Presiden. Jadi kita lihat seperti apa dan baru kita adjust,” ungkap Purbaya saat konferensi pers di Gedung DPR, Jakarta, pada Senin (15/6/2026).

Penting untuk dicatat bahwa meskipun terdapat perubahan positif dalam alokasi anggaran, Purbaya tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait dengan kondisi geopolitik global yang dapat mempengaruhi perekonomian Indonesia.

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus mencermati perkembangan situasi di tingkat internasional.

“Jadi kita liat seperti apa dan baru kita adjust,” tambahnya, menekankan perlunya respons yang tepat terhadap dinamika global yang terus berubah.

Kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump melalui unggahan di media sosial pada Minggu (14/6/2026).

Dalam pernyataan tersebut, Trump menyebutkan bahwa ia telah mengizinkan pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa biaya, serta memerintahkan pencabutan blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dengan segera.

“Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak kembali mengalir!” tulis Trump di platform Truth Social.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dan Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi juga mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan.

Selain itu, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang pemerintahannya turut membantu proses mediasi kesepakatan tersebut, mengungkapkan bahwa penandatanganan resmi akan berlangsung di Swiss pada hari Jumat mendatang.

Dampak dari kesepakatan ini sangat luas dan melibatkan banyak aspek ekonomi global.

Penurunan harga minyak secara langsung akan memengaruhi anggaran negara-negara yang bergantung pada pendapatan dari sektor energi.

Bagi Indonesia sendiri, pengurangan subsidi energi adalah langkah strategis yang bisa menghadirkan peluang untuk meningkatkan alokasi dana bagi program-program pembangunan lainnya.

Dengan adanya ruang anggaran yang lebih fleksibel, pemerintah dapat memprioritaskan investasi dalam infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta program-program sosial lainnya yang mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Kawasan Tanpa Rokok Bukan Larangan Merokok

Satgas KTR Banjarnegara Ditingkatkan, Fokus Lindungi Non-Perokok di Ruang Publik