Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Veda Ega Pratama Akhiri Balapan Moto3 Hungaria 2026 di Posisi ke-16

Veda Gagal Raih Poin di HungariaVeda Gagal Raih Poin di Hungaria
Pembalap Honda Team Asia, Veda Ega Pratama

BANYUMASEKSPRES.ID, Pada balapan Moto3 Hungaria 2026 yang berlangsung di Sirkuit Balaton Park pada Minggu, 7 Juni 2026, pembalap muda Indonesia yang membela Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, harus mengakhiri perlombaan tanpa meraih poin setelah finis di posisi ke-16.

Hasil ini sekaligus menunda peluang Veda untuk menambah koleksi poinnya dalam klasemen kejuaraan dunia Moto3 yang sangat kompetitif.

Balapan dimulai dengan dominasi pembalap pole sitter, David Almansa, yang langsung menunjukkan kecepatan superiornya dan mengambil alih posisi terdepan sejak detik-detik awal perlombaan.

Sementara itu, Veda yang memulai balapan dari posisi sembilan tampil penuh semangat dan agresif.

Dia bahkan berhasil naik ke posisi enam pada lap awal, menunjukkan potensi besar yang dimilikinya.

Pada lap kedua, terlihat bagaimana usaha Veda untuk terus bersaing di depan saat ia melakukan manuver menyalip Brian Uriarte di Tikungan 1.

Namun, situasi kembali berbalik ketika Uriarte berhasil merebut kembali posisinya hanya dalam hitungan detik di Tikungan 2.

Ketegangan mulai meningkat ketika pada lap ketiga, Veda menerima notifikasi long lap penalty dari FIM Stewards.

Hukuman ini diberikan karena dianggap menghalangi laju pembalap lain, dalam hal ini Ruche Moodley, saat sesi kualifikasi berlangsung sehari sebelumnya.

“Hukuman dijatuhkan karena dianggap menghalangi laju pembalap lain saat sesi kualifikasi,” bunyi keterangan resmi dari MotoGP mengenai keputusan tersebut.

Meskipun sudah berusaha maksimal, posisi Veda semakin sulit ketika ia melebar di salah satu tikungan dan terpaksa turun ke posisi sepuluh sebelum menjalani hukuman tersebut.

Setelah menjalani long lap penalty dan kembali ke lintasan di posisi ketujuh belas, Veda tampaknya tetap berusaha untuk memperbaiki posisinya.

Pada lap keenam, ia berhasil naik lagi ke posisi enam belas setelah Cormac Buchanan melakukan kesalahan dan melebar keluar lintasan.

Di barisan depan, persaingan untuk merebut posisi pertama semakin intensif ketika Maximo Quiles mampu menyalip Almansa pada lap ketujuh.

Lap yang sama juga menjadi momen bagi Veda untuk kembali menunjukkan kemampuannya dengan menyalip Ryusei Yamanaka.

Sayangnya, pembalap asal Jepang itu tidak tinggal diam dan berhasil merebut kembali posisinya pada lap sebelas.

Memasuki lap kelima belas, keadaan tiba-tiba berubah ketika Veda merosot ke urutan sembilan belas tanpa adanya penjelasan yang jelas mengenai penyebabnya.

Sejak saat itu, ia terlibat dalam duel ketat dengan Yamanaka dan Matteo Bertelle untuk memperebutkan posisi delapan belas.

Ketegangan perlombaan semakin meningkat ketika memasuki lap terakhir.

Di rombongan depan terjadi insiden besar saat David Munoz, Valentin Perrone, dan Brian Uriarte mengalami kecelakaan serius saat bersaing memperebutkan tempat ketiga bersama Alvaro Carpe dan Rico Salmela di Tikungan sebelas.

Kecelakaan tersebut membuat balapan terpaksa dihentikan dengan bendera merah sekaligus bendera finis berkibar.

Sebagai hasil dari insiden tersebut, penentuan hasil akhir dilakukan berdasarkan urutan para pembalap pada akhir lap kesembilan belas.

Dalam laporan resmi balapan dicatat bahwa “hasil finis ditentukan berdasarkan posisi pada akhir Lap 19 setelah insiden yang memicu bendera merah.”

Di bagian depan balapan, Maximo Quiles keluar sebagai pemenang yang impresif.

David Almansa berhasil menyusul dan finis di tempat kedua sementara Alvaro Carpe melengkapi podium dengan perolehan posisi ketiga.

Meski mengalami momen sulit selama balapan akibat long lap penalty dan insiden lainnya, Veda Ega Pratama akhirnya berhasil terdongkrak hingga finis di urutan keenam belas berkat kecelakaan massal yang terjadi di lap terakhir tersebut.

Namun demikian, hasil ini masih belum cukup untuk membawa Veda meraih poin dalam klasemen Moto3 Hungaria 2026.

Hal ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi pembalap muda berbakat asal Gunungkidul tersebut untuk terus meningkatkan performanya di masa mendatang.

Kehadiran Veda Ega Pratama dalam ajang Moto3 adalah representasi penting bagi Indonesia dalam dunia balap motor internasional.

Meskipun hasil kali ini tidak sesuai harapan banyak penggemar dan timnya, perjalanan karirnya masih panjang dan penuh tantangan.

Setiap pengalaman baik positif atau negatif akan menjadi bekal berharga baginya untuk menghadapi kompetisi mendatang dengan lebih matang.

Keberanian dan semangat juang yang ditunjukkan oleh Veda patut diapresiasi.

Dia adalah contoh nyata bahwa meskipun ada berbagai rintangan seperti long lap penalty atau situasi sulit lainnya dalam balapan profesional, setiap pembalap harus tetap berjuang demi mencapai impian mereka.

Dengan demikian, semua mata kini tertuju kepada Veda Ega Pratama untuk melihat bagaimana dia akan bangkit dari hasil kurang memuaskan ini dan tampil lebih kuat di balapan selanjutnya. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
RTH Semampir Akan Direvitalisasi

Pemkab Banjarnegara Revitalisasi RTH Semampir, Siapkan Anggaran Hingga 200 Juta

Berita Selanjutnya
Beasiswa Garuda S1

Cara Daftar Beasiswa Garuda S1 2026, Lengkap dengan Syarat dan Jadwal Seleksi