BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Mulai tahun 2027, Kabupaten Cilacap menargetkan pelaksanaan program beasiswa inovatif bertajuk “Satu Desa Satu Sarjana”.
Program ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa, dan diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam pembangunan daerah.
Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, menjelaskan bahwa program beasiswa ini akan sepenuhnya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dengan tujuan memberikan satu beasiswa kepada anak dari setiap desa di wilayah Cilacap.
“Insya Allah, jika kondisi keuangan daerah membaik, kita bisa memulai program ini pada 2027. Setiap desa akan mendapatkan satu sarjana yang dibiayai melalui APBD,” ungkap Syamsul saat memberikan pengarahan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Kamis (22/1).
Program ini dirancang untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademis tetapi juga komitmen kuat untuk kembali dan berkontribusi dalam pembangunan desa asal mereka.
Pemerintah daerah berencana untuk bermitra dengan beberapa perguruan tinggi di sekitar Cilacap guna mendukung pelaksanaan program tersebut.
“Kerjasama dengan perguruan tinggi sekitar Cilacap sangat mungkin dilakukan, sehingga setelah lulus, mereka dapat langsung terlibat dalam pembangunan desa,” tambahnya.
Pelaksanaan program ini tidak hanya bermanfaat bagi penerima beasiswa tetapi juga bagi masyarakat luas.
Dengan adanya sarjana yang kembali ke desa asal mereka, diharapkan terjadi peningkatan kualitas hidup dan pemberdayaan masyarakat setempat.
Sarjana-sarjana ini diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menggerakkan roda pembangunan lokal dengan lebih efektif.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Paiman, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menindaklanjuti arahan Bupati.
Menurutnya, kebijakan ini dapat menjadi pedoman penting bagi aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga pendidik dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat.
“Semoga inisiatif ini bisa menjadi pedoman dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Keberhasilan program “Satu Desa Satu Sarjana” tentu tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.
Pemerintah daerah berharap agar semua elemen masyarakat turut mendukung keberhasilan program ini.
Selain itu, kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi tidak hanya sebatas penerimaan mahasiswa tetapi juga mencakup pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Dengan adanya dukungan penuh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, serta sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan tinggi, program ini berpotensi membawa dampak positif jangka panjang bagi Kabupaten Cilacap.
Generasi muda yang terdidik dan berkomitmen terhadap kemajuan desanya adalah aset berharga yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui rencana strategis ini, Kabupaten Cilacap menunjukkan komitmennya dalam menciptakan sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di era globalisasi sekaligus memajukan daerah asal mereka.
Diharapkan inisiatif semacam ini dapat diadopsi oleh daerah lain sebagai model pengembangan sumber daya manusia berbasis komunitas.
Dengan demikian, pelaksanaan program beasiswa “Satu Desa Satu Sarjana” bukan sekadar janji politik tetapi merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan taraf pendidikan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. (dda/stch/dda)
















