Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pemkab Purbalingga Terus Upayakan Pemenuhan SPPG

Pemkab terus upayakan pemenuhan sppgPemkab terus upayakan pemenuhan sppg
Simbolisasi rencana pembangunan SPPG yang diprakarsai oleh Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Purbalingga.

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

Namun, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Kabupaten Purbalingga masih jauh dari target ideal. Dari kebutuhan 76 SPPG, hanya lima yang saat ini aktif melayani masyarakat.

Kepala SPPG Khusus Kabupaten Purbalingga, Mei Sandra, menyampaikan hal tersebut dalam acara doa bersama untuk pembangunan SPPG baru di Rumah Kreatif, Kompleks Asrama Polisi Purbalingga, pada Kamis, 10 Juli 2025.

“SPPG yang sudah beroperasi di Kabupaten Purbalingga jumlahnya ada lima. Lokasinya di wilayah Kecamatan Kemangkon, Purbalingga, Bobotsari, Bojongsari dan Pengadegan. Sedangkan kebutuhan SPPG di Kabupaten Purbalingga menurut BGN adalah 76,” ungkap Mei Sandra.

Mei menambahkan bahwa pihaknya sangat mendukung langkah strategis Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Purbalingga dalam upaya pembangunan SPPG tersebut.

Badan Gizi Nasional (BGN) telah menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan yayasan ini sebagai yayasan prioritas.

“Pembangunan SPPG ini merupakan langkah strategis oleh Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Purbalingga untuk mewujudkan masa depan yang cerdas, sehat, kuat serta menjadi kebanggan bangsa,” tambahnya.

Dukungan penuh akan diberikan dalam berbagai aspek termasuk proses pembangunan, perumusan sasaran penerima manfaat, perekrutan tenaga kerja hingga peluncuran program tersebut.

Kapolres Purbalingga AKBP Achmad Akbar mengungkapkan bahwa secara terpusat BGN telah bekerjasama dengan Yayasan Kemala Bhayangkari Pusat.

“Atas dasar itu, Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Purbalingga mengajukan diri untuk penyelenggaraan SPPG,” ujarnya.

“SPPG yang akan dibangun merupakan kerja sama antara BGN dengan Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Purbalingga. Kami sudah melaksanakan pengajuan skrining geospasial untuk sasaran penerima MBG,” lanjut Kapolres Achmad Akbar.

Secara kumulatif, target penerima manfaat dari SPPG Kemala Bhayangkari Cabang Purbalingga mencapai 3.989 orang. Sasaran utama meliputi anak balita, ibu menyusui, ibu hamil dan siswa tingkat TK hingga SMA.

Lokasi pembangunan SPPG bertempat di bekas bangunan Rumah Kreatif milik Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Purbalingga. Bangunan ini sebelumnya tidak efektif digunakan dan akan dialihfungsikan untuk keperluan baru tersebut.

“Nantinya akan dilakukan pembangunan dengan penambahan luas agar memenuhi persyaratan,” jelasnya lebih lanjut.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pengecekan dan peninjauan lokasi yang akan dibangun menjadi pusat layanan baru ini.

Secara simbolis Kapolres Purbalingga merobohkan bangunan lama menggunakan ekskavator sebagai tanda dimulainya pembangunan SPPG baru.

Dengan adanya rencana strategis ini, diharapkan dapat mewujudkan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat setempat serta mendukung pertumbuhan anak-anak secara optimal melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ini juga sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat di wilayah Kabupaten Purbalingga.

Efektivitas program ini nantinya sangat bergantung pada dukungan berbagai pihak serta kelancaran pelaksanaan tahap demi tahap sesuai rencana yang telah disusun oleh pihak terkait.

Yayasan Kemala Bhayangkari bersama dengan BGN menunjukkan komitmen nyata dalam upaya peningkatan gizi masyarakat melalui strategi jangka panjang yang dirancang agar selaras dengan kebutuhan lokal dan nasional.

Dengan semakin banyaknya fasilitas seperti SPPG yang beroperasi secara efektif dan efisien nantinya dapat mendukung target pemerintah dalam menciptakan generasi muda yang sehat dan berkualitas di masa depan.

Untuk memastikan keberhasilan program ini, semua elemen masyarakat termasuk pemerintah daerah dan sektor swasta perlu bersinergi secara optimal agar tujuan bersama dapat tercapai dengan baik.

Partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat juga menjadi kunci penting dalam mensukseskan program-program inovatif seperti MBG ini sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh setiap individu terutama mereka yang paling membutuhkan.

Kolaborasi antar lembaga seperti Yayasan Kemala Bhayangkari dan BGN tentu memberikan harapan besar bagi tercapainya cita-cita bersama menuju Indonesia sehat dan kuat melalui gerakan terpadu semacam ini. (tya/stch)

Berita Sebelumnya
Embun es kembali bikin "nggreges"

Fenomena Langka Embun Es Muncul, Suhu di Dieng Sempat Capai Nol Derajat Celcius

Berita Selanjutnya
30 umkm terima modal usaha

30 UMKM Banyumas Terima Bantuan Modal Usaha dari Perum Bulog