BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA — Suara dentingan besi dan gerinda yang nyaring menggema hampir tanpa henti dari bengkel milik Saidin, yang lebih akrab disapa Udin, seorang pengusaha lokal asal Desa Kaliwungu, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara.
Saat ini, Udin tengah menerima kepercayaan besar untuk memproduksi ribuan pintu folding dalam proyek Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Kepercayaan ini muncul setelah pihak pemborong KDKMP melakukan survei langsung ke bengkel miliknya.
Dari pertemuan tersebut, kerja sama pun terjalin dengan baik dan hasilnya adalah pesanan dalam jumlah yang sangat besar.
“Awalnya pemborong KDKMP survei ke tempat saya, ternyata minat dan akhirnya kerja sama dengan saya,” ungkap Udin saat ditemui oleh awak media pada Minggu (10/5/2026).
Sejak awal Februari hingga pertengahan Mei 2026, Udin berhasil memproduksi sebanyak enam ribu pintu folding.
Namun, jumlah tersebut masih akan terus bertambah karena target keseluruhan yang harus dicapai adalah 10 ribu pintu, dengan harapan semua dapat rampung pada bulan Agustus mendatang.
Menariknya, produksi pintu folding ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal di Banjarnegara.
Justru, sebagian besar dari ribuan pintu hasil produksi Udin dikirim ke luar Pulau Jawa, termasuk daerah-daerah seperti Papua, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara Timur.
“Pesanan paling banyak malah dari luar Jawa. Kalau Banjarnegara, Alhamdulillah sudah banyak yang pakai produk saya juga,” tambahnya dengan bangga.
Tingginya permintaan akan produk pintu folding ini membuat Udin harus lebih selektif dalam menerima pesanan.
Ia mengungkapkan bahwa beberapa order terpaksa ditolak demi menjaga kualitas dan ketersediaan barang.
“Kadang ada yang masuk lagi tapi saya tolak dulu, takut nanti barang tidak ada atau kesulitan material,” jelasnya.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada peluang bisnis yang menggiurkan, menjaga standar kualitas adalah prioritas utama bagi Udin.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh Udin saat ini adalah pasokan bahan baku untuk produksi pintu folding tersebut.
Menurutnya, material yang diperlukan masih cukup sulit diperoleh karena tingginya permintaan di berbagai daerah di Indonesia.
“Material sekarang memang agak susah. Karena ini sedang banyak dicari di seluruh Indonesia, jadi harganya kadang juga ikut mahal,” paparnya.
Untuk memenuhi kebutuhan produksi yang meningkat pesat, Udin pun menjalin kerja sama dengan sejumlah pabrik dan pemasok material dari berbagai daerah.
Dalam sehari, bengkel miliknya mampu menghasilkan antara 80 hingga 90 pintu folding dengan omzet mencapai sekitar Rp 250 juta. Angka tersebut tentu bukan hal yang kecil bagi sebuah usaha lokal.
Di balik keberhasilan produksinya yang signifikan itu terdapat sekitar 150 pekerja yang terlibat dalam proses pembuatan pintu folding tersebut.
Mereka bekerja mulai dari tahapan pemotongan bahan baku hingga perakitan dan finishing produk akhir.
Sebagian besar dari para pekerja ini merupakan tenaga profesional baik dari Banjarnegara maupun dari daerah lain.
Udin menyampaikan bahwa keuntungan terbesar dari usaha ini adalah terbukanya lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.
Ketika pesanan meningkat tajam, warga lokal pun dilibatkan dalam proses bongkar muat serta pekerjaan tambahan lainnya.
Hal ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi mereka tetapi juga membantu memperkuat komunitas lokal.
Melihat perkembangan usaha yang terus meningkat ini, Udin memiliki optimisme tinggi bahwa ke depannya ia dapat meningkatkan kapasitas produksinya lebih jauh lagi.
Ia berharap agar kedepannya akan ada lebih banyak proyek besar yang bisa dikerjakan oleh bengkel miliknya sehingga dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Dalam konteks industri lokal dan potensi pengembangan usaha kecil menengah di Banjarnegara, langkah-langkah strategis seperti kerjasama dengan pemasok dan pengelolaan sumber daya manusia menjadi sangat penting untuk menjaga keberlanjutan usaha di masa depan.
Selain itu, ketahanan terhadap perubahan harga bahan baku juga menjadi tantangan yang perlu dijawab oleh setiap pelaku industri agar tetap kompetitif di pasar nasional maupun internasional.
Dengan adanya proyek besar seperti KDKMP ini, tidak hanya Udin sebagai pengusaha lokal yang merasakan dampak positifnya tetapi juga masyarakat di sekitarnya. (far/stch/dda)
















