BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara berkomitmen untuk meningkatkan profesionalisme juru sembelih halal atau yang lebih dikenal dengan istilah Juleha.
Upaya tersebut diwujudkan dengan menggelar Apel Akbar Juleha yang melibatkan ratusan peserta dari seluruh kecamatan di wilayah tersebut.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada hari Selasa, 19 Mei 2026, di halaman Kantor Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (Distankan) Banjarnegara.
Apel akbar kali ini akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena digelar dalam skala yang lebih besar dengan melibatkan sekitar 200 peserta.
Ini merupakan hasil kolaborasi antara Distankan Banjarnegara dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Juleha Banjarnegara.
Kepala Bidang Peternakan Distankan Banjarnegara, Agung Yuwono, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat kompetensi para juleha di daerah.
“Kita ingin para juleha di Banjarnegara semakin profesional dan memahami teknik penyembelihan yang sesuai syariat serta standar kesejahteraan hewan,” ujar Agung saat ditemui pada Jumat, 8 Mei 2026.
Pernyataan tersebut menunjukkan komitmen Pemkab Banjarnegara dalam memastikan bahwa proses penyembelihan hewan dilakukan dengan cara yang sesuai dengan kaidah agama dan menjaga kesejahteraan hewan.
Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, juga diharapkan hadir untuk membuka kegiatan ini secara resmi.
Selain apel akbar, rangkaian kegiatan akan dilengkapi dengan berbagai agenda menarik dan edukatif.
Diantaranya adalah Juleha Fest yang akan menyajikan pelatihan teknik mengasah pisau, praktik perobohan serta penyembelihan hewan yang benar.
Dalam pelatihan ini, peserta akan dibimbing oleh seorang pelatih berpengalaman dari Yogyakarta.
Peserta juga akan mendapatkan materi mengenai skinning dan boning, yaitu teknik pengulitan serta pemisahan daging dari tulang yang baik dan higienis.
Pengetahuan ini sangat penting bagi para juru sembelih agar dapat menghasilkan produk daging yang berkualitas tinggi dan aman untuk konsumsi masyarakat.
Menghadirkan nuansa semarak dalam acara tersebut, panitia juga merencanakan bazar peralatan sembelih.
Bazar ini akan menyediakan berbagai peralatan penting termasuk pisau khusus yang diperlukan dalam proses penyembelihan.
Agung Yuwono menjelaskan bahwa salah satu permasalahan umum yang sering ditemui di lapangan adalah penggunaan pisau yang kurang tajam saat proses penyembelihan.
Hal ini dinilai memiliki dampak signifikan terhadap kualitas hasil sembelihan serta kesejahteraan hewan.
Dalam konteks keberlanjutan industri penyembelihan halal, permasalahan penggunaan alat yang tidak memadai dapat menjadi perhatian serius bagi semua pihak terkait.
Oleh karena itu, melalui acara seperti Apel Akbar Juleha ini, diharapkan para juru sembelih dapat belajar dan menerapkan teknik-teknik modern serta standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
Lebih jauh lagi, kegiatan ini bukan hanya sekadar pelatihan teknis tetapi juga menjadi ajang silaturahmi bagi para juleha dari berbagai kecamatan.
Dengan hadirnya berbagai peserta dari latar belakang berbeda, terjalinlah hubungan yang lebih erat antar juru sembelih halal di Banjarnegara.
Ini merupakan kesempatan emas bagi mereka untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan.
Salah satu aspek krusial dalam penyembelihan hewan adalah memastikan bahwa proses tersebut dilakukan dengan cara yang paling manusiawi mungkin.
Memperhatikan kesejahteraan hewan bukan hanya tanggung jawab moral tetapi juga sejalan dengan prinsip-prinsip dalam agama Islam mengenai cara penyembelihan halal.
Oleh karena itu, pelatihan tentang teknik penyembelihan yang benar menjadi sangat relevan pada konteks ini.
Agung berharap bahwa setelah mengikuti kegiatan ini, para juleha akan lebih memahami pentingnya penggunaan alat-alat yang tepat serta teknik-teknik yang baik dalam melakukan tugas mereka sehari-hari.
“Kami ingin semua juleha dapat mengimplementasikan pengetahuan baru mereka demi tercapainya kualitas terbaik dalam setiap produk daging,” ungkapnya optimis.
Melihat antusiasme peserta dalam pendidikan dan pelatihan seperti ini menunjukkan keseriusan Pemkab Banjarnegara dalam mengatasi masalah-masalah mendasar dalam industri penyembelihan halal di daerah tersebut.
Melalui pendekatan edukatif dan berbasis komunitas seperti pada Apel Akbar Juleha ini, harapannya adalah tercipta lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif bagi semua pihak.
Kegiatan Apel Akbar Juleha ini pun menjadi contoh nyata dari upaya pemerintah daerah untuk mendukung sektor pertanian dan peternakan sebagai bagian dari ketahanan pangan nasional.
Dengan meningkatkan profesionalisme juru sembelih halal melalui pelatihan berkualitas tinggi dan dukungan infrastruktur yang memadai, Pemkab Banjarnegara berupaya menciptakan ekosistem pertanian yang lebih berkelanjutan. (far/stch/dda)
















