Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Perempuan Psikopat yang Terjebak antara Cinta dan Obsesi, ‘Fiksi’ Film Thriller Indonesia dengan Rating Fantastis

IMG 20240720IMG 20240720

BANYUMASEKSPRES.ID, Banyumasekspres.id – Penggemar thriller di Indonesia tidak boleh ketinggalan menyaksikan karya Joko Anwar, salah satu penulis film terbaik tanah air, yang satu ini. Rekam jejak Joko Anwar dalam dunia layar kaca Indonesia tak lagi diragukan. Beberapa film garapannya seperti Pengabdi Setan, Perempuan Tanah Jahanam, dan film thriller psikologis lawas Pintu Terlarang berhasil menjadi film favorit di Indonesia.

Dalam prosesnya, Joko Anwar dan Mouly Surya bersama-sama menggarap drama thriller psikologis dengan kualitas yang tidak main-main. Film keluaran tahun 2008 ini berhasil menarik perhatian banyak orang pada masa itu, dan bahkan masih sering menjadi perbincangan hangat sampai saat ini.

Mouly Surya yang baru memulai debutnya menjadi sutradara, berhasil membawa Fiksi menjadi film dengan narasi visual yang berkelas. Dibantu oleh Zeke Khaseli sebagai penata musik, film ini berhasil membuat penonton ikut terserap ke dalam suasana yang mendebarkan.

Film bergenre thriller psikologis ini menceritakan kisah seorang perempuan yang sehari-hari terjebak di dalam rumah mewahnya. Sampai suatu hari perempuan itu tertarik pada seorang pemuda yang membawanya merasakan apa yang dinilainya sebagai cinta. Yang menarik dari film ini adalah Alisha, si perempuan yang selama ini hanya bersosialisasi dengan pekerja di rumahnya, tidak bisa membedakan apakah rasa tertariknya itu adalah cinta atau obsesi.

Berikut adalah sinopsis dan ulasan Fiksi, film yang membawa pemain dan tim produksinya masuk dalam berbagai nominasi bergengsi.

Alur cerita film ini dimulai dengan pertemuan Alisha dan Bari, yang saat itu menggantikan salah satu pekerjanya. Alisha langsung menaruh rasa tertarik begitu melihat Bari dari jendela kamarnya di lantai dua rumah mewah ayahnya. Suatu ketika, rutinitas baru Alisha mengintip Bari bekerja harus terhenti karena pekerja rumahnya yang asli sudah kembali.

Alisha pun mengikuti rasa cintanya dan mencari Bari sampai berhasil mendapati rusun tempat tinggalnya. Dari sinilah mulai terlihat bibit-bibit obsesi Alisha terhadap Bari, ketika Ia memutuskan untuk menyewa kamar kosong tepat di samping kamar Bari.

Film yang berhasil meraih rating IMDb sampai 7.7 bintang ini menarik perhatian penonton dengan sinematografi yang menawan. Ditambah akting yang luar biasa dari para pemain film papan atas, serta dipadukan dengan jalan cerita yang mengikat rasa penasaran penonton.

Dalam film ini, diberikan penggambaran detail rumah susun tempat Bari tinggal bersama pacarnya yaitu Renata. Dari sembilan lantai rumah susun tersebut, masing-masing lantai dihuni oleh berbagai kategori unik yang ada di masyarakat. Contohnya lantai tiga dihuni oleh waria dan transeksual, lantai lima dihuni oleh pengedar narkotika, lantai enam dihuni oleh mahasiswa dan pekerja kantoran, dan lantai sembilan dibiarkan kosong dengan cerita mistisnya.

Dari situlah sumber ide cerita-cerita fiksi yang Bari tulis berasal. Bari menulis cerita mengenai tetangga-tetangga rusun tempat tinggalnya. Sebagai penulis genre fiksi, Bari menambahkan unsur imajinasinya pada kisah hidup para penghuni rusun yang diceritakannya. Di sini lah Alisha membuktikan rasa cintanya kepada Bari dengan membuat cerita fiksi yang Bari tulis menjadi kenyataan. Demi obsesinya pada Bari tersebut, Alisha bahkan sampai melakukan hal-hal kejam seperti menyiksa dan membunuh penghuni rusun agar memiliki akhir yang sama dengan cerita yang ditulis Bari.

Perilaku Alisha yang tidak normal memperlihatkan kecenderungannya untuk tidak bisa membedakan mana realitas dan mana fiksi. Rasa cintanya pada Bari pun sudah masuk dalam ranah obsesi. Karena pemikirannya yang tidak wajar, Alisha dinilai adalah seorang psikopat. Gangguan kepribadian yang dialaminya berakar dari trauma masa kecilnya saat kehilangan ibunya dengan cara yang tragis.

Cara Mouly Surya menyampaikan cerita dalam film ini memberikan para penonton kesempatan untuk mengulik masalah kehidupan dan juga jati diri pemeran di dalamnya. Karakter Alisha juga berhasil membawa penonton naik turun dalam menilai perbuatannya. Tak jarang yang melihat Alisha sebagai perempuan yang keren, jika bukan karena sisi psikopatnya.

Beberapa pemeran film yang menyabet penghargaan Piala Citra sebagai film terbaik tahun 2008 ini adalah; Ladya Cheryl sebagai Alisha, Donny Alamsyah sebagai Bari, Kinaryosih sebagai Renta, dan juga Aty Cancer Zein sebagai salah satu penghuni rusun bernama Bu Dirah.

Sampai saat ini, Fiksi masih banyak dinilai sebagai salah satu film thriller terbaik Indonesia. Siapapun yang akan menyaksikan film ini harus mempersiapkan emosinya dibuat kacau sepanjang film. (Farida Nasywa Ghanna)

Berita Sebelumnya
IMG 20240720

Dukung Sepakbola di wilayah Banyumas Raya, Kilang Cilacap Hadiri Pembukaan Danlanud Cup 2024

Berita Selanjutnya
IMG 20240720

Penak Mawon, Menikmati Kuliner Khas Indonesia dengan Pemandangan Sungai Jernih, Serasa Sedang Makan di Bali