BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Dalam lanjutan kompetisi Liga 4 Jawa Tengah musim 2025/2026, Persak Kebumen berhasil mengukir sejarah dengan memastikan diri sebagai juara Grup F setelah menundukkan Persibara Banjarnegara dengan skor tipis 1-0.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Sarwo Edhi Wibowo, Purworejo pada Rabu (21/1/2026) sore tersebut, menjadi ajang penentu nasib kedua tim.
Gol cepat dari Wisnu Nugroho di menit ke-12 menjadi kunci kemenangan Laskar Lawet dalam laga yang berlangsung dengan tensi tinggi sejak awal hingga akhir.
Sejak kick-off tepat pukul 15.00 WIB, Persak Kebumen tampil agresif dan berusaha menguasai jalannya pertandingan.
Mereka menerapkan strategi menekan untuk meminimalisir ruang gerak lawan, yang terbukti efektif di babak pertama.
Persibara Banjarnegara, meski berupaya bangkit dan meningkatkan intensitas serangan pada babak kedua, mengalami kesulitan menembus rapatnya barisan pertahanan Persak.
Akhirnya, skor tetap bertahan 1-0 hingga peluit panjang dibunyikan. Dengan tambahan tiga poin ini, Persak Kokoh di puncak klasemen akhir Grup F dengan total 10 poin.
Menguntit di belakangnya adalah Persik Kendal yang mengumpulkan sembilan poin dan disusul oleh Persikama Kabupaten Magelang di peringkat ketiga dengan delapan poin.
Sementara itu, Persibara harus puas berada di posisi buncit klasemen dengan koleksi tujuh poin.
Arif Budiman, manajer dari Persak Kebumen, menyatakan bahwa timnya sejak awal sudah berkomitmen untuk tidak bergantung pada hasil tim lain atau hitung-hitungan klasemen.
Walaupun hasil imbang sebenarnya sudah cukup bagi mereka untuk melaju ke babak berikutnya, tekad untuk meraih kemenangan tetap menjadi prioritas utama dalam laga penentuan ini.
“Ini adalah pertandingan yang sangat krusial bagi kami,” ujar Arif dengan tegas.
“Anak-anak sudah siap dan dari manajemen kami menargetkan harus tiga poin. Ini soal marwah,” lanjutnya.
Arif juga menyebutkan bahwa absennya salah satu pemain akibat akumulasi kartu tidak mempengaruhi kekuatan tim secara signifikan.
Hal tersebut sudah diprediksi dan diantisipasi oleh tim pelatih sebelumnya sebagai bagian dari dinamika dalam sepak bola.
Di kubu seberang, manajer Persibara Banjarnegara, Kodam, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas kegagalan timnya untuk melanjutkan perjuangan ke fase gugur.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa para pemain telah berusaha maksimal dan tidak bermain aman sepanjang pertandingan.
“Pertandingan ini penting bagi kami,” ujarnya sambil menambahkan bahwa persiapan telah dilakukan semaksimal mungkin untuk memberikan hasil terbaik walau akhirnya belum berpihak kepada mereka.
Hasil akhir pertandingan ini sekaligus menutup peluang bagi Persibara untuk bersaing melalui jalur peringkat tiga terbaik.
Meski persaingan di Grup F berlangsung ketat hingga laga terakhir, tujuh poin yang dikumpulkan belum cukup untuk membawa mereka melangkah lebih jauh ke fase knockout.
Liga 4 Jawa Tengah musim ini sendiri diikuti oleh 26 tim yang terbagi dalam tujuh grup.
Dari setiap grup akan diambil dua tim teratas untuk otomatis maju ke babak 16 besar, ditambah dua tim peringkat tiga terbaik dari grup yang berisi empat peserta.
Bagi Persak Kebumen, kemenangan ini bukan hanya sekadar tiket menuju fase gugur tetapi juga penegasan status mereka sebagai penguasa Grup F musim ini.
Keberhasilan ini tentu saja tidak lepas dari kontribusi besar Wisnu Nugroho yang menjadi pahlawan lewat gol semata wayangnya ke gawang Persibara Banjarnegara dalam pertandingan terakhir grup tersebut.
Sementara itu bagi Persibara Banjarnegara, satu gol di laga terakhir menjadi batas tipis antara bertahan dan tersingkir dari kompetisi musim ini.
Kualitas permainan serta pengalaman selama liga dapat dijadikan modal berharga bagi mereka untuk meningkatkan performa di musim berikutnya.(put/jud/stch/dda)
















