Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Tiga Puskesmas Pembantu Banyumas Belum Beroperasi, Terkendala Alat Kesehatan dan Mebelair

Tiga Pustu Mangkrak SetahunTiga Pustu Mangkrak Setahun
MANGKRAK: Pustu Bantarsoka sekitar satu tahun belum juga dipakai untuk melayani masyarakat

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Tiga Puskesmas Pembantu (Pustu) di Kabupaten Banyumas hingga kini belum dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat meski proses pembangunannya telah selesai sekitar satu tahun lalu.

Kendala utama yang menyebabkan fasilitas kesehatan tersebut belum difungsikan adalah belum tersedianya alat kesehatan (alkes) serta mebelair sebagai sarana penunjang pelayanan.

Ketiga Pustu yang masih belum beroperasi berada di Bantarsoka, Pasir Muncang, dan Kedungwuluh, Kecamatan Purwokerto Barat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena masyarakat di sekitar wilayah tersebut masih belum bisa memanfaatkan fasilitas kesehatan yang sebenarnya telah siap secara fisik.

Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Banyumas menyatakan akan mengusulkan pengadaan alat kesehatan dan mebelair melalui anggaran perubahan tahun 2026 agar ketiga Pustu tersebut dapat segera difungsikan.

Tim Kerja Sarana Prasarana Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Banyumas, Sukamto, mengatakan bahwa hingga saat ini bangunan Pustu belum bisa digunakan karena belum memiliki perlengkapan dasar yang dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan.

“Di anggaran perubahan bakal kami usulkan. Besaran menyesuaikan kemampuan keuangan daerah,” katanya saat ditemui Radarmas, Jumat (17/7/2026).

Menurut Sukamto, keberadaan alat kesehatan dan mebelair menjadi kebutuhan utama sebelum Puskesmas Pembantu mulai melayani masyarakat.

Tanpa fasilitas tersebut, pelayanan kesehatan tidak dapat berjalan secara optimal.

Ia menjelaskan, pada tahun lalu Pemerintah Kabupaten Banyumas membangun lima unit Puskesmas Pembantu sebagai upaya memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat.

Namun, hingga pertengahan 2026 baru dua Pustu yang telah beroperasi, yakni Pustu Teluk dan Pustu Kuntili.

Meski sudah mulai memberikan pelayanan kepada masyarakat, kedua Pustu tersebut juga masih membutuhkan tambahan alat kesehatan dan perlengkapan pendukung lainnya.

Hal itu disebabkan kemampuan anggaran masing-masing puskesmas induk masih terbatas sehingga belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan fasilitas.

“Kelimanya rencana semua diusulkan. Prioritas tiga Pustu yang sama sekali belum dipakai,” terang Sukamto.

Dengan demikian, pengadaan pada anggaran perubahan nantinya tidak hanya difokuskan pada tiga Pustu yang belum beroperasi, tetapi juga diarahkan untuk melengkapi fasilitas dua Pustu yang telah memberikan pelayanan.

Salah satu Pustu yang hingga kini belum dimanfaatkan adalah Pustu Pasir Muncang.

Bangunan tersebut bahkan masih dipagari menggunakan seng sebagai langkah pengamanan karena belum difungsikan.

Menurut Sukamto, pagar seng tersebut tetap dipertahankan sementara waktu lantaran anggaran pembangunan pagar permanen harus dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak.

Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki atap Puskesmas Purwokerto Timur I yang membutuhkan penanganan segera.

Akibatnya, pembangunan fasilitas pendukung di Pustu Pasir Muncang harus ditunda hingga anggaran tersedia.

“Kira-kira sudah satu tahun belum digunakan sejak selesai dibangun,” ungkap Sukamto.

Keberadaan Puskesmas Pembantu memiliki peran penting dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal jauh dari puskesmas induk.

Selain melayani pemeriksaan kesehatan dasar, Pustu juga menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan preventif, promotif, serta berbagai program kesehatan masyarakat di tingkat kelurahan maupun desa.

Karena itu, Dinkes KB Banyumas berharap usulan pengadaan alat kesehatan dan mebelair dapat disetujui dalam pembahasan anggaran perubahan sehingga seluruh Pustu yang telah selesai dibangun bisa segera dimanfaatkan.

Apabila fasilitas penunjang telah tersedia, ketiga Pustu di Bantarsoka, Pasir Muncang, dan Kedungwuluh diharapkan dapat segera beroperasi dan memberikan pelayanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau oleh masyarakat sekitar.

Pemerintah Kabupaten Banyumas juga terus berupaya meningkatkan kualitas sarana kesehatan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah agar pemerataan pelayanan kesehatan dapat terwujud di seluruh wilayah. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Foto Messi dan Yamal Kembali Viral

Dari Bayi hingga Rival di Final Piala Dunia 2026, Kisah Foto Messi dan Lamine Yamal Bikin Haru

Berita Selanjutnya
Ketua APDESI, Tantang Mahasiswa Dialog Soal Penolakan MBG

Ketua APDESI Kebumen Respons Penolakan MBG, Ajak Mahasiswa Diskusi Terbuka