BANYUMASEKSPRES.ID, PEKANBARU – Dalam upaya memastikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas di Jalur Lintas Timur (Jalintim), Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, melakukan pemantauan langsung pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Peninjauan ini merupakan respon cepat atas insiden ledakan dan kebakaran yang terjadi sehari sebelumnya, yaitu pada Jumat sore, 2 Januari 2026.
Insiden tersebut melibatkan pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) yang terletak di Dusun Nibul, Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir.
Ledakan dahsyat itu mengakibatkan situasi darurat di sekitar lokasi kejadian.
Dengan lokasi ledakan yang cukup dekat dengan bahu jalan Jalintim, pihak berwenang mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara seluruh arus kendaraan demi keselamatan para pengguna jalan.
Kondisi jalur dinilai sangat berbahaya akibat potensi bahaya lanjutan dari kebakaran tersebut.
Setelah pihak perusahaan berhasil mematikan aliran gas dan memadamkan api sepenuhnya, akses jalan akhirnya dibuka kembali untuk masyarakat umum.
Kombes Pol Taufiq mengonfirmasi bahwa kendaraan dari arah Riau menuju Jambi dan sebaliknya sudah dapat melanjutkan perjalanan mereka dengan aman sejak Sabtu pagi.
“Situasi di lapangan sudah berangsur pulih dan stabil,” ujar Taufiq kepada awak media.
Ia menegaskan bahwa arus lalu lintas telah kembali normal beberapa jam setelah insiden tanpa ada hambatan berarti bagi para pengendara.
Meskipun demikian, personel kepolisian tetap disiagakan di sekitar titik kejadian sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan serta memastikan stabilitas pasca-insiden.
Keberadaan personel juga bertujuan untuk melakukan pengaturan lalu lintas secara intensif.
Hal ini diperlukan karena ada kecenderungan para pengendara memperlambat laju kendaraan mereka untuk melihat lokasi bekas kebakaran tersebut.
“Polisi terus memberikan imbauan agar pengendara tetap fokus berkendara demi keselamatan bersama,” tambah Taufiq.
Kronologi kejadian mencatat bahwa warga setempat pertama kali mendengar suara ledakan keras pada Jumat sore sekitar pukul 16.00 WIB.
Ledakan dari pipa gas tanam ini disusul dengan semburan api setinggi 15 meter yang menghanguskan area sekitarnya.
Masyarakat sekitar sempat panik melihat jilatan api yang menjulang tinggi ke langit.
Saat ini pihak kepolisian bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan ketat untuk memastikan kondisi benar-benar kondusif dan aman bagi warga sekitar maupun pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab pasti ledakan masih berlangsung dan perkembangan situasi akan disampaikan secara berkala kepada publik.
Petugas keamanan juga telah memasang garis pembatas di sekitar area bekas ledakan untuk mencegah masyarakat mendekat ke lokasi yang masih dalam tahap penyelidikan intensif. (*/stch/dda)
















