Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Polres Kebumen Lakukan Pengamanan Jelang Ibadah Natal 2025 di GKJ Tunjungseto Kutowinangun

Jelang Nataru, Polres Amankan GKJ TunjungsetoJelang Nataru, Polres Amankan GKJ Tunjungseto
AMANKAN: Personel Polres Kebumen melakukan pengamanan ibadah di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Desa Tunjungseto, Kecamatan Kutowinangun, Minggu, (21/22)

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Kepolisian Resor Kebumen mengambil langkah proaktif dalam memastikan keamanan selama perayaan Natal 2025 dan menjelang Tahun Baru 2026 di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Desa Tunjungseto, Kecamatan Kutowinangun.

Kegiatan pengamanan yang dilaksanakan pada Minggu, (21/22), ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam menjamin kebebasan beribadah serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri, melalui Wakapolres Kompol Faris Budiman, menegaskan pentingnya kehadiran polisi dalam mengawal kegiatan keagamaan.

“Pengamanan ini bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada jemaat agar dapat melaksanakan ibadah dengan lebih khusyuk,” tutur Kompol Faris kepada Banyumas Ekspres.

Pernyataan ini menekankan komitmen Polri dalam mendampingi masyarakat menjalankan aktivitas keagamaannya tanpa merasa terancam.

Personel Polres Kebumen memulai pengamanan sejak pukul 07.30 WIB, dengan fokus di sekitar area gereja.

Salah satu langkah penting sebelum dimulainya ibadah adalah sterilisasi lokasi oleh petugas untuk memastikan tidak ada benda atau aktivitas mencurigakan yang bisa mengganggu ketertiban.

Langkah preventif semacam ini sangat menentukan keberhasilan pengamanan, terutama dalam momen penting seperti perayaan Natal.

Selama ibadah berlangsung, personel terus siaga dan melakukan pengawasan secara berkala.

Selain itu, petugas juga menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada jemaat GKJ Tunjungseto.

Pesan ini bertujuan agar jemaat tetap waspada dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan mereka sendiri, terutama menjelang puncak perayaan Natal dan Tahun Baru yang biasanya rentan terhadap gangguan keamanan.

“Situasi terpantau aman dan kondusif. Ibadah berjalan lancar tanpa gangguan,” ujar Kompol Faris mengomentari hasil dari upaya pengamanan tersebut.

Keberadaan polisi di lokasi ibadah bukan hanya untuk mencegah potensi ancaman keamanan tetapi juga sebagai simbol perlindungan dari pihak berwenang terhadap seluruh warga negara.

Kegiatan pengamanan ini tidak dilakukan sembarangan tetapi berada di bawah pengawasan ketat dari Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam).

Hal ini mencerminkan pendekatan profesional Polri dalam menangani tugas-tugas lapangan yang krusial seperti ini, memastikan bahwa setiap tindakan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Menurut Kompol Faris, kehadiran polisi selama kegiatan ibadah tidak hanya berfungsi sebagai upaya preventif tetapi juga sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi warganya.

Ini adalah bentuk nyata dari tanggung jawab negara dalam menjamin kebebasan beragama dan rasa aman bagi semua kalangan masyarakat.

Momentum Natal dan Tahun Baru merupakan periode krusial yang memerlukan perhatian ekstra terkait keamanan, mengingat tingginya intensitas kegiatan masyarakat di masa tersebut.

Oleh karena itu, berbagai langkah antisipatif telah disiapkan oleh aparat keamanan untuk memastikan bahwa setiap individu dapat merayakan hari-hari besar tersebut dengan tenang.

Dalam konteks lebih luas, tindakan pengamanan seperti ini juga memberikan sinyal positif kepada masyarakat tentang keseriusan pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial.

Ini sejalan dengan upaya Polri untuk membangun kepercayaan publik melalui keterbukaan dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, kepolisian terus memperkuat jaringan komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat guna menciptakan sinergi yang lebih baik dalam menjaga ketertiban umum.

Dialog terbuka antara aparat dan warga setempat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang harmonis serta meningkatkan rasa saling percaya antara keduanya.

Di masa mendatang, keberlanjutan dari pendekatan seperti ini diharapkan dapat semakin memperkokoh relasi antara pihak berwenang dengan komunitas lokal sehingga setiap tantangan yang muncul dapat diatasi bersama-sama dengan cara-cara yang damai dan konstruktif.

Dengan demikian, kegiatan pengamanan yang dilakukan Polres Kebumen di GKJ Tunjungseto tidak hanya sekadar rutinitas tahunan tetapi juga bagian integral dari komitmen untuk menciptakan suasana damai bagi seluruh umat beragama ketika menjalankan kewajibannya.(mam/dda)

Berita Sebelumnya
Pantai Sodong Target 10 Ribu Pengunjung

Pantai Sodong Cilacap Targetkan 10 Ribu Wisatawan Saat Libur Nataru 2025/2026

Berita Selanjutnya
Proyek RKB MTsN 2 Molor

Pembangunan RKB MTs Negeri 2 Banyumas Molor, Kemenag Denda Kontraktor