BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Polresta Banyumas tengah melakukan pengejaran terhadap dua individu yang diduga terlibat dalam kasus kematian seorang pria berinisial EM (67) di Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur.
Korban ditemukan meninggal dunia di kediamannya, mengalami luka serius di bagian kepala, yang mengindikasikan bahwa ia mungkin menjadi korban kekerasan.
Kasus ini terungkap setelah MIA (40), seorang saksi, melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian pada hari Sabtu, 27 Juni 2023.
Informasi awal menyebutkan bahwa kejadian tersebut diduga terjadi sekitar pukul 02.00 WIB di rumah korban yang terletak di Jalan Masjid Baru RT 03 RW 09, Arcawinangun, Purwokerto Timur.
Menurut keterangan yang dihimpun dari berbagai sumber, istri korban berinisial IR sempat meminta bantuan warga setempat setelah dia mengetahui bahwa sepeda motor miliknya hilang.
Dalam situasi yang tidak terduga itu, warga pun mendapati korban sudah tidak bernyawa di dalam rumahnya.
Hal ini menimbulkan rasa penasaran dan kekhawatiran di kalangan masyarakat sekitar.
Dari penuturan saksi mata, awalnya pihak keluarga korban tidak berkeinginan untuk melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang.
Namun, setelah melihat kondisi EM yang mengalami luka di kepala, situasi tersebut berubah dan laporan resmi pun dibuat kepada kepolisian.
MIA menyatakan, “Awalnya IR minta tidak melapor, tetapi setelah melihat kondisi korban, akhirnya kejadian tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian.”
Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P. Silalahi, SH, SIK, MH menjelaskan bahwa petugas yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Saat tim tiba di tempat kejadian perkara (TKP), mereka menemukan EM dalam keadaan meninggal dengan luka serius di bagian kepala.
Berdasarkan hasil olah TKP yang dilakukan oleh pihak kepolisian, dugaan sementara menunjukkan bahwa korban meninggal akibat kekerasan yang dilakukan dengan menggunakan benda tumpul.
Lukanya cukup parah dan menimbulkan pertanyaan mengenai kronologi kejadian sebenarnya.
“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara terang peristiwa ini,” ungkap Kombes Petrus P. Silalahi.
Ia menekankan pentingnya mendalami keterangan saksi serta mengumpulkan alat bukti lainnya untuk mendapatkan gambaran yang utuh mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada malam tersebut.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Banyumas AKP Ardi Kurniawan menambahkan bahwa penyidik telah mengidentifikasi dua orang yang diduga terlibat dalam kasus tewasnya EM.
Dia menjelaskan bahwa saat ini kedua individu tersebut telah melarikan diri ke luar kota namun masih berada di wilayah Jawa Tengah.
“Ada dua orang terduga pelaku yang masih kita kejar ke luar kota, tetapi masih berada di Jawa Tengah,” jelas Ardi saat dikonfirmasi pada Minggu (28/6).
Penegasan ini menggambarkan keseriusan pihak kepolisian dalam menangani kasus ini dan memastikan bahwa kedua pelaku dapat segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.
Tim gabungan polisi terus melakukan pengejaran terhadap kedua terduga pelaku sambil melengkapi alat bukti dan mendalami keterangan para saksi yang ada.
Selain itu, penyidik juga tengah menyelidiki motif dari kejadian tersebut dan memastikan peran masing-masing terduga pelaku dalam insiden yang memicu ketakutan dan kekhawatiran masyarakat sekitar.
Kejadian ini tentu saja menggugah perhatian publik sekaligus menimbulkan pertanyaan besar mengenai keamanan dan keselamatan warga di lingkungan setempat.
Banyak warga merasa cemas setelah mengetahui fakta bahwa seseorang telah menjadi korban kekerasan hingga merenggut nyawanya.
Pihak kepolisian pun berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan meningkatkan pengawasan serta patroli di daerah-daerah rawan kejahatan.
Kejadian seperti ini seharusnya menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya kewaspadaan dan saling membantu dalam menciptakan lingkungan yang aman.
Sebagai langkah berikutnya dalam proses penyelidikan, polisi akan melakukan analisis mendalam terhadap bukti-bukti fisik yang ditemukan di lokasi kejadian serta mencari tahu apakah ada rekaman CCTV di sekitar area rumah korban yang dapat membantu mengungkap siapa pelaku sebenarnya dari tindak kekerasan ini.
Dalam beberapa tahun terakhir, angka kejahatan kekerasan memang mengalami peningkatan di berbagai daerah termasuk Purwokerto.
Oleh karena itu penting bagi masyarakat untuk senantiasa waspada dan melaporkan setiap hal mencurigakan kepada pihak berwenang agar tindakan preventif dapat dilakukan sedini mungkin.
Kepala Kepolisian Resort Banyumas juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang namun waspada terhadap situasi keamanan di lingkungan masing-masing. (zet/stch/dda)














