Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Proyek Flyover Jalan Veteran Purwokerto Kembali Tertunda, Pemkab Banyumas Fokus Siapkan Lahan di Tambaknegara

Flyover Veteran Kembali TertundaFlyover Veteran Kembali Tertunda
MELINTAS: Kendaraan melambatkan kendaraannya, saat melintasi perlintasan sebidang Tambaknegara, Rawalo, Selasa (7/4)

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Pemkab Banyumas terus berupaya untuk mewujudkan rencana pembangunan flyover di Jalan Veteran, Purwokerto.

Namun, meskipun usulan ini telah diajukan sejak tahun 2021, proyek tersebut kembali mengalami penundaan.

Saat ini, pemerintah pusat lebih mengutamakan proyek flyover yang berlokasi di Tambaknegara, Rawalo, sebagai langkah strategis untuk mengatasi masalah kemacetan yang semakin parah.

Kepala Bidang Jalan dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Rusli Kurnia, menjelaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk mendorong agar proyek flyover di Jalan Veteran dapat direalisasikan.

Namun, diskusi terbaru dengan pemerintah pusat menunjukkan bahwa perhatian saat ini lebih tertuju pada proyek di lokasi lain.

“Usulan jelas kita selalu mendorong. Hanya saja untuk saat ini, yang kemarin baru dibahas dengan balai adalah FO Tambaknegara, Rawalo,” ungkapnya.

Pernyataan dari Rusli menegaskan bahwa usulan pembangunan flyover di Jalan Veteran belum menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan infrastruktur nasional.

Rusli menjelaskan lebih lanjut bahwa fokus utama saat ini adalah proyek flyover di Tambaknegara, Rawalo. Proyek tersebut dinilai lebih siap untuk segera ditindaklanjuti dalam waktu dekat.

“Kemungkinan ada banyak titik yang dikerjakan prioritas di Tambaknegara. Pemda diminta untuk menyiapkan lahannya,” jelasnya.

Permintaan dari pemerintah pusat ini menjadi langkah awal agar proyek bisa masuk ke tahap pembangunan.

Dalam konteks Jalan Veteran sendiri, sebelumnya juga pernah diajukan proposal untuk pembangunan underpass.

Namun hingga kini, konsep yang akan digunakan masih belum diputuskan secara final oleh pihak terkait.

“Kita tetap mendorong. Sudah beberapa kali dulu kami usulkan underpass pernah, flyover pernah,” kata Rusli.

Ia menambahkan bahwa jika usulan yang diajukan adalah underpass, maka Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan yang akan menangani proyek tersebut.

Sebaliknya, jika bentuk infrastruktur yang dibangun adalah flyover, maka Dirjen Bina Marga akan bertanggung jawab atas pelaksanaannya.

Perbedaan kewenangan ini turut memengaruhi proses pengajuan proyek dan menentukan jalur komunikasi antara pemkab dengan pemerintah pusat.

Rusli juga menjelaskan pentingnya melakukan kajian teknis yang mendalam dalam menentukan jenis infrastruktur yang paling sesuai untuk dibangun di Jalan Veteran.

Kajian ini mencakup berbagai aspek teknis di lapangan seperti panjang bentangan jembatan eksisting dan posisi kelandaian jalan.

“Kalau ini kan perlu kajian teknis, disitu termasuk bentangan jembatan eksisting panjang, harus melihat posisi kelandaian jalan,” tuturnya.

Kajian teknis menjadi dasar penting dalam menentukan pilihan infrastruktur terbaik bagi masyarakat Banyumas.

Menurut Rusli, hasil dari kajian tersebut nantinya akan membantu menentukan opsi paling tepat antara pembangunan flyover atau underpass berdasarkan efektivitas pekerjaan serta efisiensi biaya.

“Perlu kajian teknis. Kita sementara fokus jalan kabupaten dulu,” katanya menekankan pentingnya perencanaan matang sebelum melangkah ke tahap implementasi.

Meskipun saat ini perhatian terfokus pada proyek flyover di Tambaknegara dan upaya mencapai tahap pembangunan secara cepat, Pemkab Banyumas tidak mengabaikan usulan mengenai pengembangan infrastruktur di Jalan Veteran.

Upaya-upaya terus dilakukan agar rencana pembangunan Jalan Veteran dapat dimasukkan dalam daftar prioritas untuk masa mendatang.

Tentu saja penundaan ini memunculkan harapan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat tentang dampak kemacetan dan keselamatan lalu lintas sehari-hari.

Keterlambatan dalam realisasi proyek infrastruktur sering kali menimbulkan efek domino yang merugikan bagi pengguna jalan dan perekonomian lokal.

Banyak warga Purwokerto berharap agar pemerintah tidak hanya fokus pada satu titik saja tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan infrastruktur lain yang mendesak seperti di Jalan Veteran yang menjadi jalur vital bagi mobilitas masyarakat sehari-hari.

“Kita butuh solusi cepat terhadap masalah kemacetan,” ungkap salah seorang warga saat ditemui awak media baru-baru ini.

Sementara itu, situasi lalu lintas di sekitar perlintasan sebidang Tambaknegara dan Rawalo tampak semakin kompleks dengan meningkatnya volume kendaraan setiap harinya.

Pengemudi sering kali harus melambatkan laju kendaraannya ketika melewati daerah tersebut pada jam sibuk sehingga menciptakan antrean panjang dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Dengan berbagai tantangan yang ada dalam pengembangan infrastruktur dan perhatian pemerintah pusat yang lebih terfokus pada lokasi lain saat ini, masyarakat berharap agar aspirasi mereka untuk memiliki aksesibilitas yang lebih baik dapat segera terwujud melalui kolaborasi antara Pemkab Banyumas dan pemerintah pusat.  (res/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Polres Kebumen Pastikan Kondisi Tahanan Terjaga

Polres Kebumen Perketat Pengawasan Rutan Lewat Pemeriksaan Kesehatan dan Kebersihan

Berita Selanjutnya
Target Peringkat 1 Pengawasan Arsip di Jateng

Dari Peringkat Bawah ke 3 Besar, Cilacap Targetkan Peringkat Satu Pengawasan Arsip di Jawa Tengah