BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Kawasan Heritage Cilacap di Jalan Ahmad Yani kini menjadi sorotan masyarakat setempat.
Dibangun dengan desain menyerupai konsep pedestrian yang terkenal di Malioboro, Yogyakarta, lokasi ini telah berhasil menarik minat publik.
Tidak hanya menjadi destinasi baru yang ramai dikunjungi, kawasan ini juga memberikan dampak positif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitarnya.
Ngatiyono, seorang pedagang kopi yang menempati area tersebut, mengaku bahwa omzet penjualannya mengalami peningkatan signifikan sejak kawasan heritage ini mulai ramai pengunjung.
Warung kopinya selalu dipadati pelanggan setiap sore hari, terutama oleh anak-anak muda yang ingin menikmati suasana sambil mencicipi kopi dan makanan ringan khas tempat itu.
“Biasanya mulai sore sudah ramai. Sekarang jam 22.00 WIB malam dagangan sudah habis, padahal buka mulai jam 15.00 WIB,” ujarnya kepada awak media pada Selasa (9/12).
Pembangunan kawasan Heritage Ahmad Yani saat ini masih dalam tahap pertama.
Proyek ini menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cilacap sebesar Rp 5,6 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Cilacap, Wahyu Ari Pramono, menjelaskan bahwa jika sesuai dengan target yang telah ditetapkan, semua pekerjaan tahap awal ini akan selesai pada 21 Desember tahun ini.
“Jika sesuai target, semua pekerjaan tahap pertama selesai pada 21 Desember tahun ini,” katanya memastikan.
Wahyu menambahkan bahwa penataan kawasan heritage ini dirancang untuk dilakukan secara menyeluruh hingga mencapai area alun-alun Cilacap.
Proyek besar ini memerlukan total biaya sekitar Rp 22 miliar yang akan direalisasikan secara bertahap pada tahun anggaran berikutnya.
“Pembangunan akan dilanjutkan bertahap. Ini merupakan komitmen Pak Bupati untuk mempercantik wajah kota dan menghadirkan ruang publik yang bisa menjadi kebanggaan masyarakat,” tegasnya.
Selain membawa perubahan visual yang signifikan bagi wajah kota Cilacap, proyek penataan ini juga terbukti efektif dalam menggerakkan roda ekonomi warga sekitar.
Beberapa pedagang melaporkan adanya peningkatan pendapatan berkat ramainya pengunjung di kawasan heritage tersebut.
Dengan demikian, pembangunan Kawasan Heritage Ahmad Yani tidak hanya berfokus pada estetika kota saja namun juga memprioritaskan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal melalui stimulasi ekonomi mikro.
Hal ini selaras dengan visi Bupati untuk menjadikan Cilacap sebagai kota yang lebih indah dan nyaman bagi warganya serta mampu bersaing dengan daerah lain dalam hal pariwisata dan ekonomi kreatif. (jul/dda)
















