BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Keberadaan Pusat UKM Pratistha Hasta di Jalan Soedirman Purwokerto yang seharusnya menjadi etalase produk lokal, kini terlihat sepi pengunjung.
Dari tujuh ruko yang tersedia, baru dua yang terisi. Satu di antaranya berupa warung kelontong yang dulunya pedagang kaki lima di sekitar Alun-alun, dan satu lagi galeri UMKM batik milik Suniati, warga Notog.
Suniati, yang mulai menempati gedung tersebut sejak empat bulan lalu, mengaku awalnya cukup optimis.
Pada bulan pertama, penjualan batik dan oleh-oleh khas Banyumas yang ia tawarkan sempat ramai pembeli. Namun, sejak Agustus lalu, kunjungan mengalami penurunan drastis hingga hampir 50 persen.
“Awalnya ramai, tapi sejak Agustus sampai sekarang makin sepi. Padahal lokasi ini strategis, sayang sekali kalau tidak dimaksimalkan,” ujarnya, Jum’at (3/10).
Ia berharap pemerintah daerah, khususnya dinas terkait, bisa lebih memperhatikan agar pusat UKM ini tidak mati suri.
Menurutnya, salah satu cara untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut adalah dengan memperpanjang jam operasional.
“Kalau bisa jangan cuma sampai sore, tapi diperbolehkan buka sampai malam. Dengan begitu, aktivitas ekonomi bisa lebih hidup dan masyarakat juga punya pilihan belanja oleh-oleh di pusat kota,” kata Suniati.
Dengan lokasi yang berada di jantung kota, Pusat UKM Pratistha Hasta sebenarnya memiliki potensi besar untuk menjadi ikon sekaligus etalase UMKM Banyumas.
Namun tanpa promosi yang gencar dan dukungan kebijakan yang tepat, dikhawatirkan pusat UKM ini hanya akan menjadi gedung kosong tanpa geliat ekonomi. (zet)
















