BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Meski upaya penataan lalu lintas terus dilakukan, ketersediaan rambu lalu lintas dan marka jalan di Kabupaten Banyumas dinilai masih jauh dari ideal.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dinhub) Banyumas, Arif Akhmadi, saat ditemui.
Menurut Arif, saat ini tercatat ada 510 ruas jalan di wilayah Banyumas. Namun, jumlah rambu lalu lintas, marka jalan, serta perangkat pendukung lainnya seperti traffic light masih belum sebanding dengan kebutuhan yang ada di lapangan.
“Kalau jumlah keseluruhan rambu, marka, sampai lampu lalu lintas itu ribuan, hanya saja sekarang masih proses pengolahan data, jadi detailnya belum bisa disampaikan. Yang jelas, masih ada kekurangan yang cukup jauh,” katanya, Jum’at (3/10).
Ia menjelaskan, di kawasan perkotaan Purwokerto ketersediaan rambu sudah relatif lebih baik. Tingkat pemenuhan kebutuhan bahkan mencapai sekitar 80 persen, mengingat wilayah tersebut merupakan pusat aktivitas dan menjadi prioritas utama penataan lalu lintas.
“Kalau di dalam kota relatif sudah lebih lengkap, karena menjadi jalur utama. Tapi di luar kota, di jalan kabupaten dan pedesaan, kondisinya masih banyak yang belum tersedia,” ujarnya.
Terkait kendala, Arif menyebut keterbatasan anggaran menjadi faktor utama. Alokasi anggaran Dishub harus berbagi dengan program prioritas lain, sehingga pemasangan maupun perawatan rambu lalu lintas belum bisa maksimal.
“Kendala paling besar tentu di anggaran. Selain itu, juga ada kendala teknis seperti jaringan atau kondisi jalan yang rusak. Kalau jalan rusak kan percuma pasang marka, jadi harus koordinasi dengan dinas terkait,” jelasnya.
Meski begitu, Arif menegaskan ada program prioritas setiap tahun untuk menambah jumlah rambu maupun melakukan perawatan.
Tahun ini, pihaknya menargetkan pemasangan di 141 titik rambu baru, serta penggantian maupun pemeliharaan traffic light di beberapa lokasi.
“Program rutin tetap ada, termasuk perawatan traffic light. Kami lakukan secara bertahap sesuai skala prioritas,” imbuhnya.
Ia menambahkan, dukungan dari provinsi maupun pusat juga sangat dibutuhkan dalam upaya melengkapi sarana lalu lintas di Banyumas. Bentuk dukungan tersebut biasanya diarahkan pada aspek peningkatan keselamatan.
“Fokusnya pada perambuan yang sifatnya peringatan, misalnya hati-hati, area penyeberangan, atau titik rawan kecelakaan. Tentu kami juga terus berkolaborasi dengan pihak lain,” terang Arif.
Dengan kondisi saat ini, ia berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam berkendara, terutama di wilayah yang masih minim fasilitas rambu maupun marka jalan.
“Keselamatan harus tetap diutamakan. Adanya rambu memang penting, tapi yang paling utama adalah kesadaran pengendara,” pungkasnya. (zet)
















