BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Tren penyalahgunaan narkoba di Banyumas pada tahun 2025 mengalami pergeseran. Jika sebelumnya lebih banyak didominasi penggunaan narkotika, kini kasus justru bergeser ke penyalahgunaan obat-obatan keras.
Kepala Tim Pemberdayaan Masyarakat BNNK Banyumas, Rizky Hastono, menjelaskan bahwa pergeseran tren ini salah satunya dipicu harga narkotika yang semakin mahal.
Akibatnya, banyak kalangan muda, terutama pelajar SMP hingga SMA, beralih ke obat-obatan.
“Beberapa bulan lalu, baru ditemukan sekitar 4.000 butir obat keras yang disalahgunakan. Selain itu, tanaman seperti bunga terompet dan juga kuningan banyak dimanfaatkan untuk penyalahgunaan,” ungkapnya saat ditemui dikantornya, Jum’at (3/10).
Hingga September 2025, BNNK mencatat ada enam anak yang terjerat kasus penyalahgunaan. Mereka umumnya masih berstatus pelajar, sehingga diberikan rehabilitasi rawat jalan agar bisa pulih dan kembali fokus pada pendidikan.
Rizky menambahkan, faktor keluarga menjadi salah satu penyebab utama remaja mudah terjerumus. Anak dari keluarga yang kurang perhatian, bahkan broken home, lebih rentan terdorong mencoba narkoba. Selain itu, lingkungan pergaulan juga berpengaruh besar.
“Dari hasil survei indeks kerawanan, ada dua titik wilayah bahaya. Data itu kami peroleh dari BNN, Polresta, dan intelijen, salah satunya berada di kawasan Berkoh,” jelasnya.
Meski begitu, Rizky mengapresiasi masyarakat Banyumas yang dinilai cukup peduli terhadap masalah narkoba.
Sekolah-sekolah juga aktif menjalin sinergi dengan BNN dalam upaya pencegahan.
Ia berpesan agar para remaja Banyumas menjauhi narkoba dan fokus menatap masa depan.
“Jadilah generasi muda yang hebat, karena kalianlah penerus estafet bangsa. Jauhi narkoba, wujudkan mimpi, dan raih masa depan yang cerah,” tegasnya.
Rizky juga menegaskan, pihaknya belum bisa membandingkan tren kasus narkoba dengan tahun sebelumnya, lantaran pola penyalahgunaan tahun ini lebih banyak mengarah pada obat-obatan, bukan lagi murni narkotika.
Sebagai penutup, ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu melapor jika menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.
“Pencegahan tidak bisa dilakukan sendiri, perlu dukungan seluruh lapisan masyarakat. Dengan kepedulian bersama, Banyumas bisa terbebas dari ancaman narkoba,” tandasnya. (zet)
















