Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Redkar Cilacap Rayakan 3 Tahun Beroperasi, Siap Tingkatkan Sarana Penyelamatan

Redkar siap tingkatkan sarana penyelamatanRedkar siap tingkatkan sarana penyelamatan
Ketua Redkar Cilacap, Mustangin Mulyana, menyampaikan sambutan kepada para hadirin

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Sejak resmi dikukuhkan pada 27 Oktober 2022, Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Kabupaten Cilacap telah menunjukkan kiprah yang tidak bisa dianggap remeh.

Meskipun baru menginjak usia tiga tahun, organisasi ini telah aktif dalam berbagai operasi kemanusiaan berskala besar, termasuk membantu proses evakuasi korban tanah longsor di Cianjur dan Pekalongan.

Ketua Redkar Cilacap, Mustangin Mulyana, mengungkapkan bahwa meskipun masih muda, Redkar telah berperan signifikan dalam berbagai situasi darurat yang membutuhkan respons cepat dan efektif.

Saat ini, Redkar memiliki sekitar 500 anggota yang tersebar di 24 kecamatan di Kabupaten Cilacap.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 380 anggota telah terdaftar secara resmi melalui aplikasi Kementerian Dalam Negeri. Pendaftaran ini bukan hanya sekadar formalitas.

Ini menandakan validitas serta pengakuan dari pemerintah pusat terhadap keberadaan dan peran strategis Redkar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Keberadaan Redkar tidak hanya mendapat sambutan hangat dari masyarakat tetapi juga apresiasi tinggi dari Pemerintah Daerah Cilacap.

Plt Kepala Satpol PP Cilacap, Taryo, menyatakan bahwa peran Redkar sangat membantu tugas pemerintah dalam melaksanakan fungsi ketertiban umum dan penanggulangan kebakaran.

“Satpol PP tidak mungkin bekerja sendiri,” ujar Taryo tegas.

“Kami membutuhkan dukungan masyarakat, termasuk relawan. Redkar menjadi garda terdepan dalam penanganan gangguan ketertiban, bencana alam, dan kebakaran,” tambahnya.

Lebih lanjut, Redkar Cilacap memiliki komitmen kuat untuk terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana penyelamatan yang mereka miliki.

Upaya peningkatan ini direncanakan untuk didorong melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), tanpa membebani anggaran daerah (APBD).

Ini merupakan langkah cerdas yang menunjukkan kematangan organisasi dalam mencari solusi pendanaan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta.

Selain itu, Redkar juga aktif mendorong penambahan pos pemadam kebakaran di berbagai wilayah di Cilacap.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi preventif serta upaya untuk merespons situasi darurat dengan lebih cepat dan efisien.

Dengan adanya pos-pos pemadam kebakaran yang lebih merata, harapannya adalah penanganan insiden kebakaran bisa dilakukan dengan lebih sigap sehingga meminimalisir kerugian baik dari sisi materi maupun korban jiwa.

Komitmen Redkar tidak terbatas pada respons terhadap bencana semata tetapi juga berfokus pada edukasi dan pelatihan bagi masyarakat tentang pentingnya pencegahan kebakaran dan tindakan pertama saat menghadapi situasi darurat.

Memupuk kesadaran masyarakat mengenai langkah-langkah sederhana namun efektif dalam pencegahan kebakaran dapat secara signifikan mengurangi risiko kejadian serupa di masa mendatang.

Dari segi keanggotaan, upaya perekrutan anggota baru terus dilakukan dengan cara-cara yang inovatif agar dapat menjangkau lebih banyak orang yang memiliki kepedulian tinggi terhadap keselamatan lingkungan sekitar mereka.

Proses pelatihan pun dirancang sedemikian rupa untuk memastikan setiap anggota memiliki keterampilan dasar yang diperlukan saat menghadapi situasi darurat.

Dalam waktu dekat, Redkar berencana untuk melakukan sejumlah kegiatan simulasi penanggulangan bencana di beberapa titik rawan di Cilacap.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan baik dari pihak relawan sendiri maupun masyarakat setempat agar siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana yang bisa terjadi kapan saja.

Keberhasilan Redkar dalam menjalankan misinya selama tiga tahun terakhir ini tentu tidak lepas dari kerja keras seluruh anggotanya serta dukungan penuh dari berbagai pihak terkait termasuk pemerintah daerah dan masyarakat luas.

Pengabdian tanpa pamrih dan dedikasi tinggi para relawan menjadi aset berharga bagi Kabupaten Cilacap dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tanggap terhadap ancaman bencana.

Dalam sambutannya pada acara pengukuhan resmi organisasi tahun lalu, Ketua Redkar Cilacap Mustangin Mulyana menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai elemen masyarakat untuk mewujudkan perlindungan maksimal terhadap bahaya kebakaran dan bencana lainnya.

“Kerja sama adalah kunci utama,” katanya dengan penuh semangat kepada para hadirin saat itu.

Dengan visi besar untuk memperluas jangkauan pelayanan hingga ke pelosok-pelosok desa terpencil di Cilacap serta tekad kuat untuk terus berinovasi dalam segala bidang operasionalnya. (rey/dda)

Berita Sebelumnya
Satu rumah di selogiri diterjang longsor

Hujan Lebat Picu Longsor di Selogiri Kebumen, Satu Rumah Jadi Korban

Berita Selanjutnya
Ketua dprd jateng sumanto saat menjadi narasumber program aspirasi jateng upaya jawa tengah wujudkan ketahanan pangan di studio tatv solo

Sumanto: Alih Fungsi Lahan Pertanian Ancam Ketahanan Pangan Jawa Tengah