BANYUMASEKSPRES.ID, Beasiswa kuliah di Korea Selatan 2026 kembali menjadi incaran banyak pelajar Indonesia yang bercita-cita menempuh pendidikan tinggi di negeri ginseng.
Dengan fasilitas lengkap, cakupan biaya luas, dan reputasi akademik kelas dunia, berbagai program beasiswa dari pemerintah Korea, universitas ternama, hingga lembaga nasional Indonesia seperti LPDP membuka peluang besar bagi calon mahasiswa yang siap bersaing secara global.
Selain karena kualitas pendidikan dan teknologi yang maju, Korea Selatan juga dikenal sebagai negara dengan lingkungan yang aman, budaya yang menarik, serta dukungan besar bagi mahasiswa internasional melalui berbagai program pertukaran dan beasiswa penuh.
Tahun 2026 diperkirakan masih akan mengikuti pola seleksi dan penerimaan dari tahun-tahun sebelumnya, baik dari sisi kuota maupun fasilitas.
Artinya, calon penerima tetap memiliki peluang besar untuk meraih beasiswa bergengsi yang ditawarkan oleh pemerintah maupun universitas terbaik di Korea Selatan.
Global Korea Scholarship (GKS/KGSP)
Program Global Korea Scholarship (GKS) atau Korean Government Scholarship Program (KGSP) merupakan salah satu beasiswa paling bergengsi di Asia.
Dikelola oleh NIIED di bawah pemerintah Korea Selatan, beasiswa ini terbuka untuk jenjang D2, S1, S2, dan S3.
Lebih dari 100 universitas bergabung sebagai mitra, termasuk Seoul National University, KAIST, Korea University, Yonsei University, Sungkyunkwan University, dan Hanyang University.
Untuk tahun 2026, proyeksi penerima beasiswa mencakup sekitar 500 peserta untuk program D3 dan S1, serta lebih dari 1.200 penerima di seluruh jenjang dari berbagai negara.
Cakupan beasiswa ini meliputi biaya kuliah penuh hingga KRW 5 juta per semester, tiket pesawat pulang-pergi, serta tunjangan hidup bulanan sekitar KRW 900.000–1.000.000 untuk D3 dan S1, dan KRW 1.000.000–1.500.000 untuk jenjang S2 dan S3.
Selain itu, penerima juga akan mendapat tunjangan kedatangan KRW 200.000, tunjangan riset hingga KRW 240.000 per semester, dan tunjangan kelulusan sebesar KRW 100.000.
Kursus bahasa Korea selama satu tahun juga wajib diikuti bagi peserta yang belum memiliki sertifikat TOPIK level 5 atau 6.
Durasi studi bervariasi: D3 hingga 3 tahun, S1 maksimal 7 tahun termasuk kursus bahasa, S2 selama 2–3 tahun, dan S3 sekitar 3–4 tahun.
Ada dua jalur pendaftaran yang bisa dipilih, yakni Embassy Track (melalui Kedutaan Besar Korea Selatan dengan pilihan maksimal tiga universitas) dan University Track (pendaftaran langsung ke universitas mitra dengan satu pilihan).
Seleksi dilakukan melalui tahapan administrasi, penulisan esai, dan wawancara dalam bahasa Inggris atau Korea.
Sarang Global Indonesia Scholarship
Beasiswa ini diselenggarakan oleh Sarang Global Indonesia dan menargetkan pelajar Indonesia berprestasi yang ingin melanjutkan studi ke Korea Selatan.
Program ini bekerja sama dengan SeoulTech (Seoul National University of Science and Technology) dan Hanyang University ERICA.
Penerima beasiswa akan memperoleh bantuan biaya hingga Rp100 juta, bebas biaya pendaftaran di universitas mitra, serta fasilitas bimbingan dokumen dan webinar tanpa biaya tambahan.
Menariknya, beberapa program tidak mensyaratkan sertifikat IELTS atau TOPIK, sehingga memberikan kemudahan bagi pelamar yang baru memulai persiapan kuliah di luar negeri.
Beasiswa dari Universitas Ternama di Korea
Selain beasiswa pemerintah, banyak universitas ternama di Korea Selatan juga memiliki program beasiswa internal dengan cakupan dan ketentuan berbeda-beda.
Contohnya, Seoul National University memiliki program Glo-Harmony dan SNU Scholarship yang menanggung biaya kuliah, asrama, hingga tiket pesawat.
KAIST menawarkan KAIST International Student Scholarship yang meliputi biaya kuliah penuh dan tunjangan hidup.
Yonsei University memiliki Yonsei International Scholarship, sedangkan POSTECH menyediakan POSTECH Presidential Fellow dengan cakupan penuh.
Hanyang University juga memberikan potongan biaya kuliah hingga 100% melalui program Hanyang International Graduate Scholarship.
Beasiswa LPDP RI ke Korea Selatan
Pemerintah Indonesia melalui LPDP membuka kesempatan bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan studi S2 dan S3 di universitas ternama Korea Selatan seperti KAIST, Yonsei University, dan Korea University.
Beasiswa ini mencakup biaya pendidikan penuh, tunjangan hidup, tiket pesawat, serta asuransi kesehatan.
Program ini sangat cocok bagi pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi pascasarjana dengan dukungan penuh dari pemerintah.
Secara umum, penerima beasiswa kuliah di Korea Selatan akan mendapatkan berbagai fasilitas seperti pembebasan biaya kuliah dan pendaftaran, tunjangan hidup bulanan antara KRW 900.000 hingga 1.500.000, tiket pesawat pulang-pergi, serta asuransi kesehatan.
Selain itu, tersedia kursus bahasa Korea selama satu tahun, tunjangan penelitian bagi jenjang pascasarjana, dan beberapa program juga menyediakan asrama serta bimbingan akademik penuh bagi mahasiswa internasional.
Syarat dan Jadwal Pendaftaran
Syarat umum meliputi usia maksimal 25 tahun untuk jenjang D3 dan S1, serta 40 tahun untuk jenjang S2 dan S3.
Pelamar wajib memiliki IPK minimal 2,64/4,0 atau setara 80/100, sehat secara jasmani dan mental, serta tidak berkewarganegaraan Korea Selatan.
Seleksi biasanya dilakukan melalui pemeriksaan dokumen, penulisan esai, rekomendasi akademik, dan wawancara.
Pendaftaran untuk jenjang D3 dan S1 umumnya dibuka antara September–Oktober 2025, sementara untuk S2 dan S3 berlangsung pada Januari–Maret setiap tahun.
Informasi resmi dapat diakses melalui situs Study in Korea (www.studyinkorea.go.kr) maupun laman universitas tujuan masing-masing.
Dengan dukungan pendidikan berkualitas dan jaringan global yang luas, beasiswa kuliah di Korea Selatan 2026 menjadi peluang emas bagi pelajar Indonesia yang ingin meniti karier di dunia akademik maupun industri internasional.
Persiapkan diri sejak dini agar peluang menjadi bagian dari komunitas global di Korea Selatan semakin terbuka lebar.(taa)
















