Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Rem Blong Picu Truk Boks Terguling di Purbalingga, Pengemudi dan Penumpang Selamat

Truk Terguling di Bayeman, Lalu Lintas TersendatTruk Terguling di Bayeman, Lalu Lintas Tersendat
TERSENDAT: Truk boks terguling melintang di Jalan Raya Purbalingga–Pemalang di Dukuh Bayeman, Desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Arus lalu lintas di Jalan Raya Purbalingga–Pemalang mengalami kendala serius akibat sebuah kecelakaan tunggal yang melibatkan truk boks, pada Rabu petang, 11 Maret 2026.

Dalam insiden ini, truk boks terguling dan melintang di jalan, yang menyebabkan antrean kendaraan panjang di lokasi kejadian.

Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi tepat di Dukuh Bayeman, Desa Tlahab Lor RT 1 RW 2, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga.

Lokasi kecelakaan berada sekitar seratus meter dari jalur penyelamat yang biasanya digunakan untuk evakuasi kendaraan darurat.

Kasat Lantas Polres Purbalingga AKP Gharasa Zahra Zahirah memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai insiden tersebut melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Purbalingga Iptu Arif T.

Ia mengungkapkan bahwa truk yang terlibat dalam kecelakaan adalah truk boks Isuzu dengan nomor polisi B 9129 TXS.

“Kendaraan ini dikemudikan oleh Dafit Marulitua (39), warga Desa Cibarusah Kota RT 4 RW 11, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat,” kata Iptu Arif kepada awak media.

Dari keterangan yang diberikan, diketahui bahwa truk tersebut sedang mengangkut muatan pipa PVC dan melaju dari arah Semarang menuju Purbalingga.

Saat tiba di lokasi kejadian, jalan yang dilalui berada dalam kondisi turunan panjang dengan belokan tajam ke kiri.

Diduga rem kendaraan tidak berfungsi dengan baik atau mengalami masalah teknis seperti rem blong.

Hal ini menjadi faktor utama yang menyebabkan pengemudi tidak dapat mengendalikan kendaraan dengan baik.

“Sesampainya di TKP dengan kondisi jalan turunan panjang dan menikung ke kiri diduga rem tidak berfungsi dengan baik atau rem blong,” jelasnya.

Akibat situasi tersebut, truk boks mengalami oleng dan akhirnya terguling melintang di tengah jalan, memicu kemacetan yang cukup signifikan bagi pengguna jalan lainnya.

Setelah kecelakaan terjadi, Unit Lakalantas Polres Purbalingga bersama Pos Lantas Bobotsari dan Polsek Karangreja segera turun tangan untuk menangani kejadian tersebut.

Proses evakuasi kendaraan dilakukan dengan cepat dan efektif berkat dukungan dari berbagai pihak.

Dalam situasi ini, tim evakuasi dibantu oleh derek swasta serta anggota Damkar Pos Bobotsari, Palang Merah Indonesia (PMI), Pramuka setempat, serta relawan warga yang tergabung dalam Tim Satgas Quick Response Polres Purbalingga.

“Saat proses evakuasi berlangsung, kami juga mendatangkan satu unit mobil damkar untuk membersihkan jalan dari tumpahan solar agar tidak membahayakan pengguna jalan lain,” ungkap Iptu Arif.

Keberadaan tumpahan solar menjadi perhatian khusus karena dapat menyebabkan kecelakaan tambahan jika tidak segera ditangani.

Selama proses evakuasi berlangsung, arus lalu lintas sempat mengalami kepadatan yang cukup parah.

Untuk mengatasi masalah tersebut, petugas menerapkan sistem buka tutup jalan secara bergantian hingga proses evakuasi selesai.

Beruntungnya, dalam insiden ini baik pengemudi Dafit Marulitua (39) maupun penumpangnya Benni Fernando (27), warga Desa Bakaran Batu Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara selamat tanpa mengalami luka-luka.

Keberhasilan evakuasi dan penanganan cepat oleh pihak kepolisian serta tim terkait berhasil menghindari terjadinya korban jiwa dalam peristiwa ini.

Kecelakaan seperti ini menyoroti pentingnya kesadaran akan keselamatan berkendara serta pemeliharaan kendaraan yang memadai sebelum melakukan perjalanan jauh.

Rem blong merupakan salah satu masalah teknis yang sering kali diabaikan oleh pengemudi.

Oleh sebab itu, para pengguna jalan diminta untuk lebih berhati-hati dan selalu memastikan bahwa kendaraan mereka dalam kondisi prima sebelum berangkat.

Dari sisi lalu lintas umum di Purbalingga sendiri, kejadian ini bukanlah yang pertama kalinya terjadi di jalur vital seperti Jalan Raya Purbalingga–Pemalang.

Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat keselamatan berkendara di jalur ini mulai dari kondisi jalan hingga kepadatan arus lalu lintas yang sering terjadi pada jam-jam tertentu. (tya/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Arsitektur Tak Biasa Masjid Alif Baa Banjarnegara

Keunikan Masjid Alif Baa di Banjarnegara, Memadukan Arsitektur Tradisional dan Filosofi Spiritual

Berita Selanjutnya
122 Guru Dapat SK Jadi Kepala Sekolah

122 Guru di Kabupaten Cilacap Terima SK Tugas Tambahan sebagai Kepala Sekolah