BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Target pendapatan retribusi pasar yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk tahun anggaran 2026 tetap konsisten tanpa ada perubahan signifikan.
Hingga akhir bulan April, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) masih berpegang pada acuan nominal dari tahun sebelumnya.
Agus Haryanto, selaku pengelola Pasar Sumpiuh, mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus bergerak dengan menggunakan target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Dalam perhitungan sementara, target retribusi untuk tahun anggaran 2025 sebesar Rp 535 juta menjadi dasar acuan dalam menghitung capaian bulanan.
Agus menjelaskan bahwa target tersebut dibagi rata ke dalam 12 bulan sehingga menghasilkan angka sasaran bulanan sekitar Rp 45 juta.
Namun, memasuki tahun anggaran 2026, capaian pendapatan retribusi justru menunjukkan hasil yang lebih baik dari yang diperkirakan.
“Alhamdulillah, Pasar Sumpiuh setiap bulannya bisa mencapai pendapatan retribusi di atas Rp 50 juta,” ungkap Agus pada Rabu (22/4).
Pencapaian ini tentu menjadi kabar baik bagi pengelola pasar dan para pedagang yang beraktivitas di dalamnya.
Meskipun begitu, Agus juga menyadari bahwa kondisi ekonomi global turut memengaruhi dinamika aktivitas jual beli di tingkat lokal.
Kondisi ini memberikan dampak langsung pada pedagang pasar yang sangat bergantung pada pendapatan dari kegiatan jual beli sehari-hari.
Dalam situasi seperti ini, pengelola pasar berusaha memperkuat koordinasi dengan paguyuban serta pedagang agar tetap menjaga kepatuhan terhadap pembayaran retribusi.
Agus menilai bahwa kesadaran pedagang dalam membayar retribusi masih tergolong baik, meskipun pelaksanaannya belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024.
Ia menjelaskan pentingnya strategi penetapan target bulanan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya kenaikan target pendapatan di tahun anggaran 2026 mendatang.
“Pengelola menargetkan bulanan agar jika nantinya ada kenaikan target di tahun anggaran 2026 ini tidak terlalu kaget,” ujar Agus.
Dengan pencapaian pendapatan retribusi yang terus meningkat setiap bulan, hal ini mencerminkan kinerja pasar yang positif sekaligus menunjukkan daya saing para pedagang.
Namun demikian, tantangan dari situasi ekonomi global tetap harus diperhatikan secara seksama oleh semua pihak terkait.
Pengelolaan yang baik dan komunikasi yang efektif antara pengelola pasar dan pedagang akan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan aktivitas jual beli, serta kepatuhan terhadap pembayaran retribusi.
Keberhasilan Pasar Sumpiuh dalam mencapai target pendapatan retribusi bukan hanya soal angka semata.
Ini juga mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Terlebih lagi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi akibat fluktuasi ekonomi global dan perubahan perilaku konsumen yang semakin dinamis.
Sebagai salah satu lokasi sentra perdagangan di Banyumas, Pasar Sumpiuh memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
Oleh karena itu, penting bagi semua stakeholder untuk saling mendukung demi menjaga kesinambungan kegiatan ekonomi di wilayah ini.
Inisiatif seperti memperkuat kerja sama antara pengelola pasar dan pedagang menjadi langkah krusial untuk menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif.
Dalam konteks ini, Agus Haryanto dan tim pengelola Pasar Sumpiuh terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada para pedagang dan pembeli.
Mereka juga aktif melakukan sosialisasi mengenai pentingnya kepatuhan pembayaran retribusi agar semua pihak memahami manfaatnya bagi perkembangan pasar secara keseluruhan. (fij/stch/dda)
















