BANYUMASEKSPRES.ID, Ribuan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dirumahkan setelah distribusi program Makan Bergizi Gratis dihentikan sementara selama masa libur sekolah berlangsung.
Selama penghentian sementara kegiatan tersebut, para relawan tidak bekerja dan tidak menerima upah sebagaimana biasanya saat menjalankan tugas harian.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Trenggalek Neo Ordikla menjelaskan penghentian sementara mengacu pada Surat Edaran BGN Nomor 12.
Menurut surat edaran tersebut, seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi tidak menjalankan kegiatan produksi maupun pendistribusian program Makan Bergizi Gratis sementara.
“SPBG tidak melaksanakan pendistribusian mulai tanggal 22 Juni sampai 13 Juni,” kata Neo, Jumat (26/6/2026).
Selama masa penghentian distribusi tersebut, ribuan relawan yang bertugas pada masing-masing SPPG sementara waktu harus dirumahkan terlebih dahulu.
Mereka juga tidak memperoleh pembayaran insentif maupun upah karena selama penghentian sementara tidak menjalankan aktivitas operasional seperti biasanya.
BGN hanya menyiapkan pembayaran bagi pengawas SPPG, termasuk biaya satpam, listrik, air, serta kebutuhan layanan internet atau wifi.
“Selebihnya tidak ada pembayaran termasuk insentif, berarti dirumahkan sementara,” jelasnya.
Neo Ordikla menambahkan saat ini terdapat 73 SPPG yang tersebar di seluruh wilayah 14 kecamatan Kabupaten Trenggalek untuk mendukung program.
Dari total tersebut, sebanyak 16 SPPG sebelumnya sempat mendapatkan sanksi suspensi dari BGN karena belum memenuhi standar yang ditetapkan.
Setelah menjalani proses perbaikan sesuai ketentuan, sebanyak delapan SPPG akhirnya dinyatakan telah dicabut status suspensinya oleh Badan Gizi Nasional.
Menurutnya, BGN terus berupaya meningkatkan standar mutu pelayanan seluruh dapur agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis semakin optimal nantinya.
Seluruh dapur yang tidak lagi berstatus suspensi direncanakan kembali beroperasi untuk menyalurkan program Makan Bergizi Gratis mulai 14 Juli mendatang. (vip)














