BANYUMASEKSPRES.ID, Selebgram populer Riyuka Bunga kini tengah menjalin hubungan baru setelah resmi bercerai dari mantan suaminya, Heri Horeh, setahun yang lalu.
Meskipun demikian, hubungan baru ini tampaknya tidak mendapatkan dukungan dari keluarga kekasihnya.
Situasi ini pun memicu perdebatan hangat di media sosial, terutama setelah Riyuka mengunggah sejumlah tangkapan layar percakapan yang diduga berasal dari keluarga sang kekasih di akun Instagram-nya.
Dalam unggahannya tersebut, Riyuka Bunga menunjukkan sejumlah pesan bernada menghina yang mencerminkan ketidakpuasan keluarga kekasih terhadap hubungan mereka.
Salah satu pesan yang muncul mengekspresikan kekecewaan dan menyebut bahwa sang anak kehilangan “akal sehat” akibat keterlibatannya dengan Riyuka.
Pesan-pesan tersebut berisi kalimat-kalimat tajam, seperti “Ini yang bikin kamu sakit jiwa?”, “Padahal kan bapak enggak mau kalau kamu sama Bunga. Maunya bapak kamu sama perempuan biasa saja”, dan “Halah, belain sono janda tua”.
Riyuka Bunga tidak tinggal diam dengan berbagai tudingan negatif tersebut.
Dalam caption unggahan Instagram-nya, ia mengekspresikan ketidakpuasan dan keberatan atas hinaan yang diterimanya dari ayah kekasihnya.
Ia dengan tegas menyatakan, “Saya tidak pernah membun*h, saya tidak pernah narkob*, saya tidak pernah ng*lont*. Saya bekerja mati-matian untuk anak dan ibu saya.”
Pernyataan ini menggambarkan betapa kerasnya usaha yang telah dilaluinya untuk menjaga kehormatan diri dan keluarganya meski berada dalam situasi yang sulit.
Lebih lanjut dalam caption tersebut, Riyuka Bunga mengekspresikan perasaannya ketika mengetahui isi chat jahat dari orangtua kekasihnya.
Ia merasa sangat disakiti oleh hinaan tersebut dan mempertanyakan hak mereka untuk memperlakukan dirinya sedemikian rupa.
“Ada hak apa kalian menghina saya semenyakitkan itu? Ajarkan anakmu untuk menjauhi saya!!!” tutupnya dengan nada emosional.
Unggahan Riyuka Bunga tersebut langsung menarik perhatian banyak warganet, yang segera memberikan dukungan kepadanya melalui komentar positif di media sosial.
Banyak pengguna Instagram berempati terhadap situasi yang dialami oleh Riyuka dan menyatakan bahwa ia berhak untuk dicintai tanpa harus menghadapi stigma atau penghinaan dari orang lain.
Dukungan warganet ini bukan hanya menjadi penguat bagi Riyuka Bunga tetapi juga menyoroti bagaimana publik sering kali bersikap terhadap selebriti dalam kehidupan pribadi mereka.
Dalam dunia media sosial saat ini, di mana setiap langkah dapat dilihat dan dikomentari oleh publik, tekanan untuk memenuhi ekspektasi sosial bisa menjadi sangat besar.
Melihat lebih jauh ke dalam konteks masalah ini, kita bisa melihat bagaimana stigma terhadap perceraian masih cukup kuat dalam masyarakat kita.
Masyarakat sering kali memiliki pandangan negatif terhadap individu yang pernah menikah dan kemudian bercerai, terutama perempuan.
Hal ini membuat para selebriti seperti Riyuka Bunga sering kali menjadi sasaran empuk bagi kritik dan penghinaan.
Penting untuk dicatat bahwa setiap individu berhak atas cinta dan kebahagiaan tanpa harus menghadapi penilaian negatif dari orang lain.
Proses menemukan cinta setelah perceraian adalah hal yang umum terjadi dan seharusnya dipandang sebagai bagian dari perjalanan hidup yang alami.
Menyikapi situasi ini dengan bijaksana adalah kunci untuk memahami dampak dari komentar negatif di media sosial terhadap kesehatan mental individu.
Komentar bernada menghina bisa menyebabkan rasa sakit emosional yang mendalam dan berpotensi mempengaruhi kesejahteraan psikologis seseorang secara signifikan.
Dengan banyaknya kasus serupa di kalangan selebriti maupun masyarakat umum, penting bagi kita sebagai masyarakat untuk lebih peka terhadap dampak kata-kata kita. (*/stch/dda)














