BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Aktivitas kapal penumpang pada jalur Cilacap-Kampung Laut kini tidak seramai dulu meskipun operasi tetap berjalan setiap hari. Setiap hari, empat hingga lima kapal melakukan perjalanan bolak-balik antara Pelabuhan Seleko dan Kampung Laut. Penurunan jumlah penumpang menjadi kenyataan yang kini dihadapi.
“Kondisi sekarang penumpang mulai sepi. Dulu bisa penuh, sekarang jauh menurun,” ujar Zaenal Arifin, Petugas Pengawasan Pelabuhan di Cilacap, dalam wawancara pada Rabu (9/7).
Menurut Zaenal, trayek ini tetap aktif dengan tarif yang terjangkau, yaitu Rp12.500 per orang. Dalam sehari, ada sekitar 7 hingga 8 kali perjalanan pulang-pergi yang dilakukan kapal-kapal tersebut.
Namun demikian, meskipun memiliki kapasitas antara 50 hingga 100 orang, kapal-kapal ini jarang sekali terisi penuh atau bahkan mendekati kapasitas maksimalnya.
Yang lebih memprihatinkan adalah kondisi keselamatan pelayaran yang belum sepenuhnya ideal di tengah menurunnya jumlah penumpang.
Zaenal mengungkapkan bahwa setiap kapal semestinya dilengkapi pelampung sesuai kapasitas penumpangnya.
“Kalau bicara keselamatan, memang sudah ada pelampung. Tapi belum maksimal. Dari seharusnya 50-100 pelampung, rata-rata kapal cuma punya 10,” jelasnya, menyoroti masalah ini dengan serius.
Dia berharap pemerintah memberikan perhatian dan bantuan untuk mendukung kelengkapan standar keselamatan pelayaran rakyat ini agar dapat meningkat ke level yang lebih baik.
Meskipun tantangan tersebut ada, Zaenal memastikan bahwa tidak pernah terjadi kasus overload atau insiden besar karena para nakhoda berusaha keras menjaga ketertiban dan keselamatan sesuai kemampuan mereka.
Moda transportasi laut seperti jalur Cilacap-Kampung Laut memiliki peranan penting bukan hanya sebagai sarana angkut tetapi juga sebagai penghubung vital antara pusat kota dan daerah perairan serta perkampungan terpencil yang tidak bisa dijangkau oleh kendaraan darat.
Zaenal menegaskan pentingnya adanya upaya nyata agar moda transportasi ini tidak hanya sekadar bertahan tetapi juga mampu berkembang sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
Kini, kapal-kapal kecil itu tetap bersandar setiap pagi dan sore di Pelabuhan Seleko, sabar menunggu kedatangan penumpang yang semakin sedikit dari hari ke hari.
Dia menyatakan bahwa perlu ada strategi jangka panjang untuk menarik kembali minat masyarakat agar menggunakan moda transportasi laut ini lebih sering.
Mungkin dengan memperkenalkan kebijakan tarif khusus atau promosi lain yang bisa menghidupkan kembali rute ini sehingga lebih banyak penumpang tertarik menggunakan jasa mereka.
Faktor lain yang mungkin dapat meningkatkan jumlah penumpang adalah peningkatan layanan dan kenyamanan selama perjalanan.
Hal ini termasuk peningkatan fasilitas dasar di atas kapal seperti tempat duduk yang nyaman serta fasilitas sanitasi yang memadai untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik kepada para pengguna jasa transportasi laut tersebut.
Semua pihak berharap agar jalur pelayaran rakyat seperti ini dapat terus beroperasi dengan aman dan berkelanjutan serta dapat beradaptasi menghadapi tantangan zaman modern tanpa mengabaikan kebutuhan dasar keselamatan dan kenyamanan para penggunanya. (ray/stch)
















