Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Sebagian Calon Haji Purbalingga Alami Batuk dan Pilek, Dianggap Adaptasi Iklim

Sebagian jemaah calhaj alami batuk dan pilekSebagian jemaah calhaj alami batuk dan pilek
HAJI: Kondisi Jemaah calhaj asal Purbalingga di Arab Saudi.

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Rombongan jemaah calon haji (calhaj) asal Kabupaten Purbalingga telah bergerak dari Kota Madinah menuju Mekkah, Arab Saudi, pada akhir pekan lalu.

Namun dalam perjalanan dan masa transisi tersebut, sebagian dari jemaah diketahui mengalami batuk dan pilek. Kondisi ini diklaim sebagai reaksi wajar tubuh saat beradaptasi dengan perubahan suhu yang ekstrem antara Indonesia dan Arab Saudi.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sutrisno, Pendamping Haji Daerah (PHD), dalam siaran pers yang dirilis oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Purbalingga.

Ia memastikan bahwa kondisi tersebut tidak membahayakan dan masih dalam kategori ringan serta tertangani dengan baik oleh tim kesehatan haji.

Sutrisno menjelaskan bahwa saat ini terdapat aturan baru dari Pemerintah Arab Saudi terkait sistem nusuk dan syarikah. Aturan ini menyebabkan pembagian rombongan jemaah menjadi beberapa kelompok saat berpindah dari Madinah ke Mekkah.

“Karena sekarang ada aturan tentang nusuk dan syarikah. Maka jemaah kloter satu Purbalingga tidak bisa berangkat bersamaan. Sehingga, dibagi tiga rombongan dan tidak satu hotel,” jelasnya.

Hal ini berdampak pada penempatan akomodasi jemaah yang tidak berada dalam satu lokasi hotel yang sama, meski mereka berasal dari satu kloter.

Namun begitu, pelayanan tetap berjalan optimal dan semua jemaah mendapatkan penanganan yang sesuai standar.

Setibanya di Kota Mekkah, sebagian besar jemaah calhaj langsung menunaikan ibadah umrah wajib, termasuk Yendri, salah seorang calhaj yang juga merupakan guru di SMP Negeri 5 Purbalingga. Ia menyampaikan pengalamannya setelah sampai di Mekkah.

“Setiba di Kota Mekkah, saya bersama jemaah calhaj Kabupaten Purbalingga langsung melaksanakan ibadah umrah wajib sebelum subuh,” ungkapnya.

Dalam hal pelayanan, baik konsumsi maupun transportasi, menurut Yendri, semuanya berjalan dengan lancar dan memuaskan. Ia menyebut bahwa makanan yang disediakan oleh panitia bercita rasa nusantara dan disajikan tiga kali sehari, sesuai dengan kebutuhan jemaah.

Selain itu, layanan transportasi yang digunakan saat di Tanah Suci juga dinilai nyaman dan tanpa kendala, mendukung kelancaran mobilitas para jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

“Petugas kesehatan juga sangat peduli dan cekatan, baik cek kesehatan saat pagi, siang, maupun malam,” ujarnya.

Dengan dukungan logistik yang memadai, pengawasan kesehatan yang intensif, serta manajemen keberangkatan yang tertib sesuai regulasi Arab Saudi, calon haji Purbalingga diyakini bisa melaksanakan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar meski sempat mengalami gangguan kesehatan ringan.

Pemerintah daerah juga terus memantau kondisi dan pelayanan terhadap jemaah melalui jalur koordinasi dengan petugas haji daerah serta tim di Tanah Suci.

Harapannya, seluruh jemaah dapat menyelesaikan ibadah haji tahun ini dalam keadaan sehat dan menjadi haji yang mabrur. (tya/*stch)

Berita Sebelumnya
Jemaah haji kedapatan bawa 1.000 bungkus rokok

Jemaah Haji Indonesia Kedapatan Bawa 1.000 Bungkus Rokok di Bandara Madinah

Berita Selanjutnya
Hujan lebat diprediksi sampai 20 mei

Hujan Lebat Diprediksi Akan Terjadi Hingga 20 Mei di Cilacap dan Sekitarnya