BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Warga Grumbul Karang Delima, Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, menggelar tradisi apitan sedekah bumi dengan semarak pada Senin (12/5).
Tradisi budaya yang sarat makna ini digelar sebagai bentuk syukur atas hasil panen dan berkah alam, sekaligus menjadi sarana penting dalam melestarikan tradisi leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Bertempat di Lapangan Gomas, prosesi sedekah bumi ini menyedot perhatian ratusan warga dari tujuh RT di lingkungan RW IV.
Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, saat rangkaian acara dimulai dari penyembelihan kambing, dilanjutkan dengan masak bersama, penguburan kepala kambing sebagai simbol persembahan, serta doa bersama dan makan bersama yang mencerminkan nilai gotong royong dan kebersamaan warga.
Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya karnaval gunungan hasil bumi. Masing-masing RT membawa gunungan berisi hasil pertanian seperti sayuran, buah-buahan, hingga makanan tradisional, serta satu ekor kambing sebagai bentuk sedekah dan rasa syukur kepada Tuhan YME.
Kepala Desa Petahunan, Rohmat Fadly, menyampaikan bahwa apitan sedekah bumi sudah menjadi agenda rutin tahunan. Ia menuturkan bahwa gelaran tahun ini merupakan yang ketiga dan lebih meriah dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
“Peserta apitan dari tujuh RT mencapai 800 sampai 1.000 orang. Masing-masing RT membawa satu kambing dan satu gunungan hasil bumi,” ujar Rohmat.
Ia menjelaskan, lokasi pelaksanaan tradisi sedekah bumi dipilih secara bergilir tiap tahunnya.
Jika tahun lalu kegiatan berlangsung di Balai Pertemuan RW, maka tahun ini digelar di Lapangan Gomas, RT 5. Rotasi ini dimaksudkan agar setiap wilayah dapat merasakan langsung nuansa kebersamaan dalam kegiatan budaya tersebut.
Lebih lanjut, Rohmat berharap agar kegiatan seperti ini bisa meluas dan menjadi inspirasi bagi RW lainnya di Desa Petahunan.
“Mudah-mudahan RW I, II, III, dan V bisa ikut mengadakan apitan sedekah bumi seperti RW IV,” tambahnya, menyiratkan harapan pelestarian budaya dapat menjangkau seluruh wilayah desa.
Sementara itu, Ketua Panitia, Bambang Sumono, mengungkapkan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh warga Grumbul Karang Delima yang telah menunjukkan kekompakan dan semangat gotong royong dalam menyukseskan kegiatan tahunan ini.
“Semoga warga selalu sehat, panjang umur, tidak kehilangan identitas Jawa, dan terus nguri-uri budaya,” ucapnya penuh harap.
Tradisi apitan sedekah bumi seperti yang digelar warga Desa Petahunan ini bukan hanya ritual budaya, tetapi juga memiliki nilai spiritual dan sosial yang tinggi. Di tengah arus modernisasi yang kerap menggerus budaya lokal, kegiatan semacam ini menjadi benteng pelestarian budaya Jawa, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap kearifan lokal di kalangan generasi muda.
Dengan semangat gotong royong dan kesadaran menjaga warisan budaya, tradisi sedekah bumi Banyumas diyakini akan terus lestari dan menjadi bagian penting dalam membentuk identitas masyarakat pedesaan yang kuat dan berkarakter. (yda/*stch)
















