Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

SMP Telkom Purwokerto Rilis Film Animasi AI “Babad Baturaden”, Angkat Sejarah dari Sudut Baru

SMP Telkom Angkat Film Animasi Babad BaturradenSMP Telkom Angkat Film Animasi Babad Baturraden
ANIMASI: SMP Telkom Purwokerto angkat kisah Babad Baturraden lewat film animasi berbasis AI dengan sudut pandang baru yang sarat nilai sejarah dan budaya

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Dalam rangka memperingati ulang tahun ke-10, SMP Telkom Purwokerto meluncurkan proyek film animasi berjudul “Babad Baturaden”.

Film ini merupakan karya inovatif yang menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan menawarkan perspektif baru mengenai kisah sejarah yang tak lekang oleh waktu.

Menurut Kepala SMP Telkom Purwokerto, Widyatmoko ST MMT MBA, pembuatan film ini adalah bentuk apresiasi terhadap perjalanan dasawarsa sekolah.

Widyatmoko mengungkapkan bahwa film animasi tersebut bertujuan untuk menyajikan sebuah karya yang bernilai edukatif.

“Kami ingin menghadirkan konten yang tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga dapat menginspirasi generasi mendatang,” jelasnya.

Menurutnya, film ini tidak hanya memperkenalkan kisah Babad Baturraden dari sudut pandang Syekh Maulana Maghribi, tetapi juga menjadi alternatif narasi sejarah yang jarang diangkat dalam masyarakat.

“Film ini juga menyampaikan nilai-nilai iman, kesetiaan, pengabdian, serta hikmah yang sangat relevan bagi masyarakat saat ini,” tambah Widyatmoko.

Dengan pendekatan yang berbeda ini, SMP Telkom Purwokerto berupaya melestarikan warisan budaya dan sejarah yang ada di Baturraden.

Sutradara film animasi “Babad Baturaden”, Deuis Nur Astrida MKom, menjelaskan bahwa film ini dirancang untuk mendorong pemanfaatan teknologi kreatif dalam pengembangan konten budaya.

“Kami percaya bahwa AI bisa digunakan dengan baik untuk mengembangkan dan menyebarkan konten budaya serta sejarah Baturraden kepada khalayak luas,” katanya.

Deuis menekankan pentingnya kolaborasi dalam proses pembuatan film ini.

Tim pembuat telah berkoordinasi dengan sejumlah tokoh penting di Banyumas untuk mendapatkan arahan yang tepat.

“Kami sudah bertemu dengan Prof Sugeng, seorang sejarawan terkemuka di daerah sini, dan juga Kyai Tohari untuk mendapatkan masukan berharga,” tuturnya.

Selain itu, SMP Telkom Purwokerto juga menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk memastikan keberhasilan proyek ini.

Film animasi “Babad Baturaden”, dengan judul tambahan “Jejak Cahaya dari Timur”, saat ini masih dalam proses produksi.

Deuis menyatakan bahwa perhelatan peluncurannya akan dilaksanakan sebagai bagian dari perayaan ulang tahun sekolah yang ke-10.

“Kami akan melakukan launching pada saatnya nanti,” ujarnya.

Baturraden sendiri dikenal sebagai wilayah yang kaya akan sejarah dan cerita rakyat.

Cerita babad alas adalah salah satu kisah penting yang mencerminkan awal mula terbentuknya kawasan tersebut.

Namun sayangnya, hingga kini hanya satu versi dari kisah tersebut yang banyak dikenal oleh masyarakat luas.

Versi lain yang berasal dari sudut pandang Syekh Maulana Maghribi jarang diangkat dan diperkenalkan secara lebih luas kepada publik.

Deuis menegaskan bahwa penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam film ini bertujuan untuk menciptakan media visual dan audio yang lebih efisien dan menarik.

Pendekatan ini memberikan peluang baru dalam produksi film serta memungkinkan penyampaian cerita Babad Alas Baturraden dari sudut pandang Syekh Maulana Maghribi dengan cara yang lebih kreatif dan adaptif.

“Melalui sudut pandang berbeda ini, kami berharap dapat memperkaya pemahaman masyarakat tentang asal-usul Baturraden sebagai daerah penuh cerita dan nilai-nilai hikmah,” pungkas Deuis.

Dengan upaya tersebut, SMP Telkom Purwokerto tidak hanya berkontribusi dalam melestarikan budaya lokal tetapi juga berperan aktif dalam memanfaatkan kemajuan teknologi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya sejarah dan budaya daerah mereka.

Film animasi berbasis AI ini menjadi simbol dari semangat inovasi pendidikan di era digital saat ini.

Seiring dengan perkembangan zaman, penggunaan teknologi seperti AI dalam seni dan pendidikan menjadi semakin relevan.

SMP Telkom Purwokerto menunjukkan bahwa institusi pendidikan dapat memanfaatkan alat-alat modern untuk menciptakan karya-karya bernilai tinggi yang tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik.

Film animasi “Babad Baturaden” diharapkan akan menjadi jembatan antara generasi muda dengan warisan budaya mereka sendiri.

Dengan demikian, generasi penerus dapat mengenal lebih dekat kisah-kisah yang membentuk identitas mereka sebagai bagian dari masyarakat Baturraden. (dis/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Cek bansos kemensos

Status Bansos Bermasalah? Ini Cara Cek PKH dan BPNT April 2026 yang Tidak Cair

Berita Selanjutnya
Ditemukan Mayat Ngapung di Kolam Ikan

Penemuan Mayat Pria di Kolam Ikan Gegerkan Warga Wanareja Cilacap, Diduga Sudah 48 Jam Meninggal