Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Tak Hanya Anak Sekolah, Program MBG Cilacap Kini Fokus Ibu Hamil dan Balita

Sasaran MBG DiperluasSasaran MBG Diperluas
PMT : Pelaksanaan pemberian makanan tambahan di wilayah Kecamatan Cilacap Utara

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Di Kabupaten Cilacap, program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini mengalami perluasan signifikan, tidak lagi hanya ditujukan untuk anak-anak sekolah, tetapi juga menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah dalam menangani isu stunting yang semakin mengkhawatirkan di kalangan generasi muda.

Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam pemenuhan gizi yang diperlukan sejak masa kehamilan hingga usia balita.

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Cilacap, Hasanuddin, menjelaskan pentingnya perluasan sasaran program MBG.

Menurutnya, intervensi yang tepat waktu sangatlah krusial untuk menjamin pemenuhan gizi yang optimal bagi ibu dan anak.

“Ini sangat bagus untuk intervensi penanganan stunting di Cilacap, karena pemenuhan gizi tidak bisa menunggu anak masuk sekolah. Harus dimulai sejak ibu hamil,” ujarnya pada Senin, 9 Februari.

Dalam pelaksanaan program ini, distribusi MBG dilakukan oleh kader Posyandu, bidan desa, serta Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Mereka secara aktif mengantarkan makanan bergizi langsung ke rumah penerima manfaat.

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan aksesibilitas terhadap gizi yang baik di tingkat rumah tangga.

Untuk menjaga kualitas menu MBG agar sesuai dengan angka kecukupan gizi seimbang,

Dinkes KB menggandeng Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI). Mereka melatih sekitar 150 tenaga ahli gizi dari Sekolah Pembangunan Pertanian Gizi (SPPG) untuk memastikan bahwa makanan yang disalurkan memenuhi standar gizi yang diperlukan.

Ini mencakup berbagai unsur penting seperti karbohidrat, protein, dan vitamin yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil dan anak-anak balita.

Namun MBG bukanlah satu-satunya program yang dijalankan oleh pemerintah Kabupaten Cilacap.

Pemkab juga telah meluncurkan program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita yang terindikasi stunting, dengan dukungan iuran dari Aparatur Sipil Negara (ASN) lintas instansi.

Program ini sudah berjalan sejak tahun 2025 dan bertujuan untuk memberikan nutrisi tambahan bagi mereka yang membutuhkan.

“Kalau PMT sudah berjalan lama, baik menyasar balita yang terindikasi stunting maupun kepada para ibu hamil,” jelas Hasanuddin.

Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani masalah gizi buruk dan stunting di wilayahnya.

Selain itu, upaya pencegahan stunting juga diperkuat melalui peran aktif dari 4.191 kader TPK yang tersebar di berbagai desa.

Mereka melakukan pendampingan kepada ibu hamil dengan memberikan edukasi tentang pentingnya gizi selama masa kehamilan serta pemantauan kesehatan secara rutin bersama Puskesmas setempat.

Hal ini menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa setiap ibu hamil mendapatkan informasi yang akurat mengenai kebutuhan gizinya serta kesehatan janin yang sedang dikandung.

Hasanuddin menambahkan bahwa jika ditemukan balita dengan kondisi gizi buruk, pihaknya akan melakukan intervensi baik melalui perawatan jalan maupun rawat inap sesuai dengan kebutuhan masing-masing kasus.

“Supervisi layanan KIA dan gizi juga rutin dilakukan di Puskesmas,” ungkapnya.

Dengan adanya sistem pengawasan ini, diharapkan setiap kasus gizi buruk bisa segera ditangani sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.

Melalui kombinasi antara program Makan Bergizi Gratis, pendampingan oleh kader TPK, serta intervensi langsung pada balita yang mengalami stunting, Pemkab Cilacap berharap dapat menurunkan angka stunting secara bertahap.

Ini adalah langkah strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat khususnya generasi muda di Cilacap.

Dengan semua upaya tersebut, harapan akan masa depan generasi penerus Kabupaten Cilacap berada pada jalur positif untuk mewujudkan masyarakat sehat dan berkualitas.

Pemerintah berharap bahwa semua lapisan masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam mendukung program-program ini demi terciptanya lingkungan yang lebih sehat bagi anak-anak dan ibu hamil. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Harga Gula Nipah Merangkak Naik

Kenaikan Harga Gula Nipah Jadi Harapan Baru Penderes di Banyumas Menjelang Ramadan

Berita Selanjutnya
Ketentuan dan Link Pendaftaran Mudik Gratis Pemprov Jateng

Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Dibuka, Ini Link Daftar dan Ketentuannya