BANYUMASEKSPRES.ID, Putri Widhiasari, yang baru saja dinobatkan sebagai Putri Remaja Indonesia Budaya 2023, tidak membiarkan gelar tersebut menghalangi langkahnya untuk terus belajar dan berkontribusi terhadap masyarakat.
Dalam sebuah kegiatan yang diselenggarakan oleh Interact Club Global Sevilla Pulo Mas di Ciwidey, Jawa Barat, Putri memilih untuk terjun langsung ke alam.
Ia aktif menanam pohon dan mengajar anak-anak di daerah pedesaan selama dua hari kegiatan yang menggabungkan edukasi lingkungan dan pengabdian sosial ini.
Selama program tersebut, Putri dan peserta lainnya melakukan eksplorasi di kawasan Desa Wisata Alam Endah.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan kesempatan untuk menikmati keindahan alam tetapi juga memperdalam pemahaman mengenai pengelolaan sumber daya alam serta berinteraksi dengan masyarakat lokal.
Salah satu pengalaman paling berkesan bagi Putri adalah saat melakukan trekking menuju Curug Pajajaran.
Di tengah perjalanan, ia tidak hanya menikmati pesona alam Ciwidey tetapi juga mendapatkan wawasan tentang lingkungan hidup serta komoditas pertanian yang menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat setempat.
“Aku sama temen-temen trekking ke di Desa Wisata Alam Endah. Kita trekking ke curug, terus edukasi alam juga, kita belajar tentang kopi, terus nanam pohon, sama trekking ke Curug Pajajaran, main di air terjun,” ungkap Putri dengan semangat.
Aktivitas tersebut menjadi sarana bagi generasi muda untuk lebih mengenal dan menghargai lingkungan sekitar mereka.
Kegiatan ini lalu dilanjutkan dengan aksi sosial di MIS Baitul Ghafur yang terletak di Kampung Cilembeur, Desa Lebakmuncang.
Di sini, Putri bersama peserta lainnya berbagi ilmu sekaligus bermain dengan para siswa.
“Setelah dari trekking itu, kita ngajar, ngajarin, ngajar sama main sama adek-adek di MI Baitul Ghafur di Ciwidey,” jelasnya.
Melalui interaksi ini, Putri merasakan langsung dampak positif dari kegiatan berbagi pengetahuan kepada anak-anak.
Bagi Putri Widhiasari, pengalaman yang diperolehnya selama kegiatan ini sangat berharga dan memberikan pelajaran yang tidak bisa didapatkan hanya dalam ruang kelas.
Ia memahami pentingnya menjaga alam dan merasakan kebahagiaan saat dapat berbagi pengetahuan dengan generasi muda lainnya.
Ini menjadi bukti bahwa peran generasi muda tidak hanya terbatas pada pencapaian pribadi tetapi juga mampu berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kegiatan seperti ini pun menunjukkan bahwa ada banyak cara bagi generasi muda untuk terlibat aktif dalam isu-isu lingkungan dan sosial.
Menjadi bagian dari komunitas bukanlah sekadar menerima penghargaan atau prestasi, tetapi juga bagaimana mereka bisa memberi kembali kepada masyarakat melalui tindakan nyata.
Keterlibatan putri remaja seperti Putri Widhiasari menjadi inspirasi bagi banyak orang agar lebih sadar akan tanggung jawab sosial mereka.
Dengan mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan pengabdian masyarakat seperti ini, Putri menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati muncul dari keinginan untuk melayani dan memberi dampak positif bagi orang lain. (*/stch/dda)














