Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Tolak Disebut Mantan Istri Pangeran Kelantan, Manohara: “Saya Dipaksa Menikah”

Tolak Disebut Mantan Istri Pangeran KelantanTolak Disebut Mantan Istri Pangeran Kelantan

BANYUMASEKSPRES.ID, Pada awal tahun 2000-an, dunia hiburan Indonesia dikejutkan oleh kabar pernikahan model Manohara Odelia Pinot yang menjadi sorotan publik.

Pernikahannya dengan Tengku Muhammad Fakhry Petra pada 2008 berlangsung singkat, diakhiri perceraian setahun kemudian pada 2009.

Alasan perceraian tersebut adalah karena Manohara mengaku mengalami kekerasan fisik dan seksual dalam rumah tangganya.

Menurutnya, selama pernikahan tersebut, ia tidak diperlakukan dengan layak sebagai seorang istri.

Ketidakpuasan dan penderitaan yang dirasakannya membuat Manohara akhirnya memutuskan untuk melarikan diri dan kembali ke Tanah Air.

Hampir dua dekade berlalu, Manohara kini memberikan pernyataan tegas terkait statusnya di masa lalu. Ia merasa keberatan terus disebut sebagai mantan istri dari Pangeran Kelantan.

Dalam permohonannya kepada media, Manohara meminta agar dirinya tidak lagi dirujuk dengan sebutan tersebut.

“Selama bertahun-tahun, saya berulang kali disebut dalam artikel dan judul berita media sebagai Mantan Istri,” ungkap Manohara dalam pernyataannya yang disampaikan kepada awak media.

“Saya menulis surat ini untuk dengan hormat mengklarifikasi bahwa deskripsi ini tidak akurat dan menyesatkan,” lanjutnya.

Manohara menegaskan bahwa hubungan yang ia jalani saat itu bukanlah sebuah pernikahan yang sah dan penuh cinta seperti yang banyak diberitakan.

“Apa yang terjadi selama masa remaja saya bukanlah hubungan romantis, bukan hubungan atas persetujuan bersama, dan bukan pernikahan yang sah,” tambahnya dengan nada serius.

Ia mengungkapkan bahwa pernikahannya kala itu bukan atas kehendaknya sendiri.

Menurut penuturannya, saat menikah ia masih berusia 16 tahun dan berada dalam situasi paksaan serta kurang kebebasan untuk menentukan pilihan hidupnya sendiri.

“Pada saat itu, saya masih di bawah umur dan berada dalam situasi paksaan dan kurangnya kebebasan. Artinya, saya tidak memiliki pilihan nyata atau kemampuan untuk memberikan persetujuan,” jelasnya lebih lanjut.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa sejak awal, keputusan menikah tersebut bukanlah berasal dari dirinya sendiri.

Pernyataan terbaru dari Manohara ini menjadi momentum penting baginya untuk meluruskan pemberitaan yang selama ini dianggapnya tidak akurat dan merugikan nama baiknya.

Dengan demikian, ia berharap masyarakat dapat memahami situasi sebenarnya yang dialaminya serta menghargai keputusannya untuk menempuh jalan hidup baru tanpa bayang-bayang masa lalu yang kelam.

Meskipun perjalanan hidup Manohara di masa lalu penuh dengan liku-liku dan tantangan berat, kini ia tampak lebih fokus dalam menjalani kehidupannya di bidang lain sambil terus memperjuangkan hak-haknya sebagai perempuan.

Kehidupan pasca-perceraian baginya menjadi kesempatan untuk memulai lembaran baru dengan semangat dan harapan baru.

Dengan kisah hidup yang kompleks ini, Manohara ingin menjadi inspirasi bagi banyak perempuan muda lainnya yang mungkin mengalami situasi serupa agar mereka berani berbicara dan memperjuangkan kebebasan serta hak-hak mereka sendiri. (*/dda)

Berita Sebelumnya
Penting bagi siswa untuk mengetahui aturan dan prosedur SNPMB 2026 agar tidak gagal

Aturan Registrasi Akun SNPMB 2026 Kini Diperketat, Simak Detailnya

Berita Selanjutnya
Advan X1 Meluncur

Advan X1 Meluncur, HP 1 Jutaan dengan RAM Besar dan Layar Jernih 120 Hz