Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

UM-PTKIN 2026 UIN Bandung, Cek Syarat, Jadwal, dan Daya Tampung

Uin sunan gunung djatiUin sunan gunung djati
Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai salah satu PTKIN dengan daya tampung UM-PTKIN 2026

BANYUMASEKSPRES.ID, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung secara resmi mengumumkan daya tampung Jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) tahun 2026. Informasi ini menjadi perhatian penting bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi berbasis keislaman.

Jalur UM-PTKIN merupakan salah satu kesempatan strategis untuk masuk ke Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Program ini membuka peluang luas bagi siswa dari berbagai latar belakang pendidikan di Indonesia.

UM-PTKIN adalah singkatan dari Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri yang dilaksanakan secara nasional. Seleksi ini dikelola oleh panitia resmi yang ditetapkan langsung oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Proses seleksi UM-PTKIN mengedepankan prinsip keadilan dan transparansi. Selain itu, pelaksanaannya juga menjunjung tinggi asas non-diskriminatif bagi seluruh peserta.

Ujian dilakukan secara luring di lokasi yang dipilih peserta. Sistem yang digunakan adalah Sistem Seleksi Elektronik (SSE) berbasis komputer tanpa kertas.

Pada tahun 2026, UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyediakan berbagai pilihan program studi. Setiap program studi memiliki daya tampung yang cukup kompetitif bagi para pendaftar.

Beberapa jurusan memiliki kuota terbesar dibandingkan yang lain. Program Manajemen Keuangan Syari’ah menempati posisi tertinggi dengan 122 kursi.

Selain itu, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir menyediakan kuota sebanyak 108 kursi. Jurusan ini menjadi salah satu yang paling diminati oleh calon mahasiswa.

Sejarah Peradaban Islam juga memiliki daya tampung besar sebanyak 102 kursi. Jumlah yang sama juga tersedia pada program Hukum Keluarga atau Ahwal Syakhsiyah.

Program Hukum Ekonomi Syari’ah atau Muamalah juga menyediakan 102 kursi. Hal ini menunjukkan tingginya minat pada bidang hukum dan ekonomi berbasis syariah.

Jurusan Pendidikan Agama Islam memiliki kuota sebanyak 95 kursi. Program ini tetap menjadi pilihan favorit bagi calon mahasiswa yang ingin berkarier di bidang pendidikan.

Beberapa jurusan lain seperti Komunikasi dan Penyiaran Islam menyediakan 81 kursi. Jumlah yang sama juga berlaku untuk Manajemen Pendidikan Islam dan Bimbingan Konseling Islam.

Manajemen Haji dan Umrah juga termasuk program dengan daya tampung 81 kursi. Program ini relevan dengan kebutuhan industri layanan ibadah haji dan umrah.

Pendidikan Matematika dan Pendidikan Bahasa Arab masing-masing memiliki 79 kursi. Keduanya menjadi pilihan tepat bagi calon tenaga pendidik masa depan.

Bahasa dan Sastra Arab juga menyediakan 79 kursi. Program ini fokus pada penguasaan bahasa serta kajian sastra Arab secara mendalam.

Program seperti Pengembangan Masyarakat Islam memiliki kuota 61 kursi. Jumlah yang sama juga tersedia pada Manajemen Dakwah dan Perbandingan Mazhab dan Hukum.

Hukum Pidana Islam, Ekonomi Syari’ah, dan Akuntansi Syari’ah juga masing-masing menyediakan 61 kursi. Jurusan ini memberikan peluang bagi peminat bidang hukum dan ekonomi Islam.

Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam memiliki daya tampung 61 kursi. Begitu juga dengan Manajemen Industri Halal yang semakin relevan di era modern.

Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini masing-masing menyediakan 63 kursi. Program ini berfokus pada pengembangan pendidikan dasar berbasis Islam.

Tasawuf dan Psikoterapi memiliki kuota sebanyak 72 kursi. Jurusan ini menggabungkan pendekatan spiritual dan psikologis dalam pembelajaran.

Ilmu Hadits dan Pendidikan Bahasa Inggris masing-masing memiliki 54 kursi. Tadris Bahasa Indonesia juga menyediakan jumlah kursi yang sama.

Aqidah dan Filsafat Islam turut membuka kuota 54 kursi. Program ini cocok bagi mereka yang tertarik pada kajian pemikiran Islam.

Pendidikan Biologi, Fisika, dan Kimia masing-masing menyediakan 48 kursi. Program ini tetap menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan sains.

Studi Agama-Agama memiliki kuota paling kecil yaitu 36 kursi. Meski demikian, program ini menawarkan kajian lintas agama yang mendalam.

Untuk persyaratan, peserta harus berasal dari lulusan tahun 2024, 2025, atau 2026. Latar belakang pendidikan yang diterima meliputi MA, MAK, SMA, SMK, atau sederajat.

Lulusan tahun 2024 dan 2025 wajib memiliki ijazah atau Surat Keterangan Lulus. Sementara lulusan tahun 2026 dapat menggunakan SKL, pengumuman lulus, KTP, atau kartu pelajar.

Peserta juga diwajibkan memiliki Nomor Induk Siswa Nasional atau NISN. Selain itu, email dan nomor WhatsApp aktif harus disiapkan untuk keperluan komunikasi.

Pendaftaran dilakukan secara mandiri melalui laman resmi UM-PTKIN. Peserta harus mengisi data dengan benar agar tidak terjadi kesalahan.

Setelah itu, peserta wajib melakukan pembayaran biaya pendaftaran melalui bank yang ditunjuk. Biaya yang sudah dibayarkan tidak dapat dikembalikan dengan alasan apa pun.

Peserta dapat memilih maksimal tiga program studi sesuai minat. Pilihan tersebut dapat berasal dari satu atau beberapa PTKIN/PTN.

Selain memilih program studi, peserta juga harus menentukan lokasi ujian. Lokasi ini akan menjadi tempat pelaksanaan ujian nantinya.

Proses pendaftaran dinyatakan selesai setelah peserta melakukan finalisasi. Tahapan ini penting agar data peserta tercatat secara resmi.

Pendaftaran dibuka mulai 13 April hingga 30 Mei 2026. Pada periode yang sama, pembayaran juga dapat dilakukan.

Finalisasi pendaftaran berlangsung hingga 3 Juni 2026. Peserta disarankan untuk tidak menunda proses tersebut.

Kartu peserta dapat dicetak mulai 14 April 2026. Dokumen ini wajib dibawa saat mengikuti ujian.

Pelaksanaan ujian SSE dijadwalkan pada 8 hingga 14 Juni 2026. Ujian dilakukan secara langsung di lokasi yang telah dipilih.

Pengumuman hasil seleksi akan dirilis pada 30 Juni 2026. Hasil ini menentukan kelulusan peserta dalam jalur UM-PTKIN.

Dengan banyaknya pilihan program studi, peluang untuk diterima semakin terbuka. Calon mahasiswa diharapkan mempersiapkan diri secara optimal sejak awal.

Melalui jalur UM-PTKIN, diharapkan lahir generasi yang unggul secara akademik. Selain itu, lulusan juga diharapkan memiliki integritas keislaman yang kuat.

Kontribusi nyata bagi masyarakat menjadi tujuan utama pendidikan di PTKIN. Hal ini sejalan dengan visi pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui situs resmi PMB UIN Bandung. Calon peserta juga bisa menghubungi email atau media sosial resmi kampus untuk mendapatkan detail tambahan. (mdr)

Berita Sebelumnya
Pendakian Gunung Tambora Dibuka

Pendakian Gunung Tambora Dibuka Lagi, Ini Info Terbarunya

Berita Selanjutnya
Dua DIrjen Kemenkeu DIcopot Purbaya

Dua Dirjen Kemenkeu Dicopot Purbaya, Siapa Saja Sosoknya?