Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Viral Konvoi Brutal di Kebumen, Gerbang SMK TKM Teknik Ditendang dan Dipukul Bambu

Polisi Selidiki Video Viral Konvoi RusuhPolisi Selidiki Video Viral Konvoi Rusuh
RUSUH: Tangkapan layar vidoe Aksi sekelompok pengendara motor yang melakukan kerusuhan di SMK TKM Teknik Kebumen, Kamis (7/5)

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan menyeluruh terkait video viral yang memperlihatkan sekelompok peserta konvoi yang terlibat dalam upaya perusakan di sebuah sekolah di wilayah Kabupaten Kebumen.

Video tersebut menunjukkan segerombolan orang yang mengendarai sepeda motor berhenti tiba-tiba di depan SMK TKM Teknik Kebumen, lalu menggeber-geber kendaraan mereka dengan suara bising yang mengganggu ketenangan malam.

Dalam rekaman itu, terlihat beberapa individu mengeluarkan aksinya dengan menendang gerbang sekolah dan menggunakan bambu untuk memukul pintu masuk sekolah.

Aksi ini terjadi pada Kamis, 7 Mei, sekitar pukul 21.00 WIB, dan berhasil direkam oleh seorang satpam yang berada di lokasi kejadian.

Kepala SMK TKM Teknik Kebumen, Wahyu Widagdo, membenarkan adanya insiden tersebut dan menjelaskan bahwa ada sekitar 20 orang yang berkonvoi menggunakan sepeda motor.

“Setelah turun dari kendaraan, mereka mulai menendang-nendang pintu masuk gerbang sambil memukul dengan menggunakan bambu,” ungkap Wahyu saat memberikan keterangan pada awak media pada Jumat, 8 Mei.

Setelah melakukan aksi tersebut, kelompok konvoi melanjutkan perjalanan mereka ke arah utara.

Wahyu dengan tegas menegaskan bahwa para pelaku bukanlah siswa dari SMK TKM Teknik Kebumen.

“Meskipun aksi mereka cukup mengganggu, alhamdulillah tidak ada kerusakan yang ditimbulkan,” tambahnya.

Meski tidak ada kerusakan fisik, pihak sekolah tetap merasa khawatir bahwa tindakan tersebut bisa menjadi bagian dari upaya untuk menciptakan kerusuhan lebih lanjut.

Dalam konteks ini, Wahyu juga menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan imbauan kepada siswa dan alumni agar tetap tenang menghadapi situasi ini.

Sebagai langkah proaktif, pihak sekolah telah melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Kebumen untuk ditindaklanjuti secara resmi.

“Kami telah menyerahkan masalah ini kepada kepolisian agar dapat diteliti lebih lanjut,” jelas Wahyu dengan nada yang penuh harapan akan penanganan serius dari pihak berwajib.

Di sisi lain, Kasatlantas Polres Kebumen AKP Edi Nugroho mengatakan bahwa tim gabungan dari Polres Kebumen sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait video viral tersebut.

Ia menegaskan pentingnya menemukan identitas orang-orang yang terlibat dalam aksi perusakan tersebut agar dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Proses penyelidikan masih berlangsung dan kami berusaha mencari tahu siapa saja orang-orang yang terlibat dalam konvoi ini,” ungkap Edi Nugroho saat memberikan informasi terkini mengenai situasi tersebut.

Kepolisian sebenarnya telah melakukan berbagai upaya pencegahan untuk mengantisipasi potensi konvoi kelulusan yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Beberapa sekolah di daerah ini diketahui telah mematuhi imbauan dari kepolisian dengan tidak melakukan konvoi kelulusan.

Namun demikian, tidak sedikit pula sekolah yang tampak “kucing-kucingan” atau mencoba menghindari pantauan pihak kepolisian dengan tetap melangsungkan konvoi.

“Kami akan terus melakukan patroli bersama tim gabungan untuk mencegah kejadian serupa terjadi di wilayah Kabupaten Kebumen,” ujarnya menegaskan komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama masa kelulusan siswa.

Aksi konvoi kelulusan sebenarnya merupakan tradisi tahunan yang sering dirayakan oleh siswa-siswa setelah menyelesaikan ujian akhir mereka.

Namun belakangan ini praktik tersebut semakin sering disertai dengan perilaku anarkis dan merusak seperti yang terjadi di SMK TKM Teknik Kebumen ini.

Masyarakat pun mulai resah melihat fenomena konvoi kelulusan yang sering kali berujung pada keributan dan penodaan terhadap fasilitas publik serta ruang pendidikan.

Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan menciptakan suasana kondusif bagi para siswa yang sedang merayakan pencapaian mereka.

Dalam konteks pendidikan dan perkembangan karakter generasi muda, sangat disayangkan jika momen-momen berharga seperti kelulusan justru ternodai oleh tindakan negatif seperti perusakan atau keributan.

Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran akan tanggung jawab sosial di kalangan anak muda serta dukungan dari orang tua dan lembaga pendidikan untuk menanamkan nilai-nilai positif.

Dengan kejadian terbaru ini, diharapkan ada evaluasi mendalam mengenai cara-cara perayaan kelulusan agar tidak lagi menimbulkan masalah di kemudian hari. (mam/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Truk Tronton V Motor Listrik, Satu Orang Meninggal

Truk Tronton Tabrak Motor Listrik di Cilacap, Lansia 74 Tahun Meninggal Dunia

Berita Selanjutnya
1.380 Peserta Jalani Seleksi Wawancara

BPS Purbalingga Buka Rekrutmen Sensus Ekonomi 2026, Pendaftar Tembus 1.380 Orang