BANYUMASEKSPRES.ID, BANDUNG – Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung sedang dipertimbangkan untuk kembali dibuka bagi penerbangan jet komersial. Gagasan ini sudah lama menjadi pembicaraan, terutama setelah Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengusulkannya sejak awal tahun.
Farhan mengungkapkan keinginannya agar bandara tersebut kembali berfungsi sebagai bandara internasional, dengan harapan dapat menarik lebih banyak wisatawan mancanegara.
“Bersama-sama kita punya pekerjaan rumah untuk memastikan Bandara Husein kembali menerima jadwal penerbangan reguler,” ujar Farhan saat diwawancarai oleh awak media.
Keinginan untuk menghidupkan kembali status internasional Bandara Husein juga ditegaskan oleh Farhan.
“Kami juga akan mengajukan kembali agar Bandara Husein kembali menjadi bandara internasional,” tambahnya dengan optimisme.
Namun, usulan ini tidak sepenuhnya diterima tanpa pertimbangan. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, memberikan pandangannya terkait rencana ini.
Menurut Dudy, keputusan untuk membuka kembali Bandara Husein harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Ada kekhawatiran bahwa langkah tersebut dapat berdampak negatif pada Bandara Kertajati, yang hingga kini belum beroperasi secara optimal.
“Kalau Husen dibuka kembali, dampaknya ke Kertajati seperti apa? Pertanggungjawabannya seperti apa? Bukan berarti di sini (Kertajati) tidak optimal, kemudian kita menyerah. Tidak. Kita harus cari langkah lain agar Kertajati optimal,” ungkap Dudy pada Rabu malam.
Dudy menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam upaya mengoptimalkan operasional Bandara Kertajati.
Ia mengingatkan bahwa pembangunan Kertajati pada awalnya merupakan inisiatif dan usulan dari pemerintah daerah Jawa Barat.
Oleh karena itu, keterlibatan aktif dari pihak daerah sangat diperlukan untuk menjadikan bandara tersebut sebagai hub penerbangan utama di provinsi tersebut.
Dalam konteks ini, Dudy juga menyoroti perlunya kajian mendalam sebelum memutuskan pembukaan kembali Bandara Husein untuk penerbangan komersial jet.
Hal ini dianggap vital guna mencegah terjadinya masalah baru yang berpotensi merugikan negara.
“Soal bagaimana ke depannya, kita harus pertimbangkan, jangan sampai dikembalikan ke Husen kemudian Kertajati makin terpuruk dan buat kerugian negara, nanti urusannya panjang lagi,” pungkas Dudy dengan tegas.
Sementara itu, masyarakat dan pelaku industri pariwisata menantikan keputusan akhir mengenai status Bandara Husein Sastranegara. Pembukaan kembali bandara ini dipandang sebagai peluang untuk memacu pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata dan perdagangan internasional.
Namun demikian, keseimbangan antara dua bandara besar di Jawa Barat tetap menjadi isu penting yang harus ditangani dengan bijak oleh semua pihak terkait.
Wacana ini menunjukkan betapa kompleksnya dinamika pengelolaan infrastruktur transportasi udara di Indonesia, terutama dalam memastikan setiap fasilitas yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal tanpa saling merugikan satu sama lain.
Pemerintah pusat dan daerah kini dihadapkan pada tantangan besar untuk menemukan solusi yang tepat agar kedua bandara ini bisa berfungsi optimal sesuai dengan potensinya masing-masing.
Diskusi seputar pembukaan kembali Bandara Husein Sastranegara terus bergulir dan menjadi salah satu isu hangat di kalangan masyarakat Bandung dan sekitarnya.
Dengan adanya dialog terbuka antara pemerintah pusat dan daerah serta semua pemangku kepentingan terkait, diharapkan keputusan yang diambil nantinya akan membawa dampak positif bagi perkembangan ekonomi dan sosial di wilayah tersebut.
Keputusan akhir mengenai nasib Bandara Husein Sastranegara masih dinanti-nantikan oleh banyak pihak yang berkepentingan langsung maupun tidak langsung dengan operasionalnya. Semua berharap agar solusi yang terbaik dapat segera ditemukan demi kemajuan bersama. (*stch)
















