Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
BPJS Kini Bisa Tanggung Pembersihan Karang Gigi
Daftar Wilayah Terpanas Di Musim Kemarau Menurut BMKG

Daftar Wilayah Terpanas Di Musim Kemarau Menurut BMKG

Daerah Musim Kemarau Terpanas di IndonesiaDaerah Musim Kemarau Terpanas di Indonesia

BANYUMASEKSPRES.ID, Musim kemarau 2026 membawa dampak berupa peningkatan suhu udara di berbagai wilayah Indonesia.

Berdasarkan data yang sempat dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah daerah mencatat suhu maksimum harian di atas 34 derajat Celsius.

Kemudian dilanjutkan dengan Pulau Jawa menjadi wilayah yang paling banyak masuk dalam daftar lokasi terpanas.

Meski data tersebut berasal dari akhir pertengahan 2026 berkisar Juni hingga Juli, namun kondisinya menjadi gambaran musim kemarau tahun ini memicu cuaca panas di berbagai daerah.

BMKG juga sebelumnya mengingatkan bahwa meluasnya musim kemarau dipengaruhi oleh dinamika atmosfer global, termasuk perkembangan fenomena El Nino yang berdampak pada berkurangnya curah hujan.

Peningkatan suhu udara tidak hanya memengaruhi kenyamanan masyarakat saat beraktivitas, tetapi juga meningkatkan risiko dehidrasi.

Inilah Sejumlah Daerah Musim Terpnas di Indonesia

Serta dapat memberikan gangguan kesehatan akibat paparan panas, hingga potensi kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah.

Daftar Wilayah dengan Suhu Udara Tertinggi

Data BMKG pada akhir Juni 2026 menunjukkan sedikitnya 16 lokasi mencatat suhu maksimum harian berkisar antara 33,9 hingga 35,4 derajat Celsius. Mayoritas lokasi tersebut berada di Pulau Jawa.

Berikut daftar wilayah yang sempat mencatat suhu udara tertinggi:

  • Banjarnegara, Jawa Tengah: 35,4°C
  • Semarang (Ahmad Yani), Jawa Tengah: 35,0°C
  • Semarang (Tanjung Emas), Jawa Tengah: 34,8°C
  • Berau, Kalimantan Timur: 34,7°C
  • Tangerang, Banten: 34,6°C
  • Bulungan, Kalimantan Utara: 34,4°C
  • Jakarta (BBMKG Wilayah II): 34,4°C
  • Lampung Utara: 34,2°C
  • Tegal, Jawa Tengah: 34,2°C
  • Tarempa, Kepulauan Anambas: 34,2°C
  • Lampung: 34,2°C
  • Majalengka, Jawa Barat: 34,2°C
  • Madiun, Jawa Timur: 34,0°C
  • Palembang, Sumatera Selatan: 34,0°C
  • Bandung, Jawa Barat: 34,0°C
  • Kemayoran, Jakarta: 33,9°C

Dominasi wilayah di Pulau Jawa menunjukkan bahwa kawasan tersebut mengalami peningkatan suhu yang cukup signifikan selama puncak musim kemarau.

Faktor seperti minimnya tutupan awan, intensitas penyinaran matahari yang tinggi, serta berkurangnya curah hujan menjadi penyebab utama meningkatnya temperatur udara.

Musim Kemarau Meluas ke Berbagai Daerah

Selama musim kemarau 2026, BMKG mencatat perluasan wilayah yang memasuki musim kering di berbagai pulau di Indonesia.

Kondisi tersebut meliputi sebagian wilayah Sumatra, Banten, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Meluasnya musim kemarau ditandai dengan penurunan curah hujan di banyak daerah. Pada periode tersebut, sebagian besar wilayah diprakirakan hanya menerima curah hujan kurang dari 50 milimeter dalam satu dasarian atau periode 10 hari.

Kondisi ini menyebabkan udara terasa lebih panas pada siang hari, sementara beberapa daerah mulai mengalami kekeringan, terutama di wilayah yang bergantung pada curah hujan sebagai sumber utama ketersediaan air.

Pengaruh El Nino terhadap Cuaca di Indonesia

Salah satu faktor yang turut memengaruhi kondisi musim kemarau tahun ini adalah fenomena El Nino.

BMKG sebelumnya menjelaskan bahwa suhu permukaan laut di kawasan Nino 3.4 berada pada kondisi hangat yang menunjukkan penguatan El Nino.

Fenomena tersebut umumnya berkaitan dengan penurunan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia sehingga musim kemarau menjadi lebih kering dibandingkan kondisi normal.

Selain El Nino, perubahan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik melalui fenomena ENSO serta kondisi Samudra Hindia atau Indian Ocean Dipole (IOD) juga menjadi faktor perubahan cuaca.

Hal inilah yang memengaruhi pola hujan, suhu udara, hingga peluang munculnya cuaca ekstrem di Indonesia.

Tetap Waspada terhadap Dampak Cuaca Panas

Memasuki puncak musim kemarau, masyarakat tetap diimbau menjaga kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan.

Paparan suhu tinggi dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga gangguan kesehatan lainnya.

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan pakaian yang nyaman, dan menghindari aktivitas berat saat matahari sedang terik.

Kemudian, tidak lupa memakai pelindung seperti topi atau payung ketika berada di luar ruangan. Sebelumnya, BMKG memberikan prediksi kekeringan atas durasi musim kemarau sepanjang 2026.

Selain menjaga kesehatan, masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan maupun hutan, terutama di wilayah yang mengalami kondisi kering berkepanjangan.

Mengikuti informasi cuaca terbaru dari BMKG menjadi langkah penting agar aktivitas sehari-hari dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca yang sedang berlangsung. (*/nds)

Berita Sebelumnya
Pembersihan Karang Gigi dengan BPJS

BPJS Kini Bisa Tanggung Pembersihan Karang Gigi