BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – WhatsApp tengah menyiapkan salah satu pembaruan terbesar sejak platform pesan instan tersebut diluncurkan.
Aplikasi milik Meta itu akan menghadirkan fitur nama pengguna (username) yang memungkinkan pengguna saling terhubung tanpa harus membagikan nomor telepon pribadi.
Kehadiran fitur tersebut menjadi langkah baru WhatsApp dalam memperkuat perlindungan privasi bagi lebih dari tiga miliar pengguna yang tersebar di berbagai negara.
Selama ini, nomor telepon menjadi identitas utama setiap akun WhatsApp sehingga siapa pun yang mengetahui nomor seseorang dapat menghubunginya secara langsung melalui aplikasi tersebut.
Melalui sistem baru, pengguna nantinya memiliki pilihan untuk menggunakan nama pengguna sebagai identitas utama ketika berkomunikasi dengan orang lain.
Dengan demikian, mereka tidak lagi harus memberikan nomor telepon kepada orang yang baru dikenal atau kepada pihak yang hanya membutuhkan komunikasi dalam situasi tertentu.
WhatsApp menyebut perubahan tersebut sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap nomor telepon dalam komunikasi digital sekaligus memberikan kontrol yang lebih besar kepada pengguna dalam mengelola informasi pribadi mereka.
Sebagai tahap awal, WhatsApp mulai membuka kesempatan bagi pengguna untuk memesan nama pengguna unik sebelum fitur tersebut diluncurkan secara luas kepada seluruh pengguna.
Dalam beberapa bulan mendatang, pengguna akan dapat memilih apakah ingin ditemukan dan dihubungi menggunakan nama pengguna tanpa perlu memperlihatkan nomor telepon yang terdaftar pada akun mereka.
Langkah ini dinilai sebagai peningkatan penting terhadap sistem privasi WhatsApp.
Selama bertahun-tahun, salah satu kelemahan aplikasi tersebut adalah nomor telepon pengguna harus diketahui terlebih dahulu agar seseorang dapat memulai percakapan.
Akibatnya, banyak pengguna merasa kurang nyaman membagikan nomor pribadi kepada orang yang baru dikenal, misalnya saat melakukan transaksi jual beli, mengikuti komunitas, bekerja sama dalam proyek tertentu, atau berkomunikasi dengan pelanggan.
Dengan adanya fitur nama pengguna, komunikasi dapat dilakukan tanpa harus membuka akses terhadap nomor telepon pribadi sehingga pengguna memiliki lapisan perlindungan tambahan terhadap data pribadi mereka.
Meski demikian, WhatsApp menegaskan bahwa fitur baru ini tetap dirancang dengan mempertimbangkan aspek keamanan agar tidak disalahgunakan.
Perusahaan memastikan tidak akan menyediakan direktori publik maupun sistem pencarian otomatis yang memungkinkan siapa pun mencari akun pengguna secara bebas.
Artinya, seseorang hanya dapat menghubungi pengguna lain apabila telah mengetahui nama pengguna yang benar.
Sistem tersebut dibuat untuk mencegah penyalahgunaan identitas sekaligus mengurangi risiko pengiriman pesan yang tidak diinginkan dari pihak yang tidak dikenal.
Dengan mekanisme tersebut, pengguna tetap memiliki kendali terhadap siapa saja yang dapat menemukan akun mereka melalui nama pengguna.
WhatsApp menjelaskan bahwa perubahan ini merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan keamanan komunikasi digital di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap perlindungan data pribadi.
Saat ini, siapa pun yang memiliki nomor telepon seseorang pada dasarnya dapat mencoba menghubungi mereka melalui WhatsApp, meskipun belum pernah saling mengenal sebelumnya.
Kondisi tersebut kerap dimanfaatkan oleh pelaku spam, penipuan, maupun pihak-pihak yang menyalahgunakan data pribadi untuk mengirimkan pesan yang tidak diinginkan.
Melalui sistem nama pengguna, perusahaan berharap risiko tersebut dapat ditekan karena nomor telepon tidak lagi menjadi satu-satunya identitas yang digunakan untuk memulai percakapan.
Untuk menjaga keteraturan sistem, WhatsApp juga menetapkan sejumlah aturan terkait pembuatan nama pengguna.
Setiap pengguna hanya dapat memilih nama yang terdiri atas minimal tiga karakter dan maksimal 35 karakter.
Pembatasan tersebut dilakukan agar format nama pengguna tetap seragam dan mudah dikenali oleh sistem.
Selain itu, perusahaan juga akan menerapkan berbagai mekanisme untuk mencegah penggunaan nama yang berpotensi menyesatkan atau menyerupai identitas orang lain.
WhatsApp akan membatasi penggunaan nama tertentu guna menghindari peniruan identitas terhadap tokoh publik, selebritas, organisasi, perusahaan, maupun lembaga pemerintahan.
Langkah tersebut diambil untuk mengurangi potensi penyalahgunaan akun yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk penipuan digital maupun penyebaran informasi palsu.
Meski belum mengumumkan tanggal peluncuran resminya, WhatsApp memastikan fitur nama pengguna akan tersedia secara bertahap dalam beberapa bulan mendatang setelah proses pengujian dan penyempurnaan selesai dilakukan.
Pembaruan ini diperkirakan akan menjadi salah satu perubahan terbesar pada layanan WhatsApp dalam beberapa tahun terakhir karena mengubah cara pengguna saling terhubung di dalam aplikasi.
Bagi sebagian besar pengguna, kehadiran sistem nama pengguna juga dipandang akan memberikan pengalaman yang lebih fleksibel, terutama bagi mereka yang aktif berinteraksi dengan banyak orang melalui komunitas, kegiatan bisnis, organisasi, maupun layanan pelanggan.
Dengan menghadirkan identitas berbasis username, WhatsApp berharap dapat menciptakan sistem komunikasi yang lebih aman, praktis, dan menjaga privasi pengguna. (*/stch/dda)














