Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pabrik PT Pundi Indokayu Banyumas Terbakar, Kerugian Capai 2,5 Miliar

Pabrik Kayu Kalibagor Terbakar, Rugi Rp2,5 MiliarPabrik Kayu Kalibagor Terbakar, Rugi Rp2,5 Miliar
BERJIBAKU: Petuga spemadam kebakaran tengah mencoba untuk menjinakkan api di pabrik kayu Kalibagor, Sabtu (11/7)

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Kebakaran hebat melanda pabrik kayu PT Pundi Indokayu Industri yang berada di Jalan Siliwangi, Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, pada Sabtu (11/7) sore.

Insiden tersebut menghanguskan sebagian area produksi dan menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp2,5 miliar.

Berdasarkan hasil analisis sementara dari petugas, kebakaran diduga dipicu oleh mesin sander kalibrasi yang mengalami over sanding saat proses produksi berlangsung.

Gesekan yang terjadi pada mesin menghasilkan panas berlebih hingga memunculkan bara api yang kemudian menyambar material mudah terbakar di sekitar lokasi.

Kepala UPT Damkar Banyumas, Andaru Budilaksono, mengatakan laporan kebakaran diterima melalui layanan call center sekitar pukul 15.15 WIB.

Setelah menerima informasi tersebut, tim pemadam kebakaran langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

“Begitu menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendataan,” ujar Andaru.

Sesampainya di lokasi, petugas mendapati kobaran api sudah membesar di area produksi.

Banyaknya bahan baku kayu, plywood, serta serbuk kayu yang mudah terbakar membuat api dengan cepat merambat ke berbagai bagian pabrik.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan kebakaran bermula ketika material dimasukkan ke dalam mesin sander kalibrasi yang berputar dengan kecepatan tinggi.

Gesekan antara amplas mesin dengan material menghasilkan panas berlebih hingga memunculkan bara api.

Bara tersebut kemudian masuk ke tempat penampungan serbuk kayu yang berada di sekitar mesin.

Karena serbuk kayu sangat mudah terbakar, api langsung membesar dan menjalar ke berbagai fasilitas produksi.

“Terjadi gesekan antara amplas dengan material sehingga menimbulkan panas. Dari panas itu muncul bara api yang kemudian masuk ke penampungan serbuk kayu,” jelas Andaru.

Api kemudian merambat ke sejumlah fasilitas penting di dalam pabrik, mulai dari mesin produksi, ruang Glue Mixer, mesin Press Dry, hingga bahan baku plywood yang sedang diproses.

Besarnya kobaran api membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama. Petugas harus bekerja ekstra karena banyak material mudah terbakar yang mempercepat penyebaran api.

Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 20.50 WIB atau hampir enam jam setelah laporan pertama diterima.

Selama proses pemadaman, petugas juga melakukan pendinginan secara bertahap untuk memastikan tidak ada titik api yang masih tersisa dan berpotensi memicu kebakaran susulan.

Untuk mengendalikan kebakaran, UPT Damkar Banyumas mengerahkan personel dari berbagai pos, yakni Pos Damkar Kembaran, Damkar Induk Banyumas, dan Pos Damkar Kemranjen.

Selain itu, proses pemadaman juga mendapat bantuan dari Damkar Kabupaten Purbalingga, Relawan Mitra Damkar, BHV perusahaan, PMI Banyumas, Polsek Kalibagor, Koramil Kalibagor, Damkar TNI, hingga Indonesia Off-road Federation (IOF).

Kolaborasi lintas instansi tersebut dilakukan agar api dapat segera dikendalikan dan tidak merambat ke bangunan lain di sekitar kawasan industri.

Meski kebakaran menyebabkan kerusakan cukup parah pada area produksi, peristiwa ini dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa.

Namun demikian, kerugian material yang dialami perusahaan diperkirakan mencapai sekitar Rp2,5 miliar, meliputi kerusakan mesin produksi, ruang Glue Mixer, mesin Press Dry, serta bahan baku plywood yang hangus terbakar.

Petugas masih terus melakukan pendataan terhadap kerusakan serta memastikan kondisi lokasi benar-benar aman sebelum aktivitas produksi kembali dilakukan.

Peristiwa kebakaran ini menjadi pengingat pentingnya penerapan sistem keselamatan kerja, khususnya pada industri pengolahan kayu yang menggunakan mesin berkecepatan tinggi dan memiliki banyak material yang mudah terbakar.

Pemeriksaan rutin terhadap mesin produksi serta sistem pembuangan serbuk kayu dinilai sangat penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. (zet/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Pengangguran Terbuka Masih 4,83 Persen

Magang Nasional Jadi Solusi Tekan Pengangguran di Purbalingga, Peserta Dapat Uang Saku Setara UMK

Berita Selanjutnya
Kecelakaan Maut di Indramayu, 11 Orang Meninggal

Jalur Pantura Indramayu Kembali Makan Korban, 11 Orang Tewas dalam Kecelakaan Pikap dan Truk