BANYUMASEKSPRES.ID, FLORES TIMUR – Gunung Lewotobi Laki-Laki yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan erupsi yang terjadi pada Sabtu dini hari (2/8/2025).
Erupsi kali ini mengakibatkan kolom abu vulkanik yang menjulang hingga ketinggian 18 kilometer, memberikan dampak signifikan pada beberapa sektor, terutama penerbangan.
Sebagai dampak langsung dari sebaran abu vulkanik tersebut, tercatat 24 penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali mengalami penundaan dan pembatalan.
Tak hanya itu, Bandara Frans Seda di Maumere juga ditutup sementara hingga Minggu (3/8/2025) pukul 06.00 WITA akibat deteksi abu vulkanik mencapai wilayah bandara.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa “Erupsi terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 47,3 milimeter dan durasi sekitar 14 menit 5 detik. Status aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki masih berada di level IV atau awas.”
Pernyataan tersebut menegaskan tingginya aktivitas gunung berapi ini.
Erupsi pada Sabtu dini hari bukanlah peristiwa tunggal. Sehari sebelumnya, pada Jumat malam (1/8), gunung dengan ketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut ini juga mengalami erupsi.
Dua letusan beruntun ini semakin menguatkan catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengenai tingginya aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki sejak status awas diberlakukan pada 17 Juni 2025.
PVMBG telah memproyeksikan bahwa gunung ini berpotensi mengalami erupsi eksplosif dan magmatis serta awan panas guguran.
Ancaman-ancaman ini mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera mengambil langkah-langkah penanganan darurat.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengadakan rapat koordinasi pada Sabtu pagi untuk mempercepat proses evakuasi dan mengantisipasi risiko bencana lebih lanjut.
“Erupsi kali ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, masih ada warga Desa Boru yang belum mengungsi dan tetap bertahan di kawasan rawan bencana (KRB). Saya minta Bupati Flores Timur untuk segera memastikan semua warga keluar dari zona bahaya. Gunung ini sudah beberapa kali meletus dan sudah tidak aman,” tegas Suharyanto dalam pernyataannya kepada awak media.
Untuk memastikan keselamatan warga terdampak, Suharyanto juga melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan hunian sementara (huntara) tahap III. Dari rencana pembangunan 100 kopel huntara, sebanyak 68 unit telah selesai dibangun.
Pemerintah menargetkan seluruh warga yang kini masih tinggal di tenda pengungsian dapat menempati huntara tersebut pada pertengahan Agustus 2025.
Sejak awal tahun hingga awal Agustus ini, Gunung Lewotobi Laki-Laki telah enam kali dinaikkan ke status Awas.
Catatan tersebut menjadi peringatan penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat sekitar untuk tetap waspada dan tidak mengabaikan potensi ancaman dari aktivitas gunung berapi ini.
Upaya mitigasi terus dilakukan oleh pihak terkait guna meminimalkan dampak erupsi terhadap kehidupan masyarakat sekitar.
Langkah-langkah konkret seperti evakuasi terencana dan pembangunan hunian sementara merupakan bagian penting dari strategi penanganan bencana yang diterapkan oleh pemerintah daerah bersama BNPB.
Di tengah situasi yang penuh tantangan ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya mematuhi instruksi evakuasi dan larangan memasuki zona bahaya menjadi faktor kunci dalam upaya keselamatan jiwa.
Sosialisasi mengenai potensi bahaya serta cara-cara mitigasinya terus digalakkan oleh berbagai pihak termasuk lembaga-lembaga non-pemerintah yang bergerak di bidang kebencanaan.
Dalam menghadapi fenomena alam seperti letusan gunung berapi yang sulit diprediksi secara akurat kapan akan terjadi berikutnya, kesiapsiagaan adalah satu-satunya cara efektif untuk melindungi diri dari ancaman yang ada.
Oleh karena itu koordinasi antara pemerintah pusat, daerah serta komunitas lokal menjadi sangat vital agar setiap langkah pencegahan dapat berjalan sesuai rencana tanpa hambatan berarti.
Dengan adanya laporan terkini tentang aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki ini diharapkan semua pihak dapat meningkatkan kewaspadaan serta siap siaga menghadapi segala kemungkinan buruk lainnya demi menjaga keamanan bersama khususnya bagi penduduk sekitar area lereng gunung tersebut. (*/stch)
















