BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Suasana menjelang pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Banjarnegara semakin memanas.
Lima nama kandidat mulai mencuat dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang diselenggarakan di Hotel Fox Harris Banjarnegara pada Senin, 20 April 2026.
Meskipun demikian, peluang bagi munculnya kandidat baru masih terbuka lebar, menciptakan dinamika yang menarik dalam proses seleksi kepemimpinan partai ini.
Kelima nama yang menjadi sorotan dalam Muscab kali ini berasal dari hasil penjaringan yang dilakukan di tingkat Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC).
Mereka adalah Wakil Bupati Banjarnegara Wahid Jumali, anggota Fraksi PKB DPRD Banjarnegara Bambang Suparno dan Ernawati Latifah, mantan anggota DPRD Banjarnegara Ujang Riyadi, serta anggota DPRD Jawa Tengah Zaki Mubarak.
Seiring dengan proses penjaringan yang berlangsung, ketegangan akan persaingan di antara para kandidat pun semakin terasa.
Taufiq Abdullah, seorang anggota DPR RI dari Fraksi PKB, menyatakan bahwa proses penjaringan tidak akan berhenti hanya pada lima nama tersebut.
Muscab memberikan ruang bagi kader lain untuk diusulkan sebagai calon ketua.
“Prosesnya dimulai dari assessment di tingkat wilayah untuk memetakan kader potensial. Setelah itu dibawa ke Muscab untuk mendapatkan masukan dari DPAC,” jelas Taufiq.
Penjelasan ini menyoroti bahwa mekanisme yang diterapkan dirancang untuk menggabungkan unsur demokrasi dengan penilaian berbasis kapasitas, yang mana tidak hanya mengandalkan popularitas semata.
Rekam jejak dan kemampuan memimpin juga menjadi pertimbangan penting dalam proses seleksi ini.
Taufiq menegaskan bahwa nama-nama yang muncul dalam Muscab saat ini belum merupakan keputusan final.
Semua usulan dari Muscab nantinya akan dikirim ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk mengikuti tahapan lebih lanjut.
“Masih ada tahapan fit and proper test berupa wawancara oleh tenaga profesional. Dari situ akan ditentukan siapa yang paling layak memimpin,” ungkapnya.
Proses ini menunjukkan komitmen PKB untuk memastikan pemilihan ketua dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Persaingan untuk kursi ketua DPC PKB Banjarnegara menjadi sangat krusial, mengingat kepengurusan baru yang akan terpilih memiliki peran penting dalam menentukan arah konsolidasi partai ke depannya.
Taufiq juga mengingatkan bahwa target PKB adalah penguatan basis hingga ke akar rumput, sehingga struktur partai yang solid harus disertai dengan kehadiran nyata di masyarakat.
“Penataan struktur partai harus diikuti dengan kehadiran nyata. PKB mendorong politik kehadiran, politik pelayanan, dan politik keteladanan,” katanya dengan tegas.
Pernyataan tersebut mencerminkan visi PKB dalam meningkatkan keterlibatan aktif para kader dan pengurusnya dalam masyarakat, bukan hanya sekadar berfokus pada politik internal.
Kehadiran para kandidat dengan latar belakang beragam menambah warna tersendiri pada kompetisi ini.
Misalnya, Wahid Jumali sebagai Wakil Bupati memiliki pengalaman pemerintahan yang cukup luas dan dikenal dekat dengan masyarakat.
Sementara itu, Bambang Suparno dan Ernawati Latifah membawa pengalaman legislatif mereka sebagai modal kuat dalam meraih dukungan suara.
Ujang Riyadi, meskipun merupakan mantan anggota DPRD Banjarnegara, tetap memiliki pengaruh signifikan di kalangan kader PKB setempat.
Sedangkan Zaki Mubarak sebagai anggota DPRD Jawa Tengah tentunya memiliki jaringan yang lebih luas dan dapat menjangkau segmen pemilih yang lebih besar.
Dalam konteks ini, penting bagi setiap kandidat untuk tidak hanya memperlihatkan kapasitas kepemimpinan mereka tetapi juga memahami kebutuhan masyarakat serta bagaimana mereka dapat memenuhi harapan tersebut melalui program-program nyata ketika terpilih nanti.
Sebagaimana diketahui, muscab ini bukanlah sekadar formalitas semata. Ini adalah bagian dari proses demokrasi internal partai yang seharusnya melibatkan semua elemen organisasi agar tercipta kesepakatan bersama mengenai arah politik dan strategi perjuangan partai untuk masa depan.
Dengan adanya berbagai nama calon ketua DPC PKB Banjarnegara ini, publik menantikan bagaimana setiap kandidat akan menunjukkan kemampuan mereka dalam merebut hati para kader serta simpatisan partai. (jud/stch/dda)
















