Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

720 Perantau Ikuti Mudik Gratis ke Banjarnegara, Berangkat dengan 14 Bus dari Jakarta dan Bandung

720 Perantau Ikuti Mudik Gratis720 Perantau Ikuti Mudik Gratis
MENGECEK: Petuugas saat melakukan ramp check angkutan mudik lebaran di Kabupaten Banjarnegara

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Sebanyak 720 warga perantau asal Kabupaten Banjarnegara siap untuk pulang kampung melalui program mudik gratis yang difasilitasi oleh pemerintah daerah bekerja sama dengan Baznas.

Rangkaian perjalanan ini akan dilakukan dengan menggunakan 14 armada bus, yang dijadwalkan berangkat pada hari Senin, 16 Maret 2026.

Program ini ditujukan khusus bagi pekerja informal yang merantau di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung.

Dengan adanya inisiatif ini, para pemudik dijadwalkan akan tiba di Terminal Induk Parakancanggah sekitar pukul 20.00 WIB pada hari yang sama.

Sebelum keberangkatan, pemerintah daerah melaksanakan pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan dan pengemudi di fasilitas uji kendaraan milik Dinas Perhubungan Banjarnegara.

Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana menekankan pentingnya kegiatan ini untuk memastikan seluruh armada dalam kondisi aman sebelum digunakan untuk mengangkut pemudik.

“Dari hasil pengecekan yang kami lakukan, seluruh bus yang akan digunakan dalam kondisi layak jalan,” ungkap Amalia pada Sabtu, 14 Maret 2026.

Lebih lanjut, Bupati Amalia juga menambahkan bahwa pemeriksaan tidak hanya terfokus pada kondisi kendaraan, tetapi juga mencakup kesehatan para pengemudi.

Setiap pengemudi bus akan menjalani pemeriksaan kesehatan yang meliputi tes urine dan pemeriksaan lain guna memastikan mereka benar-benar dalam keadaan fit selama perjalanan panjang ini.

“Mudah-mudahan hasil pemeriksaan semuanya baik, sehingga perjalanan mudik bisa berlangsung aman dan selamat,” ujarnya penuh harapan.

Kepala Dinas Perhubungan Banjarnegara, Mohammad Iqbal, menjelaskan bahwa program mudik gratis ini dirancang untuk membantu warga Banjarnegara yang bekerja di luar kota agar dapat kembali ke kampung halaman dengan biaya transportasi yang lebih ringan.

Dia menyatakan bahwa sebagian besar peserta program ini bekerja di sektor informal seperti asisten rumah tangga, buruh pabrik, buruh bangunan, pedagang kaki lima, hingga penyandang disabilitas yang tergabung dalam komunitas perantau Banjarnegara.

“Mereka yang ikut program ini sudah mendaftar melalui aplikasi. Titik kumpul keberangkatan berada di beberapa lokasi seperti Jakarta dan Bandung,” kata Iqbal menjelaskan.

Dari total armada yang disiapkan untuk program mudik gratis ini, sebanyak 12 bus akan diberangkatkan dari kawasan Taman Mini Indonesia Indah bersama rombongan pemudik asal Jawa Tengah lainnya.

Rombongan tersebut rencananya akan dilepas oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, sebelum memulai perjalanan menuju daerah masing-masing.

Ini menjadi momen penting bagi para pemudik untuk dapat berkumpul kembali dengan keluarga mereka setelah sekian lama merantau demi mencari nafkah.

Pentingnya program mudik gratis ini tidak hanya terletak pada aspek transportasi saja, tetapi juga sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap warga yang mungkin tidak memiliki cukup dana untuk melakukan perjalanan pulang kampung.

Dalam konteks sosial ekonomi saat ini, banyak dari pekerja informal menghadapi tantangan finansial yang cukup berat akibat berbagai faktor eksternal seperti inflasi dan kenaikan harga barang kebutuhan pokok.

Melalui inisiatif ini, pemerintah daerah menunjukkan komitmennya untuk mendukung masyarakat dalam situasi sulit.

Melihat tingginya animo masyarakat terhadap program mudik gratis ini merupakan indikasi nyata betapa pentingnya aksesibilitas transportasi bagi para perantau.

Banyak dari mereka telah bekerja keras di luar kota selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun demi memenuhi kebutuhan keluarga di kampung halaman.

Proses pendaftaran melalui aplikasi juga menunjukkan kemajuan dalam penerapan teknologi informasi dalam layanan publik.

Hal ini mempermudah para calon pemudik untuk mendaftar tanpa harus datang langsung ke kantor atau tempat tertentu.

Dalam persiapan mudik ini, pihak Dinas Perhubungan juga memberikan edukasi kepada para peserta tentang tata cara berkendara yang aman serta langkah-langkah keselamatan selama perjalanan.

Diharapkan dengan adanya informasi ini, kesadaran akan keselamatan berlalu lintas dapat meningkat baik bagi pengemudi maupun penumpang bus mudik. (jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
THR ASN Cair Sebelum Cuti Lebaran

Pemkab Cilacap Siapkan Anggaran 86 Miliar untuk THR ASN, Cair Sebelum Cuti Lebaran

Berita Selanjutnya
Tiga WNI Belum Diketahui Nasibnya

Drone dan Rudal Hantam Selat Hormuz, Tiga WNI Belum Diketahui Nasibnya